Yuri Zhirkov: Sisa-sisa Generasi Emas Rusia yang Menolak Redup

Cerita

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Yuri Zhirkov: Sisa-sisa Generasi Emas Rusia yang Menolak Redup

Stadion Luzhniki, Moskow, membeku pada 19 Oktober 2010. Bukan karena dinginnya suhu bulan Oktober, tetapi karena sebuah gol. Komentator dengan fasih meneriakkan nama "Zhirkov!". Kiper Spartak, Andriy Dykan, tidak dapat membendung sepakan voli kencang Yuri Zhirkov yang membuat Chelsea unggul 1-0 pada menit 23.

Itu merupakan gol pertama Zhirkov di kompetisi resmi bersama Chelsea. Terlebih, gol tersebut menjaring di gawang klub yang pernah menolaknya. Seakan Zhirkov menunggu momentum tepat untuk membalas dendam. Dan itu menjadi salah satu dari sedikitnya kenangan manis Zhirkov bersama The Blues.

Satu dekade sebelum kariernya mulai bersama Chelsea, membantu finansial keluarga adalah faktor utama Zhirkov berkecimpung di dunia sepakbola. Lahir dan besar di kota kecil Rusia, Tambov, Spartak Tambov merupakan satu-satunya pilihan Zhirkov untuk meniti karier profesional. Catatan 26 gol dari 74 bagi pemain yang berposisi sebagai winger cukup untuk menarik perhatian klub-klub besar Rusia.

Link streaming pertandingan UEFA Nations League: Turki vs Rusia

Tokoh sepakbola legendaris Rusia yang saat itu menjabat pelatih Spartak Moskow, Oleg Romantsev, memiliki pendapat lain dari kebanyakan pemandu bakat tentang potensi Zhirkov. Romantsev menolak kedatangan Zhirkov, dia tidak menyukai pemain dengan postur yang kurus dan terlihat lemah.

Singkatnya, Zhirkov bergabung dengan CSKA, rival satu kota Spartak. Ia menghadapi Spartak pada Piala Super Rusia 2004. Hasilnya, pasukan Romantsev ditekuk Zhirkov dan kolega dengan skor 3-1. Zhirkov membungkam Oleg dan mengangkat trofi perdananya.

Dengan sangat cepat, Zhirkov menangkap kesuksesannya bersama CSKA. Selama enam musim, pemilik gelar ijazah Diploma Teknik Pendidikan Universitas Negeri Tambov meraih total 11 trofi (dua gelar Liga Premier Rusia, empat Piala Rusia, empat Piala Super Rusia, dan satu Piala UEFA/Europa League).

Mengutip tulisan Anton Matveev untuk The Guardian, sikap Romantsev dapat dibayangkan seperti Liverpool yang menolak kedatangan sukarela Wayne Rooney, Real Madrid yang tidak paham sama sekali bakat spesial dari Lionel Messi, atau Tottenham yang tidak melihat potensi milik Thierry Henry.

Pemain Amerika Selatan terbaik sepanjang sejarah persepakbolaan Rusia dan eks penyerang CSKA, Vagner Love, pertama kali menyadari Zhirkov bukan sebagai pemain dari Rusia, melainkan Brasil.

“Saya memiliki keraguan besar apakah Zhirkov memang benar lahir di Rusia, saya lebih suka berpikir dia menghabiskan seluruh masa kecilnya di pantai Copacabana. Hanya ini yang dapat menjelaskan apa yang dapat dia lakukan dengan bola,” sebut Love.

Moncer di level klub, penampilan Zhirkov menular bersama Timnas Rusia. Zhirkov mendapatkan debutnya kurang dari satu tahun setelah menandatangani kontrak bersama CSKA Moskow.

Di bawah asuhan Guus Hiddink, Zhirkov hampir tidak tergantikan. Puncaknya terjadi pada Euro Austria-Swiss 2008. Generasi emas Rusia yang diisi pemain-pemain macam Igor Akinfeev, Sergei Ignashevich, Roman Pavlyuchenko, hingga Andrey Arshavin menembus babak semifinal. Hanya juara kompetisi, Spanyol, yang mampu menghentikan mereka.

Zhirkov sendiri masuk ke daftar 23 pemain Team of The Tournament. Di akhir tahun, Zhirkov juga masuk di 30 besar nominee Ballon d’Or yang tahun tersebut dimenangkan oleh Cristiano Ronaldo.

Setelah kompetisi tersebut, Zhirkov hampir selalu hadir di daftar skuad Rusia dalam turnamen-turnamen mayor macam Euro 2012, Piala Dunia 2014, Piala Konfederasi 2017, dan Piala Dunia 2018. Dia sempat mengumumkan pensiun usai Piala Dunia terakhir. Kendati demikian, dia kembali dipanggil Rusia pada Maret 2019 silam untuk Kualifikasi Euro 2020.

Kini, usia Zhirkov sudah mencapai angka 37 dan menolak untuk redup. Gol yang ia cetak ke gawang Spartak merupakan salam perpisahan bagi Chelsea. Setelah itu, Zhirkov pulang ke Rusia bersama Anzhi, Dynamo Moskow, dan terkini masih mempu membantu Zenit St. Petersburg meraih treble domestik musim 2019/20.

Pelatih Stanislav Cherchesov masih mengikutsertakannya di skuad Rusia dalam kompetisi UEFA Nations League 2020 kontra Turki, Senin (16/11/2020) dini hari waktu Indonesia, serta melawan Serbia tiga hari setelahnya. Zhirkov sudah tercatat tampil sebanyak 98 kali untuk Timnas Rusia. Dia berpotensi menyalip Vasili Berezutskiy (101) dan mengukuhkan diri sebagai pemilik caps terbanyak keempat sepanjang sejarah.

Di masa jeda internasional, Anda tidak akan kekurangan tontonan. Mola TV menayangkan pertandingan persahabatan, UEFA Nations League, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Italia vs Polandia pada Senin (16/11) pukul 02:45 WIB dapat Anda saksikan dengan mengeklik tautan ini.

Komentar