Marcus Rashford, Rooney, dan Macheda

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Marcus Rashford, Rooney, dan Macheda

Manchester United terus menjaga peluang untuk mendapatkan gelar di musim ini setelah gugur di Piala Liga dan Europa League. Setelah hanya bermain imbang di pertemuan pertama perempatfinal Piala FA, United berhasil mengalahkan West Ham dengan skor 1-2 di Boleyn Ground dalam pertandingan replay yang digelar Kamis (14/4) dini hari WIB.

Wonderkid United, Marcus Rashford, mencetak gol pembuka melalui tembakan melengkung dari dalam kotak penalti di menit 54. Marouane Fellaini, menambah skor untuk United menjadi 0-2 di menit 67. Tim tuan rumah baru bisa memperkecil skor di menit 79 lewat James Tomkins.

Nama Marcus Rashford tidak bisa dilepaskan dari kemenangan United di laga ini. Bukan hanya soal gol yang ia cetak di laga ini. Lebih dari itu, gol Rashford ke gawang Darren Randolph menunjukkan bahwa dengan usia yang terbilang muda, ia mampu mencetak gol istimewa. Gol itu juga menunjukkan bahwa Rashford mampu terus mencetak gol.

Namun, apakah gol Rashford ke gawang West Ham memang apik? Apakah gol ini melengkapi catatan mencetak golnya yang banyak dibilang “sempurna” oleh banyak orang?

Gol Rashford Mengingatkan Orang kepada Gol Federico Macheda

Gol yang dibuat oleh pemain kelahiran Manchester ini tidak dibuat dari skema yang benar-benar direncanakan. Proses gol-nya bahkan diawali oleh sebuah hal yang harusnya tidak dilakukan oleh Michail Antonio. Umpan yang ia arahkan ke Dimitri Payet justru mengenai Ander Herrera dan bola malah meluncur ke arah Anthony Martial.

Martial pun mengirim bola ke arah Rashford yang berada di posisi lebih baik untuk mencetak gol. Dengan beberapa kali gocek, pemain bernomor punggung 30 ini menendang bola di tengah-tengah James Tomkins dan Andrea Ogbonna.

Bola tembakan Rashford memang tidak cukup kencang. Tapi, tembakan ini benar-benar berada di pojok kanan atas gawang Randolph, yang pada akhirnya tidak mampu dijangkau kiper Timnas Irlandia ini.

Gol ini pun mengingatkan kita atas gol yang dicetak oleh Federico Macheda pada laga melawan Aston Villa (5/4/2009). Gol ini tidak hanya mengesankan karena dicetak oleh remaja 17 tahun asal Italia pada pertandingan debutnya.

Tapi gol ini lebih spesial karena dicetak lewat sebuah sepakan melengkung yang bahkan kesulitan ditepis oleh kiper tim manapun. Gol ini sendiri berawal dari pergerakan Macheda dari sisi tengah pertahanan Aston Villa untuk mencari bola. Pemain yang saat itu mengenakan kostum bernomor punggung 41 ini mendapatkan momen ketika ia meminta bola dari Ryan Giggs dengan mengacungkan jarinya.

Giggs yang kemudian langsung mengirim bola ke Macheda. Hasil operan Giggs tak langsung ditembak oleh Macheda. Ia terlebih dulu memutar badan untuk mengelabui Luke Young. Bola pun bergulir melengkung layaknya sepakan Rashford, dan tidak berhasil dihalau oleh kiper Aston Villa, Brad Friedel.

Gol itu menjadi gol sangat penting bagi United. Gol itu memuluskan langkah United untuk menjauh dari kejaran Liverpool, yang di awal musim sangat dominan, dan akhirnya menjadi gol sangat krusial dalam keberhasilan United meraih gelar juara.

Pembuktian Konsistensi Mencetak Gol Rashford?

Gol yang dicetak oleh Rashford kali ini memang baik. Tapi jika Anda sadar, ada beberapa poin penting yang harus dicatat jika melihat apa yang dilakukan Rashford sebelum mencetak gol. Ia bukan hanya mampu memperhatikan kelemahan kiper dan bek lawan yang menutupnya, tapi ia juga memadukan kecepatan, ketenangan, dan penempatan posisinya.

Melihat perpaduan itu, banyak yang mengatakan Rashford mirip dengan Wayne Rooney. Keduanya pun sama-sama bertipikal deep-lying forward. Namun, jika ditanya siapa yang lebih baik di antara keduanya? Siapa yang harus dipilih?

Jika melihat umur saat mencetak gol pertama untuk tim senior, Rooney lebih unggul. Lulusan akademi Everton ini, bahkan mencetak gol pertamanya untuk Everton ketika usianya belum mencapai 17 tahun, yakni 16 tahun 342 hari. Sedangkan, Rashford baru mencetak gol untuk United ketika usianya 18 tahun 117 hari.

