Waspada, Juventus!

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Waspada, Juventus!

Ini adalah musim ketiga Pep Guardiola menangani Bayern München. Bisa jadi, malah, ini yang terakhir. Ia masih belum mau menandatangani perpanjangan kontrak yang Bayern ajukan. Walau tidak memperpanjang masa bakti adalah keinginannya, Pep tetap harus memberi salam perpisahan terbaik. Itu artinya tiga gelar juara musim ini.

Bayern sudah mengamankan status juara paruh musim dan tampak sulit dikejar hingga akhir musim. DFB-Pokal pun tampaknya bukan masalah. Tugas terberat Pep adalah memastikan trofi Champions League, piala yang belum ia menangi bersama Bayern, mendarat di Allianz Arena. Masih panjang jalan yang harus Bayern tempuh, dan untuk menjadi juara Pep harus mengatasi lawannya satu demi satu. Lawan terdekat adalah Juventus, finalis musim lalu.

“Ini akan menjadi dua pertandingan yang sangat besar,” ujar Pep setelah hasil undian 16 besar Champions League diumumkan, “Juventus adalah salah satu kesebelasan terbaik di Eropa. Mereka tidak memulai liga dengan baik namun mereka telah bangkit. Mereka memiliki mental yang luar biasa. Pada Februari saya baru bisa menunjukkan kepada Anda bagaimana performa kami, bukan sekarang. Juve adalah lawan terberat (yang mungkin Bayern hadapi) dalam undian, selain Paris Saint-Germain. Jika Anda menilai ini 50-50, katakanlah 50-50; saya tidak tahu.”

Dari apa yang ia katakan Pep tampak mengenal calon lawannya. Juventus yang terseok-seok di awal musim mulai stabil. Mereka memenangi enam pertandingan terakhir di Serie A, setelah hanya tiga kali menang dalam sepuluh pertandingan sebelum itu. Dengan enam kemenangan tersebut Juventus menyamai catatan impresif musim lalu. Dengan modal enam kemenangan ini Juventus akan terus memperbaiki diri hingga akhirnya berjumpa dengan Bayern pada 23 Februari di Turin dan 16 Maret di München.

“Ini pertemuan historis,” ujar Pavel Nedv?d, vice chairman Juventus, “Kami harus berhadapan dengan salah satu unggulan juara Champions League terbesar musim ini, kami tahu itu, namun kami ingin memaksimalkan peluang yang kami miliki, walau kami tahu seberapa sulitnya itu. Kami berhadapan dengan kesebelasan yang sangat besar. Masih ada dua bulan hingga pertandingan berlangsung. Kami akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan akan berada dalam kondisi terbaik demi peluang terbaik ketika menghadapi Bayern.”

Juventus dapat bergantung kepada Mario Mandžuki? untuk memuluskan jalan mereka ke perempat final. Pernah juara Champions League bersama Bayern, bukan tidak mungkin Mandžuki? akan menjadi pemain yang menyudahi ambisi Bayern keluar sebagai juara musim ini.

“Juventus memiliki pemain-pemain yang sangat cerdas dan tentu saja dalam diri Mario Mandžuki? mereka memiliki seorang pencetak gol kelas satu, yang kami kenal dengan baik karena pernah di München,” ujar Thomas Müller, “Di Champions League kami selalu memiliki pengalaman yang baik bersama Juve. Saya secara pribadi tidak sabar bermain di Juventus Stadium. ini akan menjadi pengalaman berharga.”

Sementara Mandžuki? menunggu lebih dari satu setengah tahun untuk berhadapan dengan bekas kesebelasannya, tidak begitu dengan Arturo Vidal dan Kingsley Coman yang baru bergabung dengan Bayern dari Juventus musim ini. Mengenai pengalaman baik bersama Juve yang Müller katakan, bisa jadi itu mengenai pertemuan-pertemuan terbaru kedua kesebelasan.

Dalam perjalanan menjadi juara pada 2013, Bayern mengalahkan Juventus dengan skor yang sama (2-0) di kedua leg perempat final. Kekalahan leg kedua di Turin (lewat gol Mario Mandžuki? dan Claudio Pizarro) adalah kekalahan kandang terakhir Juventus di level Eropa. Kali ini Bayern tidak berhadapan dengan Juventus di perempat final, namun di putaran mana pun kedua kesebelasan bertemu, mengalahkan Juventus adalah syarat yang harus Bayern penuhi untuk menjuarai Champions League musim ini.

Komentar