Perkembangan Teknologi Video Game dan Kecanduan Terhadapnya

Video Games

by Gunanda Hasdiansyah 26918

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Perkembangan Teknologi Video Game dan Kecanduan Terhadapnya

Teknologi diciptakan memang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Selain itu teknologi pun dapat dijadikan sebagai alat untuk bersenang-senang dan melepaskan penat.

Banyak orang akan menggunakan smartphone dan/atau komputer mereka untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat suasana hati bahagia di saat sedang mengalami tekanan atau stres dalam kehidupan. Walaupun mungkin itu hanya sekadar mengakses media sosial dan berselancar di dunia maya untuk mencari hal-hal yang mereka sukai. Atau bermain video game sebagai hiburan di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Perkembangan teknologi saat ini tidak melulu tentang perdebatan mana yang terbaik antara IOS miliknya Apple dengan android besutan Google, atau bagaimana AMD ingin mengalahkan Intel dalam hal menciptakan prosesor yang canggih dan juga bukan hanya terkait pilihan menggunakan Telegram, Whatsapp ataupun Line sebagai aplikasi chat.

Kemajuan teknologi saat ini juga berpengaruh terhadap perkembangan video game. Video game yang di awal penciptaannya hanya bisa dimainkan secara offline, berkat perkembangan teknologi akhirnya juga sudah bisa dinikmati secara online.

Perkembangan internet yang semakin pesat akhir-akhir ini membuat terciptanya konsol game next-gen seperti PlayStation 4 dan Xbox One. Dengan adanya konsol next-gen, kenyamanan dalam bermain game semakin terasa berkat fitur-fitur yang tersedia. Ditambah lagi dengan terhubungnya konsol tersebut ke internet yang membuat game dapat dimainkan secara online.

Selain menggunakan konsol next-gen, komputer ataupun laptop juga masih menjadi pilihan bagi para gamers. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini sudah begitu banyak terdapat komputer atau laptop yang dibuat khusus untuk gaming, seperti Alienware, ASUS ROG dan MSI.

Candu itu Bernama Video Game

Perkembangan teknologi dewasa ini terlihat cukup berdampak positif terhadap kebanyakan orang. Namun, pesatnya perkembangan teknologi juga memiliki sisi buruk yang bernama kecanduan. Candu akan teknologi sangat sulit untuk dilepaskan dari para penikmatnya. Kita bisa melihat banyak orang tidak bisa lepas dari gadget mereka walaupun hanya sebentar saja. Bahkan untuk mereka yang sudah kecanduan cukup parah, sehari tanpa gadget dan internet bisa membuat hidup hampa.

Kecanduan ini pun berlaku untuk gamers. Bermain game memang candu yang sulit dilepaskan. Ditambah dengan perkembangan internet yang membuat game pun bisa dimainkan secara online. Ketika bermain game, kebanyakan orang terlihat seperti mengkonsumsi zat adiktif sehingga membuat mereka sulit lepas dan meninggalkannya.

Tidak jarang ada yang bermain game hingga lupa waktu. Mereka tidak sadar ternyata sudah memainkannya selama 24 jam penuh tanpa istirahat sedikit pun. Lihatlah orang-orang yang ke rental PS ataupun warung internet (warnet), banyak dari mereka rela menginap di tempat tersebut hanya untuk sekadar bermain game. Terkait fenomena ini, Kamal, pemilik rental PS (PlayStation), Vamos Gaming Club di Bandung bersama rekannya yang kami temui di sela-sela opening ceremony rental PSnya, Kamis (09/02), menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

"Pertama karena ga punya konsol sendiri, ga punya PS4 makanya mereka ke rental. Kedua karena suasananya beda, kalau di rental kan mau se-berisik apapun mah bebas," ujarnya.

Adanya kesenangan dan ketenangan yang mereka rasakan tentu menjadi penyebab terjadinya hal tersebut. Bahkan bagi sebagian orang game sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari mereka. Hal ini juga sesuai dengan yang diungkapkan oleh Kamal.

“Kalau buat kehidupan, buat lifestyle udah jadi makanan sehari-hari, jadi kalau game tu, ga main sehari pusing,” ujar Kamal “Tapi candu itu kalau ada lawan, kalau sendiri ga rame.”

Sisi buruk bernama kecanduan inilah yang akhirnya membuat para orang tua melarang anak-anak mereka untuk bermain game. Padahal memainkan game bisa menjadi salah satu cara untuk melepaskan penat dan lelah di balik padatnya aktivitas sehari-hari seperti sekolah dan kerja.

Namun, menurut Kamal kecanduan ini tidak melulu akan berdampak negatif asalkan kita bisa mengontrolnya dengan baik. Jika ada yang lebih penting, dikerjakan terlebih dahulu.

“Kalau ada yang penting, pasti yang penting dulu dikerjain. Kalau ini [main game] mah pas kita lagi free aja, kita ngambil waktu senggang diantara kerjaan udah beres sekitar 2 atau 3 jam,” tambahnya.

Selanjutnya ia juga menceritakan kenapa orang-orang banyak yang lebih memilih main di rental PS dan rela berlama-lama di dalamnya.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Komentar