Tapi, melihat konsistensi yang ditunjukkan oleh Rashford untuk mencetak gol, bisa dibilang ia lebih baik ketimbang Rooney selama di Everton. Hal ini bisa dilihat oleh catatan statistik mencetak gol Rashford untuk United yang luar biasa istimewa untuk anak berusia 18 tahun.

Pemain bernomor punggung 39 ini hanya butuh delapan pertandingan untuk mencetak lima gol. Jika di rata-rata, ia mampu mencetak gol tiap 127 menit. Coba bandingkan dengan Rooney saat di Everton. Pemain yang kerap dipanggil Wazza ini bahkan butuh 20 pertandingan untuk mencetak lima gol untuk Everton.

Menjelaskan Enam Gol Rashford

Gol-gol Rashford memperlihatkan, setidaknya sampai saat ini, bahwa ia bisa mencetak gol dalam berbagai situasi dan ragam cara.

Gol perdana Rashford untuk United sendiri dicetaknya ketika menghadapi wakil Denmark, FC Midtjylland pada babak 32 besar. Gol-nya di menit 63 membuktikan ia memiliki cukup kecepatan dalam perebutan bola. Bagaimana tidak, bola yang berada di antara tiga pemain klub Denmark tersebut berhasil ia serobot untuk membuat skor menjadi 2-1 untuk United. Artinya, di gol itu, ia menunjukkan kemauan dan kesanggupan untuk mencari dan mengusahakan bola, tak hanya menunggu suplai dari rekan-rekannya.

Sementara itu, gol keduanya untuk United yang ia cetak pada menit 75, jadi bukti bahwa ia juga lihai melihat posisi pemain lawan. Pasalnya, dalam gol tersebut, ia tidak memilih untuk berduel seperti pemain United lainnya. Ia pun lebih memilih untuk bergerak dan berada di tiang jauh. Penempatan posisi yang terbukti tepat karena dari titik itulah ia dengan leluasa memanfaatkan umpan silang Guillermo Varela.

Di laga melawan Arsenal, pemain yang tengah bersekolah di Ashton on Mersey ini juga unjuk gigi. Gol pertamanya untuk United di Liga Primer yang ia cetak pada menit 29 membuktikan ia pemain yang tahu kemana bola akan bergulir. Tidak seperti pemain United lain yang coba masuk ke mulut gawang, ia lebih menunggu bola dan akhirnya ia mampu menjebol gawang Petr Cech.

Gol kedua di laga itu memperlihatkan bagaimana naluri Rashford di dalam kotak penalti. Untuk mengubah umpan matang Jesse Lingard menjadi gol, ia berhasil mencari posisi yang pas untuk menyundul bola dan mencetak gol ke gawang Cech untuk kedua kalinya.

Laga lawan Manchester City jadi bukti bahwa Rashford cukup cepat dan pandai dalam melakukan dribble. Bek senior City, Martin Demichelis, pun jadi korban gocekan Rashford sebelum ia menjebol jala Joe Hart.

West Ham menjadi tim keempat yang gawangnya berhasil dijebol oleh Rashford. Lewat umpan terukur dari Martial, Rashford melakukan beberapa kali gocekan sebelum melepaskan tembakan di sela-sela Tomkins dan Ogbonna yang berakhir dengan jebolnya gawang Randolph.


Sumbangan untuk United

Melihat catatan apiknya sepanjang 2016, nama Rashford pun kian sering disebut. Torehan golnya saat ini bahkan setara dengan apa yang diciptakan oleh Jamie Vardy di 2016.

Bagi United sendiri, Rashford boleh jadi menjadi salah satu berkah yang patut dibanggakan di tengah penampilan Setan Merah yang naik turun. Sejauh ini, tiap kali Rashford mencetak gol, United selalu berhasil memenangkan pertandingan.

Pemain yang lahir di kota Manchester ini juga menunjukkan tuah van Gaal dalam memoles pemain muda. Tidak hanya terus menerus memberi kesempatan pada para pemain muda, van Gaal terbukti bisa mengorbitkan Rashford. Walau, tentu saja, van Gaal tetap saja van Gaal yang bisa terlihat aneh -- jika tidak bisa dibilang konyol: ketika Rashford mulai produktif, van Gaal malah menempatkannya di posisi sayap kala menghadapi Liverpool di Europa League.

Melihat catatan apik yang dibuat oleh Rashford musim ini. Pertanyaan pun mengemuka. Apakah dia akan semakin tajam ke depannya selayaknya Rooney? Atau ia malah akan tenggelam bak Macheda?

Komentar