EPL Masih Mengesampingkan Protokol Cedera Kepala

Sains

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

EPL Masih Mengesampingkan Protokol Cedera Kepala

Sebelum musim 2014-2015 ini bergulir, Liga Primer Inggris akhirnya melembagakan protokol cedera kepala (concussion protocol) untuk meminimalisasi bahaya gegar otak pada pemain sepakbola. Ini adalah protokol yang sangat dibutuhkan mengingat sepakbola sudah dianggap sebagai aktivitas yang berbahaya karena pemain terlalu sering mengalami cedera kepala dan hampir tidak pernah menerima perawatan yang tepat.

Hampir satu tahun setelah liga mengambil tindakan protokol itu, kita hanya belajar satu hal tentang perawatan cedera kepala di Liga Primer: aturan protokol tidak ada gunanya jika tidak ada yang melakukannya.

Ada banyak contoh kejadian cedera kepala yang terjadi di masa lalu, misalnya saja Petr Cech yang sampai sekarang masih terus memakai helm khusus ketika bermain. Thibaut Courtois juga pernah mengalami kejadian serupa di awal musim ini.

Atau pada Piala Dunia 2014 misalnya, ketika Christoph Kramer terbentur Ezequiel Lavezzi di pertandingan final sehingga membuatnya tidak banyak ingat soal pertandingan tersebut.

Selain Kramer, melihat kasus Cech dan Courtois di Liga Primer, contoh terbaru ternyata datang tidak jauh dari Chelsea. Pada pertandingan Hari Minggu (26/04) melawan tuan rumah Arsenal, kejadian serupa menimpa Oscar ketika ia ditabrak David Ospina.

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Sebelum melanjutkan, mari kita kesampingkan terlebih dahulu bahwa kejadian tersebut adalah aksi berbahaya yang patut diberikan penalti dan bahkan kartu merah untuk Ospina, karena kejadian tersebut jelas langsung berdampak pada permainan Oscar.

Kepala Oscar terbentur dan ia langsung terjatuh ke rumput. Kemudian dia tampak bingung dan berusaha untuk duduk.

Tidak ada keraguan bahwa, setidaknya, Oscar berpotensi menderita cedera kepala. Kemudian apa pengobatan yang dia terima? Dia berbicara dengan staf pelatih Chelsea, berjalan ke luar lapangan, dan kurang dari satu menit kemudian berlari kembali ke dalam lapangan.

Jadi mari kita cek kembali protokol cedera kepala Liga Primer yang pernah kami bahas sebelumnya. Tapi untuk sekedar mengingatkan beberapa hal:

"Aturan Premier League membuat jelas bahwa ketika ada kejadian cedera kepala serius yang terjadi di lapangan (di pertandingan atau latihan), putusan dokter/medis adalah final."

Mereka melewati bagian ini, Oscar langsung ditangani oleh staf pelatih Chelsea. Ia memang keluar lapangan, tapi ia tidak pernah kembali ke bangku cadangan. Dia ingin kembali bermain dan staf pelatih menyetujuinya.

"Peran dokter tunnel (persyaratan baru untuk semua pertandingan Liga Primer untuk menyertakan dokter tunnel) akan mendukung staf dokter/medis kesebelasan tuan rumah dan/atau tamu dalam membantu mengenali tanda-tanda cedera kepala."

Pada kenyataannya, Oscar tidak pernah sampai ke terowongan (tunnel), dan dua orang yang mengamati cedera Oscar adalah dua orang dari Chelsea (terlihat dari jaket mereka). Kecuali dokter tunnel di Emirates (yang biasanya disediakan oleh tim tuan rumah) memang mengenakan jaket Chelsea, berarti Oscar tidak pernah mendapat pengamatan dari dokter tunnel.

"Sehingga menjadi wajib bagi semua staf medis Premier League untuk membawa Concussion Recognition Tool"

Apakah Concussion Recognition Tool? Apakah ini hanya satu set panduan tentang pertanyaan, "Kira-kira Anda bisa bermain lagi?".

Jadi, apa yang kita pelajari di sini? Klub Liga Primer masih tidak menempatkan pemain sesuai dengan protokol cedera kepala, sehingga mereka tidak benar-benar peduli bahwa liga sudah percaya untuk melembagakannya kepada mereka.

Kami bahkan tidak percaya apakah olahraga sepakbola sudah menganggap cedera kepala adalah cedera yang serius, atau apakah protokol Liga Primer tersebut sudah cukup bagus.

Hal ini menjadi tidak terlalu penting karena bahkan tindakan terkecil yang telah diatur dalam protokol pun tidak (pernah) diikuti. Pada kenyataannya, banyak penelitian yang sudah menyampaikan bahwa cedera kepala adalah masalah besar, ini bisa mengakibatkan trauma pada bagian tubuh pusat pada manusia yang mengatur seluruh fungsi anggota tubuh: kepala, terutama pada anak-anak.

Jadi, bagaimana kabar Oscar kemudian? Ia bermain di sisa babak pertama, ia digantikan oleh Didier Drogba pada awal babak ke dua, kemudian ia dibawa ke rumah sakit.

Oscar kemudian berkicau di Twitter @oscar8, "Terimakasih, semuanya. Saya sudah merasa baikan!" Beruntung lah staf pelatih dan medis pada pertandingan di London Utara tersebut, karena mereka tidak mengikuti satu pun protokol yang sudah dibuat oleh pihak liga.

Jika Liga Primer saja tidak cukup, haruskah kita mengandalkan FIFA untuk lebih serius menangani masalah cedera kepala?

Sumber: Fusion, Sky Sports, ESPN, Premier League, Mirror, Express, Getty Images (foto)

Komentar