Aston Villa vs Manchester United: Meski Dominan, The Villans Kalah Duel Udara

Analisis

by Aulia Taqiaturrahmah

Aulia Taqiaturrahmah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Aston Villa vs Manchester United: Meski Dominan, The Villans Kalah Duel Udara

Bermain sebagai tuan rumah, Aston Villa tampil dengan cukup dominan. Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola hingga 55,9% dan 10 kali mengancam gawang Andre Onana dari 23 kesempatan. Di lain pihak, Manchester United kewalahan mengatasi agresivitas anak asuh Unai Emery. Meski beberapa kali berhasil ditembus, lini pertahanan Setan Merah mampu menghalau peluang emas The Villans. Sebagai balasan, tim tamu melepaskan lima tembakan tepat sasaran dari 17 kali percobaan. Dominasi Aston Villa gagal membawa mereka ke jalan kemenangan, sementara tiga poin berhasil dikemas Manchester United berkat efektivitas serangan yang berasal dari keunggulan mereka dalam duel-duel udara.

Aston Villa turun dengan formasi dasar 4-2-3-1. Tim besutan Unai Emery tampil agresif ketika menguasai bola. Mereka mengincar akses ke sepertiga akhir secepat mungkin. Salah satu caranya dengan menjaga keregangan secara vertikal yang sekaligus meregangkan formasi Setan Merah untuk menciptakan jalur umpan progresi. Ketika bertahan, klub yang berbasis di Birmingham itu tidak ragu memasang garis pertahanan yang tinggi.

Sayangnya serangan Aston Villa berkali-kali teredam ketika memasuki sepertiga akhir. Pengambilan keputusan yang terlalu lama dan penyelesaian akhir yang buruk menjadi faktor utama tuan rumah takluk di kotak penalti lawan. Aston Villa mencatatkan 2,43 harapan gol dan angka tersebut mengungguli Manchester United yang hanya menorehkan 1,79. Namun hasil akhir berkata lain, karena tuan rumah takluk 1-2 dari tamunya.

Agresif Tapi Tumpul

Di sektor tengah, Aston Villa sangat nyaman membangun serangan. Kerapatan lini tengah tidak menghalangi The Villans menemukan ruang progresi ke depan. Area tengah yang dikawal Casemiro, disiasati dengan memindahkan serangan ke sayap kiri. Jacob Ramsey yang beroperasi di area tersebut memanfaatkan kecepatan untuk mengakses sepertiga akhir. Ramsey cenderung mengirimkan umpan tarik ketika berhasil mendekati kotak penalti. Leon Bailey dan John McGinn adalah dua pemain yang rajin masuk ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan tersebut. Jika serangan di kiri buntu, Aston Villa memulai kembali serangan melalui Alex Moreno atau Douglas Luiz untuk memindahkan arah serangan.

Bruno Fernandes yang sering turun membantu gelandang bertahan tim tamu, memang sering merepotkan lini tengah Aston Villa. Emery merespon dengan memanfaatkan tiga gelandangnya: Luiz, McGinn, dan Boubacar Kamara untuk melakukan switch play (perpindahan arah serangan dengan cepat). Strategi ini cukup efektif untuk membongkar struktur pertahanan Manchester United.

Tapi masalahnya, Aston Villa gagal memanfaatkan banyak peluang ketika berhasil mengurai pertahanan tim tamu. Penyelesaian akhir yang tidak efektif membuat Aston Villa lagi-lagi kehilangan poin di kandang. The Athletic mencatat, Olie Watkins dan kawan-kawan punya angka harapan gol (xG) sebesar 2,43 sepanjang laga. Akan tetapi hanya satu yang berakhir sebagai gol.

Skema aliran bola Aston Villa di sayap kiri ketika menyerang (sumber: Premier League).

Satu-satunya gol yang didapatkan Aston Villa justru hadir lewat situasi set piece. Bermula dari Moussa Diaby dan Bailey yang memenangkan sepak pojok di sisi kanan. Bailey melambungkan tendangan pojok ke half space kanan lalu disambut Alex Moreno yang meneruskan bola ke Lenglet di muka gawang. Bola sempat ditepis Onana, namun Bailey di half space kanan tidak terjaga dan dapat mengirim asis hasil pantulan bola kedua. Luiz dengan cerdas mengarahkan bola ke atas yang tak terjangkau Onana.

