Mario Gaspar, Bek Sayap Serbaguna Milik Kapal Selam Kuning

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mario Gaspar, Bek Sayap Serbaguna Milik Kapal Selam Kuning

Setelah menelan dua kali kekalahan dan satu kali hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir, Villareal mampu bangkit dan mengamankan tiga poin dari kesebelasan kuat liga Sapnyol lainnya yaitu Sevilla. Kemenangan ini juga mampu mendongrak poisisi mereka menjadi posisi empat di tabel kalasemen sementara menggeser Atletico Madrid meski keduanya sama-sama mendulang 20 poin dari 10 kali main.

Salah satu aktor utama malam itu adalah Mario Gaspar, bek sayap jebolan akademi Villareal yang mampu memecah kebuntuan di menit 25 lewat sontekannya memanfaatkan tendangan penjuru dari Denis Suarez.

Meski berposisi sebagai bek kanan, Mario juga tak canggung untuk menceploskan bola laiknya seorang penyerang. Sampai pekan kesepuluh, Mario sudah mencetak dua gol, saat menghadapi Athletic Bilbao dan Sevilla malam lalu. Perlu diketahui juga, kedua lawan yang mampu Mario jebol bukanlah kesebelasan semenjana belaka.

Nama Mario sebenarnya semakin mencuat ketika ia dipanggil oleh Vicente Del Bosque ke tim nasional Spanyol saat menghadapi Luksemburg dan Ukraina pada jeda internasional beberapa waktu lalu. Pemanggilan dirinya bisa dikatakan beruntung karena memang  bek kanan langganan tim nasional Spanyol yaitu Carvajal sedang mengalami cedera. Walhasil, terbukalah jalan untuk pemuda kelahiran Alicante 24 tahun yang lalu ini.

Debutnya di tim nasional memang langsung menyita para penggemar sepakbola khususnya sepakbola Spanyol. Ukraina yang sedang butuh tiga poin untuk menjaga asanya melenggang ke Perancis 2016 tanpa harus mengikuti play-off harus buyar karena Mario Gaspar. Ukraina merana, Gaspar dan Spanyol berpesta.

“Aku tak berharap pada pertandingan debutku untuk mencetak gol. Akan tetapi, gol yang ku lesakkan tadi adalah hal yang akan selalu ku kenang,” ungkap Gaspar pasca pertandingan tersebut. “Debut yang luar biasa dengan tim nasional Spanyol ini adalah mimpiku sejak kecil."

Jauh sebelum itu, ternyata Mario pun menjadi salah satu kandidat incaran Liverpool untuk menambal kepergian Glen Johnson yang hengkang dari Liverpool menuju Stoke City. Kesebelasan asal Merseyside yang saat itu masih ditangani oleh Brendan Rogers tersebut memang sudah memantau pemain ini sejak gelaran Europa League musim lalu. Rodgers sempat percaya ia mampu mendaratkan talenta Sapnyol tersebut meski pada kenyataannya tak terealisasi hingga ia ditendang Liverpool.

Selain menjadi bek sayap kanan yang selalu menjelajahi tepi lapangan dengan penampilan yang konstan sepanjang pertandingan, Mario pun ternyata memiliki bakat sebagai bek tengah ketika skuat Villareal harus kehilangan Matteo Mussacchio. Ini terjadi saat keseblasan yang berjuluk The Yellow Submarine tersebut menang tipis atas Malaga di La Rosaleda. Dua kali duel udara sukses dan tiga kali tekel sukses menjadikan dirinya tidak terlalu buruk untuk pemain yang notabenenya biasa beroperasi sebagai bek kanan.

Memang, Mario Gaspar ini bukanlah tipe bek kanan asal Spanyol yang sangat kekinian seperti Jordi Alba, Dani Carvajal ataupun Cesar Azpilicueta, sering melancarkan umpan silang maupun umpan kuci di area sepertiga akhir penyerangan kesebelasan mereka masing-masing. Mario, tercatat belum sama sekali memberikan assist dan hanya menghasilkan rataan 0,4 umpan kunci saja per-laganya. Umpan silangnya juga tak terlalu bagus, rataan 0,2 per pertandingan mengindikasikan ia tak terlalu gemar melemparkan umpan silang ke kotak penalti.

Sedangkan upaya bertahannya memiliki catatan yang lebih baik di setiap pertandingannya. Rataan 2,4 tekel sukses. 2,4 Intersepsi (potongan) dan 3,2 Sapuan megaskan statusnya sebagai bek kanan yang mempunyai keunggulan dalam bertahan ketimbang menyerang.

Kemampuannya sebagai bek kanan dengan kelebihan konsentrasi bertahan yang baik dan mampu menyelesaikan peluang untuk menjadikannya gol tampaknya belum cukup untuk bersaing untuk merebut satu tempatnya di tim nasional Spanyol. Ia kini harus banyak meminta Marcelino Toral, pelatihnya saat ini di Villareal untuk terus melatih dan memberikannya masukan demi mendongkrak penampilannya di sisa musim ini. Kerja keras adalah kunci untuk Mario.

Statistik sampai pekan ke sepuluh La Liga 2015-16
Statistik sampai pekan ke sepuluh La Liga 2015-16

Sumber gambar: Inside Spanish Football

Komentar