Meninjau Adaptasi Youssoufa Moukoko

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Meninjau Adaptasi Youssoufa Moukoko

Youssoufa Moukoko memecahkan rekor debutan termuda Bundesliga saat turun menghadapi Hertha Berlin, 21 November lalu. Sehari sebelumnya, pemain berdarah Kamerun ini baru resmi menginjak usia 16, batas umur legal untuk bermain di Bundesliga. 17 hari kemudian, Moukoko kembali memecahkan rekor debutan termuda, kali ini di ajang Liga Champions saat Dortmund menghadapi Zenit St. Petersburg.

Moukoko mendapat banyak sorotan pada usia yang masih muda. Betapa tidak, rekor golnya di tim muda Dortmund sangat spektakuler. Ia mencetak 141 gol dari 88 pertandingan tim junior die Borussen. Publik pun tak sabar menanti kiprah wonderkid istimewa ini di level senior.

Cederanya Erling Haaland pada awal Desember di atas kertas memberi kesempatan Moukoko menempati pos striker utama. Di skuad Dortmund, hanya mereka berdua yang berposisi natural sebagai penyerang tengah.

Link streaming pertandingan Bundesliga: Borussia Dortmund vs VfB Stuttgart

Namun, Lucien Favre punya rencana lain. Pelatih asal Swiss itu cenderung memainkan Julian Brandt, Marco Reus, atau Thorgan Hazard sebagai penyerang tengah dalam formasi 3-4-3 dan 3-5-2. Pilihan ini, selain didasari alasan taktikal, juga sebagai langkah melindungi Moukoko dari tekanan berlebihan.

Favre tak tergesa mendorong Moukoko naik level, kendati ia melihat bakat besar di sana. Musim ini, dari empat pertandingan, striker kelahiran Yaounde, Kamerun, itu mendapat menit bermain sebanyak 108. Ia bermain paling lama 45 menit ketika timnya ditahan imbang Eintracht Frankfurt di Spieltag 10 lalu.

Sejak jauh hari, Dortmund telah menegaskan hendak melindungi bintang mudanya dari ekspektasi berlebihan. Koordinator pengembangan pemain muda Dortmund, Lars Ricken, menyebut die Borussen dan pihak keluarga sepakat untuk tak mengorbitkan Moukoko dengan terburu-buru.

“Kami ingin memberinya perlindungan sebaik mungkin dan tak menempatkannya di atas sebuah panggung. Ini adalah keputusan dari klub dan pihak keluarga sang pemain untuk tidak mendorong bakat yang sangat menjanjikan ini menjadi pusat perhatian,” kata Ricken.

Di sisi lain, Moukoko harus beradaptasi menghadapi pemain level senior yang lebih berpengalaman. Menghadapi Martin Hinteregger atau Dedryck Boyata tentu beda jauh dibanding menghadapi bek-bek Bundesliga U-19, yang bisa dia taklukkan dengan mudah di kompetisi yang memungkinkannya mencetak gol untuk bersenang-senang.

Musim ini, Moukoko memang belum mencetak gol untuk tim senior Dortmund. Tetapi yang lebih penting adalah ia mulai terbiasa dengan pertandingan tingkat utama.

Moukoko pun coba membawa karakter permainannya ke level yang lebih tinggi. Di tim muda Dortmund, Moukoko dikenal pandai mencari ruang tembak dan merepotkan bek-bek lawan dengan kecepatannya. Kebanyakan golnya dicetak di dalam kotak penalti. Sebagai penyerang tengah, ia juga suka mencuri ruang di antara dua bek dan menjadi outlet utama serangan balik.

Tembakan rendah dengan kaki kiri adalah cara penyelesaian favorit Moukoko. Di Bundesliga U-19, ia sering melakukan gerakan tipuan untuk mendapat sudut tembak dengan kaki terkuatnya. Namun, di kompetisi level senior, bek lebih mudah mematahkan gerakan ini. Dari 108 menit pertandingan level senior, Moukoko baru melepaskan empat tembakan sejauh ini (satu di antaranya tepat sasaran).

Rekan Moukoko di tim senior Dortmund, Emre Can, yakin bahwa striker berusia 16 tahun itu akan berhasil mengatasi proses adaptasinya. Eks pemain Liverpool itu menyebut Moukoko hanya butuh waktu.

“Anda tahu dia memiliki bakat yang sangat besar, dan tentu saja agak berbeda baginya untuk bermain di sini [Bundesliga] karena semuanya lebih cepat dan para pemain bertahan lebih kuat. Anda harus beradapatasi dengan itu, tetapi saya pikir dia akan melaluinya,” kata Can.

Dortmund memutuskan bahwa adaptasi Moukoko harus dilakukan secara pelan-pelan. Dan publik harus bersabar untuk menanti aksinya di atas lapangan. Model adaptasi seperti ini sebelumnya dilakukan ke Giovanni Reyna dan berhasil. Pada 2019/20, meski mendapat debut pada Januari, Reyna harus menunggu hingga Juni untuk mendapat start pertamanya. Sisanya, kita tahu, pemain asal Amerika Serikat itu tampil impresif di Bundesliga musim ini.

Borussia Dortmund akan menjamu VfB Stuttgart pada Sabtu (12/12) pukul 21.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar