Yang Terjadi di Ruang Ganti Saat Rivierderby

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penyunting dan penulis. Penanggung jawab rubrik Cerita, PanditSharing, dan Backpass.

Yang Terjadi di Ruang Ganti Saat Rivierderby

FC Schalke 04 mencetak empat gol balasan untuk mencuri satu poin dari kekalahan yang tampak mutlak di kandang Borussia Dortmund. Dari yang terlihat di lapangan, Schalke bisa memutar balik keadaan dari (Schalke) 0-4 menjadi (Schalke) 4-4. Itu berhasil mereka lakukan karena Domenico Tedesco menerapkan pergantian-pergantian yang tepat sehingga timnya bisa mendominasi, dan mencetak empat gol gila, di babak kedua.

Pengakuan Ralf Fahrmann, yang diungkap situs resmi Bundesliga hari ini (27/11), memberi pandangan baru terhadap pertandingan yang, bisa jadi, merupakan Revierderby terbaik sepanjang masa.

“Sulit menganalisis pertandingan segila ini,” ujar Tedesco dalam jumpa pers pasca pertandingan, Minggu (26/11) dini hari WIB. “Kedua pelatih kepala akan membutuhkan beberapa waktu untuk memperbaiki semua kesalahan yang dilakukan kedua tim di pertandingan ini. Kalau saya boleh jujur, saya tidak percaya kami bisa pulang dari sini dengan satu poin, mengingat penampilan kami di babak pertama. Karenanya, satu poin ini terasa lebih manis. Dari sudut pandang sepakbola, penampilan kami di babak kedua luar biasa dan saya hanya bisa memuji para pemain untuk itu.”

Pernyataan Naldo, pencetak gol keempat Schalke, mengisyaratkan bahwa Tedesco tidak sepenuhnya jujur.

“Mengejar ketinggalan dalam pertandingan derby seperti itu … usiaku 35 dan aku tidak pernah mengalami hal seperti ini sepanjang karierku,” ujar Naldo sebagaimana dikutip dari situs resmi Schalke. “Penampilan kami di babak kedua luar biasa. Kami menciptakan peluang demi peluang, peluang demi peluang. Pelatih kepala saat turun minum berkata kepada kami, kami harus melupakan semuanya dan memasuki babak kedua seperti pertandingan baru.”

“Di babak pertama, BVB mencetak gol dari setiap peluang yang mereka miliki,” lanjut sang pemain belakang. “Setelah turun minum, kami membayangkan skornya 0-0 dan keluar dari ruang ganti dengan kepercayaan diri. Setelah kami mencetak gol pertama, Dortmund terlihat menciut. Seketika saja skornya jadi 4-4! Sinting sekali! Aku tidak akan pernah melupakannya. Aku bangga kepada kami semua.”

Pernyataan Naldo memberi sedikit gambaran mengenai alasan psikologis yang menyertai alasan taktis di balik kegilaan babak kedua. Pernyataan pengiring yang diungkap oleh Fahrmann menegaskan kebenarannya.

“Pelatih [kepala, Tedesco] mengumpulkan kami dan kami duduk sangat rapat. Lalu ia berlutut di depan kami dan berkata kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan seketika itu juga, bahwa satu babak pertandingan sepakbola seperti itu selalu bisa terjadi,” ujar Fahrmann sebagaimana dikutip dari situs resmi Bundesliga.

“Kami harus menjalani pertandingan dengan berbeda di babak kedua, mengerahkan semua kemampuan dan memasuki babak kedua seolah memasuki pertandingan baru,” lanjut sang kapten kesebelasan. “Ia mengingatkan kami bahwa Dortmund sedang menjalani masa sulit dan jika kami dapat mencetak satu gol balasan, mereka bisa gugup.”

Komentar