Tragedi Munich dan Cerita Persahabatan Real Madrid-Man United

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Tragedi Munich dan Cerita Persahabatan Real Madrid-Man United

Dalam beberapa tahun ini, bisa dibilang hubungan Manchester United dan Real Madrid semakin erat. Yang paling ketara adalah dari perpindahan pemain. Sebut saja David Beckham, Ruud van Nistelrooy, dan Cristiano Ronaldo, semuanya pindah dari United ke Madrid. Sementara di awal musim ini ada Angel Di Maria yang sebaliknya pindah dari Madrid ke United.

Bahkan, jika kita menanggapi rumor terbaru juga, David De Gea dikabarkan akan pindah ke Madrid dan juga Garteh Bale yang, anehnya, dikabarkan diincar oleh Setan Merah di jendela transfer musim dingin yang lalu.

Meskipun delapan tahun yang lalu Sir Alex Ferguson sempat kesal karena Madrid terus-menerus membujuk Ronaldo, hubungan antara dua kesebelasan bisa dinilai tetap cair.

Hubungan persahabatan yang kental ini ternyata sudah dibangun sejak lama, yaitu antara Santiago Bernabeu Yeste, yang namanya diabadikan menjadi nama stadion Madrid, dan Sir Matt Busby lebih dari setengah abad yang lalu.

Kisah persahabatan ini terungkap dalam buku John Ludden, A Tale of Two Cities: Manchester and Madrid 1957-1968. Pada artikel "How Real Madrid helped to rebuild Manchester United after Munich air disaster", Ludden mengatakan kepada The Independent, "Ketika Anda melihat kembali sejarah, Anda bisa melihat apa yang Real Madrid sudah lakukan untuk United setelah (tragedi) Munich", katanya, "Ini luar biasa."

Kehangatan antara Bernabeu dan Busby tumbuh dengan saling menghormati dari kesebelasan masing-masing, dan menyebabkan kemurahan hati saat United berada di titik terendah mereka.

Cerita ini tumbuh dari semi-final Piala Eropa (Piala Champions, atau setara dengan Liga Champions sekarang) pada April 1957. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Madrid dengan agregat 5-3, termasuk skor 2-2 di leg kedua di Old Trafford.

Bernabeu sangat terkesan dengan semangat dan kualitas tim muda United. Ia kemudian bahkan menawarkan Busby sebuah pekerjaan di Madrid. Busby, meskipun sangat ingin menang di Piala Eropa, menolak tawaran tersebut. Bagi Busby, ia hanya ingin juara bersama United.

Sepuluh bulan kemudian, tim muda United hancur oleh tragedi. Kecelakaan udara di Munich, tepat hari ini pada 57 tahun yang lalu, menewaskan delapan pemain, tiga staf, dan 10 orang lainnya.

Padahal mereka baru saja memenangkan pertandingan perempat-final Piala Eropa melawan Red Star Belgrade. Mimpi Busby menaklukkan Eropa akhirnya harus tertunda, atau mungkin dalam hal ini lebih tepat jika dikatakan "hancur lebur berantakan" akibat kecelakaan tersebut.

United kemudian kalah di semi-final melawan AC Milan tiga bulan setelah kecelakaan, tapi Milan dikalahkan 3-2 oleh Real Madrid di final. Bernabeu, mendedikasikan kemenangan kepada teman-temannya di Manchester, dan bahkan menawarkan United trofi Piala Eropa tersebut, meskipun United menolaknya.

Jika tawaran itu murni simbolik, tapi ternyata ada yang berbentuk materi juga. Yang paling signifikan adalah tawaran untuk meminjamkan United pesepakbola terbaik di dunia, Alfredo di Stefano untuk musim 1958-59.

"Bernabeu berbicara dengan Di Stefano tentang hal ini," kata Ludden. "Dia sebenarnya bersedia dipinjamkan sampai akhir musim dengan perjanjian United membayar setengah gaji dan Madrid setengahnya lagi. Namun FA memblokir perjanjian tersebut."

