Ryan Giggs di Antara Para Calon Manajer Everton dan Leicester

Berita

by redaksi

Ryan Giggs di Antara Para Calon Manajer Everton dan Leicester

Liga Primer Inggris bagaikan magnet bagi sepakbola dunia. Hal ini tidak hanya berlaku bagi para pemain, tapi juga bagi para manajer atau pelatih kepala (head coach). Setelah Craig Shakespeare dan Ronald Koeman masing-masing diberhentikan sebagai manajer Leicester City dan Everton, sudah banyak calon manajer baru yang masuk ke daftar antrean.

Untuk sementara ini, Michael Appleton (Leicester) dan David Unsworth (Everton) ditunjuk sebagai caretaker. Appleton sudah berhasil menang 2-1 di kandang Swansea City pada pertandingan pekan kesembilan. Kemudian Koeman baru saja dipecat setelah Everton kalah 5-2 atas tamunya, Arsenal, sehingga Unsworth baru akan memainkan pertandingan pertamanya sebagai caretaker pada pertandingan Piala Liga Inggris (Carabao Cup) menghadapi Chelsea di tengah pekan ini.

Unsworth sendiri adalah mantan bek Everton. Tapi itu tidak lantas membuat posisinya aman untuk menjadi manajer sampai akhir musim. Shakespeare juga sebelumnya adalah caretaker setelah Claudio Ranier dipecat dari Leicester. Bersama dengan kondisi yang ada di Leicester, hal ini membuat gosip mengenai siapa manajer mereka selanjutnya sudah mulai berhembus, terutama dari media-media di Inggris.

Baca juga alasan dipecatnya Ronald Koeman: Kompleksnya Permasalahan Everton

Beberapa manajer yang sedang menganggur antara lain adalah David Moyes (terakhir sebagai manajer Sunderland), Alan Pardew (Crystal Palace), Aitor Karanka (Middlesbrough), Mike Phelan (Hull City), Frank de Boer (Crystal Palace), Walter Mazzari (Watford), Francesco Guidolin (Swansea City), sampai Ryan Giggs (caretaker Manchester United). Mereka semua sudah memiliki pengalaman di Liga Primer.

Sementara beberapa nama dari luar negeri antara lain ada Thomas Tuchel (Borussia Dortmund), Carlo Ancelotti (Bayern M√ľnchen), Paulo Sousa (Fiorentina), dan Laurent Blanc (Paris Saint-Germain).

Mencoba out of the box dari daftar di atas, The Mail menghembuskan kabar jika Sean Dyche, manajer Burnley saat ini, dihubungkan akan menggantikan posisi Koeman. Kemudian The Sun menghubungkan Everton dengan Ancelotti, Times berspekulasi jika Unsworth akan menjadi manajer permanen, dan The Star membuat gosip untuk Giggs.

Pertama, gosip mengenai Dyche beredar karena ia dikabarkan ingin berada lebih dekat dengan keluarganya. Pindah ke daerah yang lebih di selatan adalah salah satu solusi bagi Dyche, menurut tambahan informasi dari Telegraph. Padahal, jarak Burnley ke Liverpool (kota tempat kesebelasan Everton) tidak terlalu jauh, kecuali ke Liecester yang lebih ke selatan, dan lebih dekat kepada keluarganya di Northampton.

Baru Giggs yang berkomentar

Selain Dyche, Eddie Howe juga dikabarkan oleh Telegraph bisa saja pindah dari Bournemouth ke Everton, begitu juga dengan Marco Silva yang saat ini adalah manajer Watford. Masih dari sumber yang sama, Everton dikabarkan akan sangat cocok dengan filosofi Silva.

Tapi gosip tetaplah gosip. Sampai saat ini, hanya Giggs yang baru berkomentar.

"Aku pikir jika kalian lihat dua tim itu, Leicester adalah juara [Liga Primer] dua musim yang lalu, Everton adalah kesebelasan yang fantastis dengan sejarah yang fantastis. Untukku, kesebelasan-kesebelasan ini adalah kesebelasan yang membuatku tertarik," kata Giggs, dikutip dari Sky Sports.

"Namun, ada banyak pelatih di luar sana yang akan tertarik di posisi-posisi tersebut," tambah legenda Manchester United tersebut. Sebelum menjadi caretaker dan kemudian asisten Louis van Gaal di United, Giggs digadang-gadangkan oleh Sir Alex Ferguson memiliki karakter yang cocok untuk menjadi manajer sepakbola yang sukses.

Di awal musim ini, majalah FourFourTwo bahkan memasukkan Giggs ke dalam "99 Things We Want from the New Season" untuk menemukan kesebelasan baru.

"Aku sebelumnya pernah bilang jika aku terbuka kepada kesebelasan yang memiliki ambisi sepertiku," lanjut mantan pemain asal Wales tersebut. "Aku ingin meningkatkan kesebelasan dan para pemainnya, untuk menikmati bekerja dengan mereka dan para pemain menikmati tantangan."

"Ada banyak kesebelasan di Liga Primer yang bisa menjadi pekerjaan yang bagus, tapi juga di Championship dan League One. Itu lebih kepada filosofi untukku dibandingkan dengan status kesebelasan," tutup Giggs. Namun sepertinya kesebelasan tersebut bukan Liverpool. Ya, kan, Giggs?

Manajer dari luar Inggris adalah pilihan menarik

Di samping Dyche, Howe, Silva, dan Giggs, beberapa manajer dari luar Inggris, yang sudah disebutkan di atas, juga menjadi pilihan yang menarik untuk Leicester dan Everton, terutama untuk Everton yang terlihat lebih mentereng dengan rekrutan-rekrutan mereka di awal musim ini.

Kedua kesebelasan kemungkinan besar akan sangat senang jika mereka bisa menarik perhatian Tuchel atau Ancelotti. Mereka sebenarnya tertarik-tertarik saja untuk menangani kesebelasan Liga Primer. Namun, kemungkinan mereka lebih ingin menangani kesebelasan yang bermain di Liga Champions UEFA.

Hal ini membuat Tuchel atau Ancelotti sebaiknya menunggu saja jika salah satu manajer dari kesebelasan "papan atas" seperti Arsenal atau Chelsea memberhentikan manajer mereka.

Semenarik-menariknya prospek kedatangan manajer asing di Liga Primer, sepertinya tidak akan semenarik jika David Moyes kembali menangani Everton. Atau mungkin Koeman gantian menangani Leicester? Semuanya bisa terjadi di sepakbola, meski untuk kasus ini, baru Giggs yang benar-benar mengeluarkan komentarnya.

Baca juga: Berakhir Pekan bersama David Moyes

Komentar