Lebih Suka Kalah tapi Melawan daripada Kalah Tanpa Perlawanan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Lebih Suka Kalah tapi Melawan daripada Kalah Tanpa Perlawanan

Manchester City akan menghadapi ujian berat dalam upaya mewujudkan target lolos ke final Piala Liga Inggris musim ini. Klub berjuluk The Citizens itu akan bertandang ke Ashton Gate, markas Bristol City pada Rabu (24/1) dini hari WIB, melakoni pertandingan leg dua semifinal Piala Liga Inggris.

Sejatinya Man City memiliki modal bagus menghadapi pertandingan tersebut setelah meraih kemenangan tipis 2-1 dalam pertandingan semifinal leg pertama di Etihad Stadium pada 10 Januari lalu. Untuk menapak ke babak final, Man City minimal hanya membutuhkan hasil imbang.

Sekilas, Man City berada dalam posisi yang lebih menguntungkan ketimbang Bristol dalam perebutan tiket babak final Piala Liga Inggris musim ini. Namun diprediksi Man City akan menemui jalan terjal untuk menapak ke babak final yang akan berlangsung di Stadion Wembley pada bulan depan.

Berkaca pada pertandingan leg pertama, meski meraih kemenangan, namun Man City tampak kewalahan menghadapi perlawanan sengit Bristol. Mereka bahkan sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, sebelum akhirnya Kevin de Bruyne menyamakan kedudukan pada menit 55.

Bristol nyaris mengakhiri pertandingan leg pertama di Etihad Stadium dengan skor imbang 1-1. Sayang, pada menit 92, Sergio Aguero mencetak gol yang akhirnya membawa Man City mengunci kemenangan 2-1.

Meski kalah, penampilan Bristol di laga tersebut pun menuai banyak pujian. Salah pujian akan penampilan Bristol terlontar dari mulut Manajer Man City, Josep “Pep” Guardiola. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu menyebut The Robins mempertontonkan permainan yang sangat menghibur.

Permainan impresif Bristol di pertandingan semifinal leg pertama bukan tidak mungkin kembali mereka tunjukkan di laga leg kedua. Apalagi, Bristol akan bermain di hadapan puluhan ribu penggemarnya, yang secara tidak langsung menjadi suntikan semangat dan motivasi untuk menjungkalkan Man City.

Manajer Bristol, Lee Johnson, mengatakan dengan tegas bahwa timnya tidak akan kalah nyali meski lawan yang dihadapi merupakan pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini. Bristol sekuat tenaga akan bersaing untuk meraih kemenangan. The Robins tidak ingin menjadi pecundang. Johnson berharap agar anak asuhnya bisa termotivasi dan lebih percaya diri menampilkan permainan yang jauh lebih baik dari pertandingan leg pertama.

"Saya berharap dan saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi mereka (Man City). Namun yang terjadi, kita harus benar-benar berani. Saya lebih suka gagal tapi kita menunjukkan keberanian untuk melawan daripada gagal dengan sama sekali tidak memberikan perlawanan. Itulah yang saya katakan kepada para pemain," kata Johnson, dilansir dari Telegraph

Dari empat kontestan yang melaju ke babak semifinal Piala Liga Inggris musim ini, Bristol menjadi kesebelasan yang paling tidak diunggulkan ketimbang Man City, Arsenal, dan Chelsea. Meski begitu, Bristol bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Selain mampu membuat Man City kesulitan di pertandingan semifinal leg pertama, perjalanan mereka menuju semifinal pun terbilang luar biasa.

Bristol mampu mengalahkan empat tim Liga Primer Inggris di ajang Piala Liga. Menariknya, tiga dari empat kemenangan Batas tim Liga Primer terjadi di Ashton Gate, termasuk kemenangan 2-1 atas Manchester United di babak perempat final. Melihat fakta tersebut, bukan tidak mungkin Ashton Gate bakal menjadi mimpi buruk bagi tim asal Manchester lainnya.

Namun Johnson enggan terlalu melebih-lebihkan kemenangan timnya atas Man United Ashton Gate. Menurutnya, semua hal bisa terjadi dalam pertandingan nanti. Apalagi Man United dan Man City memiliki karakteristik pola permainan yang berbeda. Paling penting menurutnya adalah para pemain Bristol harus fokus untuk mengejar ketertinggalan. Dikatakan bahwa Bristol akan menerapkan permainan menyerang sejak awal pertandingan agar bisa mencuri gol cepat.

"Man United dan Man City sangat berbeda secara permainan. Man United memiliki keunggulan dalam hal fisik, mereka lihai dalam duel satu lawan satu. Sementara Man City sangat bagus secara teknis, mereka seperti lebah kecil yang sibuk, bereaksi cepat terhadap transisi. Mereka bisa mencetak empat gol dalam beberapa menit. Dalam pertandingan nanti, kami akan berusaha mencetak gol cepat, karena itu sangat penting bagi kami," tambah Johnson.

Di sisi lain, Man City akan melakukan beberapa rotasi di pertandingan menghadapi Bristol. Beberapa pemain lapis dua seperti penjaga gawang Claudio Bravo, gelandang gaek Yaya Toure, dan pemain muda seperti Brahim Diaz dan Oleksandr Zinchenko akan ditampilkan sebagai starter.

Pep mengungkapkan bahwa pertandingan menghadapi Bristol merupakan laga penting, namun mengingat Man City masih terlibat dalam empat kompetisi musim ini, maka dirinya harus pintar-pintar menjaga kondisi kebugaran pemain utama, agar terhindar dari potensi cedera.

Apalagi tiga hari sebelumnya Man City baru saja mengalahkan Newcastle United 3-1 dalam pertandingan lanjutan pekan ke-24 Liga Primer Inggris di Etihad Stadium. Waktu recovery yang singkat membuat Pep enggan mengambil risiko memaksakan para pemain utamanya bermain di Piala Liga menghadapi Bristol.

"Tentu saja kita akan mencoba untuk melihat tim terbaik mungkin tapi kemudian Bernardo Silva, Ilkay Guendogan, dan Eliaquim Mangala tidak akan dapat bermain dan itu tidak akan adil. Saya akan mengatakan bahwa kita adalah pergi ke sana dan mencoba dan memenangkan pertandingan dan pergi ke final," tegasnya.

Foto: Twitter @bcfctweets

Komentar