Jadi, kemudian Madrid membantu dengan cara yang berbeda. Mereka membuat umbul peringatan dengan nama-nama korban yang meninggal di Munich. Mereka menyebut umbul tersebut dengan "Champions of Honour", yang dijual di Spanyol dengan uang hasil penjualannya diberikan untuk United.

Ada tawaran juga untuk pengobatan korban yang terluka dan berduka untuk memulihkan diri di fasilitas mewah Madrid dengan tanpa biaya.

Ada juga serangkaian pertandingan persahabatan dengan penggalangan dana antara kedua kesebelasan. Serta biaya bencana Munich yang memang telah memukul keuangan United. Real Madrid dikenakan biaya 12.000 poundsterling untuk pertandingan tersebut, tapi Bernabeu mengatakan United "membayar dengan apapun yang Anda (United) mampu".

Pertandingan ini tidak hanya untuk amal. "Setelah tragedi, United bahkan tidak bisa bermimpi untuk bermain di Eropa, target saat itu lebih kepada agar United terus bertahan (di Divisi Satu, atau setara Liga Primer saat ini)," kata Ludden.

"Jadi, ide Busby adalah untuk menjaga ide Eropa tersebut agar selalu hidup untuk para suporter dan pemain. Ini memberi para pemain tingkat permainan Eropa, setidaknya, dari Ferenc Puskas dan Di Stefano, mereka harus berhadapan dengan lawan-lawan level seperti itu jika United ingin kembali ke Eropa."

Pada Oktober 1959, Madrid memenangkan pertandingan persahabatan pertama dengan skor 6-1 di depan 63.000 penonton di Old Trafford. Di Stefano, Puskas, dan Francisco Gento bermain dengan luar biasa.

Madrid juga memenangkan pertandingan berikutnya dengan skor 6-5, permainan yang luar biasa ditonton oleh 80.000 penggemar yang terpesona, yang bertepuk tangan untuk kedua kesebelasan.

Malam itu, Madrid mengadakan penjamuan penggalangan dana untuk keluarga korban dari Munich di mana Bernabeu mengatakan bahwa Busby "tidak hanya berani, tapi manusia terbesar yang pernah saya temui dalam sepakbola."

Pada pertandingan berikutnya, pada Oktober 1960, Puskas dan Di Stefano sedang diragukan karena cedera. Bernabeu kemudian bertanya kepada Busby jika ia ingin menunda pertandingan, tetapi manajer United bersikeras, dengan mengatakan bahwa Madrid "sudah seperti keluarga".

Puskas dan Di Stefano sangat terkesan sehingga mereka tetap bersemangat untuk bermain. Pertandingan itu juga dimenangkan oleh Madrid dengan skor 3-2.

United semakin dekat dan dalam pertandingan berikutnya pada Desember 1961, mereka mengalahkan Madrid 3-1. Pada September juga mereka menang 2-0 di Bernabeu.

United memenangkan Piala FA pada musim itu, trofi pertama setelah tragedi Munich, dan juga gelar Liga Inggris sebelum akhirnya berhasil meraih Piala Eropa pada tahun 1968. Pada tahun 1968 itu, United bahkan berhasil mengatasi Madrid di semi-final dalam perjalanan mereka ke penantian 10 tahun Busby.

"Jika ada tim yang mengalahkan kami dan menjadi juara (Eropa), maka saya senang jika itu adalah mereka," kata Bernabeu dengan ramah setelah itu. Dia telah memainkan perannya sendiri dalam kebangkitan mereka.

Baca juga

Menghormati Busby

Tragedi Munich 1958

Jimmy Murphy, Dia yang Membangun United dari Puing Reruntuhan Munich

Sang Pilot Pesawat dari Tragedi Munich Ituâ?¦.

Tugu-tugu yang Mengabadikan Tragedi

Tragedi Munich dan Cerita Persahabatan Real Madrid-Man United

The Flowers of Manchester: Ketika Band Liverpool Menghormati Tragedi Munich

Sepotong Ingatan dari Para Penyintas Tragedi Munich






Diolah dari The Independent

Komentar