Gol Luiz ke atas gawang Onana. Bola datang dengan cepat dari halfspace kiri Aston Villa (sumber: Manchester United).

Pertahanan Solid dan Keunggulan Duel Udara

Meski diterpa serangan Aston Villa yang sangat agresif, Setan Merah menunjukan pertahanan yang solid. Anak asuh Erik ten Hag berhasil meredam serangan di sektor tengah berkat kehadiran duet Casemiro dan Kobie Mainoo. Dua gelandang tersebut mencatatkan total 13 kali recoveries (memenangkan bola dari lawan), 3 sapuan penyelamatan, dan 5 tekel.

Pertahanan Manchester United cenderung mudah dilewati hingga bola mencapai setengah lapangan. Namun struktur pertahanan Man United justru semakin rapat untuk menyulitkan lawan mengakses sepertiga akhir. Penempatan posisi yang tepat saat menutup ruang dekat kotak penalti, serta sinkronisasi Luke Shaw dan kawan-kawan menutup ruang, menyulitkan punggawa The Villans bermanuver untuk menembakkan bola. Ditambah pengambilan keputusan yang tepat dari Onana, berkali-kali mementahkan peluang Aston Villa.

Bruno dan kawan-kawan lebih sering menunggu kesempatan serangan balik. Beradu waktu dengan lini pertahanan lawan di posisi yang tinggi. Bentuk kotak di lini tengah (box midfield) membuat Villa beberapa kali harus mengubah arah serang, yang dapat dimanfaatkan oleh Mainoo untuk intersep bola.

Skema penjagaan box midfield Manchester United di tengah lapangan. Bentuk ini berpotensi membebaskan Ramsey (dilingkari), sehingga lini pertahanan dan lini tengah harus bergerak sinkron menutup celah atau ruang yang bisa dieksploitasi (sumber: Premier League).

Penjagaan gelandang Manchester United di lini tengah dan bagian tengah lapangan memaksa Aston Villa menggeser serangan mereka ke tepi lapangan. Namun di sektor sayap hingga halfspace, para punggawa Manchester United harus cepat menutup peluang tembakan (sumber: Premier League).

Dalam laga ini, Setan Merah memanfaatkan keunggulan mereka memenangkan duel udara. Dibandingkan dengan Aston Villa yang hanya memenangkan 29% duel udara mereka yang total berjumlah 6, Man United berhasil menguasai 15 kali atau 71% perebutan bola di udara. Bahkan kedua gol tercipta lewat sundulan di menit ke-17 dan ke-86. Padahal berdasarkan data The Athletic, kemungkinan gol Manchester United hanya 1,79.

Dilansir dari laman resmi Premier League, Harry Maguire memenangkan 70% dari keseluruhan duel udaranya. Di babak pertama, mantan pemain Sheffield United itu pula yang mengirim asis gol pembuka. Bermula dari sepak pojok Bruno yang diarahkan tepat ke muka gawang Emi Martinez, Maguire mendapat bola yang dia teruskan ke Rasmus Hojlund yang tidak terjaga.

Peluang yang menjadi gol kedua tercipta saat Mainoo berhasil menarik Ramsey dan Luiz ke pojok kanan arah serang Setan Merah. Situasi lini pertahanan Villa sedang menumpuk di luar kotak enam belas, bermaksud memancing tekanan. Raphael Varane yang berdiri di halfspace kanan tengah lapangan pun sebetulnya berada dalam penjagaan Watkins.

Namun Varane melihat Diogo Dalot tidak terjaga. Momen tersebut sempurna dimanfaatkan pemain Prancis itu untuk mengirim umpan silang ke Mainoo, yang meneruskan bola ke Dalot. Umpan silang lalu dilepaskan ke kotak penalti Emi Martinez dan tandukan Scott McTominay akhirnya mengunci kemenangan Manchester merah.

Sebelum gol kedua yang dicetak McTominay, Varane terbebas dan melihat pergerakan Mainoo membebaskan Dalot (sumber: Premier League).

Usai peluit panjang, hasil pertandingan tersebut mendekatkan jarak Manchester United ke zona Liga Champions, dengan 41 poin di posisi keenam dan berjarak 6 poin. Sementara itu, Aston Villa turun ke peringkat lima klasemen sementara dengan koleksi 46 poin.

Komentar