Rashford: Pemuda Manchester yang Harus Menunggu

Analisis

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Rashford: Pemuda Manchester yang Harus Menunggu

Tidak ada awal karier yang lebih cemerlang daripada karier Marcus Rashford sekarang ini. Waktu belum banyak berlalu sejak pemain Manchester United ini mencetak gol di debutnya di Liga Europa UEFA, diikuti dengan dua golnya pada debut di Liga Primer Inggris menghadapi Arsenal beberapa hari setelahnya, dilanjutkan lagi dengan mencetak gol di debutnya di tim nasional senior Inggris saat pertandingan persahabatan menjelang Piala Eropa 2016, dan terakhir adalah pekan ini ketika ia mencetak tiga gol dan mencatatkan diri sebagai man of the match di debutnya bersama timnas U21 Inggris.

Usianya baru 18 tahun tapi namanya sudah dieluk-elukkan oleh pendukung Manchester United dan juga timnas Inggris.

Tidak dipanggil ke timnas senior tidak menjadi masalah bagi Rashford, karena manajer timnas senior Inggris, Sam Allardyce, menyaksikan langsung aksi Rashford saat debut mengalahkan Norwegia dengan skor 6-1 di timnas U21 tersebut.

“Penting sekali [Allardyce hadir]. Timnas senior Inggris memiliki manajer baru dan mereka bermain baik. Semua orang bekerja keras untuk masuk ke sana, jadi penting sekali ia ada di sini menyaksikan perkembangan kami [timnas U21],” kata Rashford seperti yang kami kutip dari BT Sport.

Rashford, yang mencetak gol penalti pertamanya dalam karier sebagai pemain profesional pada pertandingan melawan Norwegia tersebut, sedang dalam penampilan yang berapi-api menjelang derby Manchester akhir pekan ini, yang akan membuat José Mourinho mempertimbangkannya.

“Itulah yang ingin Anda lakukan sebagai pemain muda, yaitu memberikan manajer Anda keputusan untuk memainkan Anda atau tidak. Aku menantikannya [keputusan Mourinho di derby Manchester].”

Manajer timnas U21 Inggris, Gareth Southgate, juga memuji Rashford, terutama mentalnya sebagai pemain.

“Salah satu elemen penting adalah bahwa pemain tidak terganggu oleh apa pun yang dilemparkan pada mereka,” kata Southgate kepada Manchester Evening News. “Itu tampaknya akan menjadi apa yang telah terjadi sejauh ini dengan Marcus dan aku yakin itu memengaruhi kariernya.”

“Dari sudut pandangku adalah tentang bagaimana kita mampu membuat pekan ini sebagai pengalaman belajar untuknya dan memberinya kesempatan terbaik. Jika Anda melihat pemain top, pada akhirnya mental adalah faktor pembeda,” tutup Southgate.

“Menyimpan” Rashford adalah keputusan tepat

Dari beberapa paragfaf di atas, kita pastinya tahu jika Rashford seolah ditakdirkan menjadi pemain besar. Tapi sepertinya Mourinho berniat untuk “menyimpan” pemain yang akan berusia 19 tahun pada 31 Oktober nanti. Keputusan yang kebanyakan ditentang.

Rashford adalah pemain bertalenta yang sedang lapar-laparnya, dan tidak seperti kebanyakan pengkritik, kami justru berpendapat apa yang dilakukan Mourinho adalah sesuatu yang tepat.

Jangan salah sangka dahulu, kalau hanya melihat kualitasnya dan mengesampingkan usianya, Rashford sangat pas untuk menjadi penyerang utama di mayoritas kesebelasan Liga Primer. Jadi, ia pasti akan mendapatkan kesempatan. Kesempatan yang ia dapatkan pun berhasil dimanfaatkan dengan baik, yaitu mencetak gol ke gawang Hull City pada pertandingan Liga Primer terakhir “Setan Merah”.

Apa yang dilakukan Mourinho, ditambah dengan kehadiran Zlatan Ibrahimović di barisan penyerangan Manchester United, sebenarnya bermaksud untuk membuat perkembangan Rashford berada pada kecepatan yang stabil.

Halaman selanjutnya: Bahayanya perkembangan yang terlalu cepat

Komentar