Tak Tanggung-Tanggung, Watford Datangkan 11 pemain baru

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tak Tanggung-Tanggung, Watford Datangkan 11 pemain baru

Hampir terdegradasi di musim lalu membuat Watford berbenah di bursa transfer musim panas 206/17. Tidak hanya mengganti kursi pelatih, dari Quique Sanchez Flores ke Walter Mazzarri, mereka juga memutuskan untuk melepas 15 orang pemain yang dipastikan tidak masuk skema permainan Mazzarri di musim ini.

Tak heran, dengan membuang banyak pemain, Watford juga perlu menambah pemain demi terciptanya keseimbangan di skuat mereka. Hingga bursa transfer ditutup per 1 September 2016 lalu, The Hornets mendatangkan total 11 nama baru untuk melengkapi skuat yang ada saat ini, terbanyak di Liga Primer bersama West Ham United dan Middlesbrough.

Nama-nama yang hijrah juga bukan sembarangan. Tercatat, beberapa nama yang sempat bergabung dengan kesebelasan besar juga memutuskan untuk pindah ke Watford, seperti Juan Camilo Zuniga, Roberto Pereyra, dan Daryl Janmaat.

Berikut daftar nama pemain baru Watford yang diurutkan berdasarkan biaya dan jenis transfer.

Isaac Success

Total enam gol yang dicetak oleh Success di Granada musim lalu membuatnya dilirik banyak kesebelasan besar. Namun, seiring berjalannya waktu, Watford lah kesebelasan yang beruntung bisa mendapatkan jasanya, usai Granada menerima tawaran 15 juta euro dari mereka. Pemain asal Nigeria ini pun dikontrak dalam jangka waktu lima tahun hingga 2021.

Roberto Pereyra

Kedatangan Miralem Pjanic dan Marko Pjaca di lini tengah Juventus mau tidak mau membuat Pereyra akhirnya mengambil keputusan untuk hijrah. Eks pemain Udinese ini ditransfer dengan harga 13 juta euro dan bakal bermain hingga lima tahun ke depan bersama kesebelasan yang identik dengan warna kuning hitam ini.

Daryl Janmaat

Terdegradasinya Newcastle United di akhir musim lalu membuat Janmaat harus hijrah ke kesebelasan lain demi menjaga kesempatan bermain di timnas Belanda. Setelah dirumorkan hijrah ke kesebelasan lain, Janmaat memutuskan untuk melanjutkan karier di Vicarage Road, setelah Newcastle setuju dengan angka 8,9 juta euro.

Christian Kabasele

Penampilan baik di Belgian Pro League musim lalu membuat Kabasele dipanggil oleh Marc Wilmots ke skuat Belgia untuk Piala Eropa 2016. Namun, meski tidak pernah mencatatkan menit bermain di kompetisi empat tahunan tersebut, Kabasele masih memiliki peminat. Usai menjalani transfer yang berliku, eks pemain KRC Genk ini akhirnya mendarat di Watford, usai kedua belah pihak setuju dengan mahar 8,95 juta euro.

Stefano Okaka

Sempat disebut sebagai salah satu wonderkid terbaik di Serie A, karier Okaka malah semakin tidak jelas. Keberadaan Mazzarri di Watford pada akhirnya ia pilih, setelah Anderlecht rela melepasnya di angka enam juta euro.

Younes Kaboul

Lubang di posisi bek tengah musim lalu membuat Mazzarri memutar otak di musim ini. Dari daftar pemain belakang berkualitas, nama Younes Kaboul akhirnya muncul. Kaboul yang didatangkan dari Sunderland tampaknya bakal menjadi salah satu pemain inti Watford, usai Sunderland menyetujui angka empat juta euro.

Brice Dja Djedje

Sektor kanan menjadi fokus Mazzarri di musim perdananya bersama Watford. Tak ingin sektor tersebut menjadi bulan-bulanan lawan, Mazzarri mengupayakan kedatangan pemain baru. Dja Djedje pun dipilih. Pemain berkewarganegaraan Pantai Gading tersebut didatangkan dengan biaya 3,6 juta euro.

Adrian Mariappa

Sektor bek tengah juga mendapat perhatian Mazzarri. Pergerakan cepat pun langsung diambil oleh eks pelatih Inter tersebut dengan mengambil Adrian Mariappa yang dilepas dengan status bebas transfer oleh Crystal Palace.

Jerome Sinclair

Untuk menambah kedalaman skuat, Mazzari juga bergerak cepat mengupayakan nama pemain muda. Pemain muda Liverpool, Jerome Sinclair pun didatangkan. Dilepas oleh Liverpool pada akhir musim 2015/16, Sinclair diprediksi bakal diberi kepercayaan tampil oleh Mazzarri meski akan sulit menjadi pemain reguler.

Juan Camilo Zuniga

Kesulitan mendapat status pemain inti membuat Zuniga lagi-lagi memilih peminjaman sebagai opsi terakhirnya. Setelah musim lalu hanya bermain untuk Bologna di Serie A, di musim ini Zuniga memutuskan untuk pergi ke Inggris, setelah mendapatkan persetujuan dari Napoli.

Kenedy

Sama seperti halnya Zuniga, Kenedy juga diberi kesempatan oleh Antonio Conte untuk melakoni masa peminjaman. Opsi ini dipilih Kenedy karena Chelsea lebih memilih untuk mendatangkan Marcos Alonso ketimbang memberi Kenedy kesempatan bermain di posisinya.

***

Transfer yang dilakukan oleh Watford pada awal musim ini membuktikan bahwa mereka begitu ambisius menyambut musim ini. Masalahnya, apakah banyaknya transfer yang mereka lakukan berbanding lurus dengan pencapaian mereka di akhir musim?

Komentar