Memahami Keputusan "Aneh" Koeman yang Memilih Everton

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Memahami Keputusan "Aneh" Koeman yang Memilih Everton

Menurut laporan terbaru, Ronald Koeman akan diperkenalkan menjadi manajer baru Everton dalam 48 jam ke depan atau pada 10 Juni 2016. Kesepakatan ini terjadi setelah pihak Southampton, kesebelasan asuhan Koeman sebelumnya, menerima kompensasi sebesar 5 juta paun (lebih dari 96 milyar rupiah) dari kesebelasan asal Kota Liverpool tersebut.

Pemilik Everton, Farhad Moshiri, memang sudah lama mengincar Koeman sebagai kandidat terkuatnya untuk menggantikan Robertino Martinez yang dipecat menjelang akhir musim lalu. Moshiri juga dikabarkan akan membayar manajer asal Belanda tersebut dengan gaji sebesar 6 juta paun per musim.

Hijrah dari Southampton, yang musim lalu menduduki peringkat ke-6 dan lolos ke kompetisi Liga Europa UEFA, menuju Everton, yang musim lalu menduduki peringkat ke-11 dan tanpa kompetisi Eropa di musim yang akan datang, tentunya menjadi sebuah tanda tanya besar.

Manajer berusia 53 tahun ini tidak dimungkiri lagi merupakan salah satu manajer yang paling konsisten dan menjanjikan di Liga Primer Inggris. Banyak yang bicara bahwa mantan manajer Ajax, Valencia, dan Benfica ini ditakdirkan untuk kesebelasan besar. Namun sejujurnya, pindah ke Everton adalah sebuah langkah mundur, atau setidaknya selevel, bukan langkah naik.

Kita bisa mengira berbagai macam alasan. Tapi Moshiri sendiri memang menjanjikan sesuatu yang sangat besar untuk kesebelasan yang bermarkas di Goodison Park ini. Miliuner keturunan Iran ini menjanjikan “sebuah angka anggaran belanja terbesar sepanjang sejarah Everton” yang menurut Daily Mail mencapai 100 juta paun, atau hampir mendekati 2 trilyun rupiah.

Apa yang bisa Koeman lakukan dengan uang sebanyak ini?

Pekerjaan pertama Koeman nantinya sebagai manajer Everton

Banyak hal bisa terjadi dari uang sebesar 100 juta paun yang menjadi modal pada jendela transfer di musim panas. Uang adalah pendekatan paling singkat untuk kesuksesan (jangka pendek).

Tapi pekerjaan utama Koeman nantinya sebenarnya bukan untuk membeli banyak pemain, melainkan untuk mempertahankan pemain-pemain penting Everton. John Stones, Romelu Lukaku, sampai Ross Barkley adalah tiga pemain utama yang paling digosipkan untuk pindah.

Jika Koeman berhasil membujuk ketiga pemain ini, atau setidaknya tidak semuanya, untuk tidak pergi, maka pekerjaannya akan semakin ringan apalagi dengan modal 100 juta paun.

Kemusian satu posisi yang sepertinya Koeman harus cepat-cepat fokuskan adalah pada penjaga gawang. Tim Howard yang memutuskan untuk kembali ke MLS bersama Colorado Rapids, ditambah tidak terlalu meyakinkannya penampilan Joel Robles, membuat Everton sepertinya harus mencari penjaga gawang baru.

Ada banyak nama yang bisa disasar di pasar belanja pemain. Melihat kesempatan dan kecenderungan Koeman, ia bisa saja mengambil penjaga gawang yang sudah berpengalaman di Liga Primer atau yang sudah ia kenal.

Nama Tim Krul adalah nama yang cukup realistis mengingat ia berpengalaman di Liga Primer, sama-sama berasal dari Belanda, dan kesebelasannya saat ini yaitu Newcastle United, terdegradasi ke Divisi Championship. Tapi Krul sedang mengalami cedera, jadi jika The Toffees menginginkan akuisisi yang lebih pasti, mereka harus mencari ke tempat lain.

Bersiap mencari pengganti Stones, Barkley, dan Lukaku

Kemudian selain penjaga gawang, posisi bek tengah juga merupakan posisi yang harus cepat-cepat ditambal oleh Koeman. Bek tengah Everton saat ini, selain Stones yang terus digosipkan antara pindah ke Manchester City atau Manchester United, adalah Phil Jagielka, Ramiro Funes Mori, dan bek muda Matthew Pennington.

Virgil van Dijk merupakan bek kepercayaan Koeman di Southampton, dan sudah sangat umum jika manajer pindah ke kesebelasan baru, maka ia akan membawa setidaknya satu pemain favoritnya. Van Dijk adalah salah satu favorit Koeman.

Selain menjadi pilihan utama, statistik Van Dijk juga sudah disejajarkan dengan Chris Smalling dan Toby Alderweireld, dua bek tengah terbaik Liga Primer musim lalu, dan bahkan lebih baik daripada Stones.

Hal yang sama juga berlaku untuk Sadio Mane yang bisa mengikuti jejak manajernya ke kesebelasan baru. Mane adalah pemain yang serba bisa. Ia bisa bermain di posisi manapun di sayap maupun lini depan. Apalagi jika Everton kehilangan Barkley, maka Mane merupakan opsi yang paling tepat, meskipun belum tentu juga Mane ingin pindah ke Everton.

Sedangkan pekerjaan terberat Koeman mungkin jika Lukaku pergi. Tidak mudah menggantikan penyerang yang produktif seperti Lukaku. Saat ini Everton hanya memiliki Oumar Niasse, Arouna Koné, dan penyerang muda, Conor McAleny.

Tapi jika Koeman mau menengok ke negaranya sendiri, ia akan dengan mudah menemukan penyerang dengan tipe serupa, yaitu Vincent Janssen. Penyerang asal AZ Alkmaar ini mencetak 27 gol dalam 34 pertandingan. Sementara Lukaku berhasil mencetak 18 gol dari 37 pertandingan.

Dua hal yang sama dari kedua penyerang ini adalah tipikal mereka untuk unggul di udara dengan 35% dan juga tingkat akurasi tembakan mereka yang mencapai 55%. Kemudian menurut Daily Mail, Janssen sendiri sebenarnya sudah dipantau oleh pihak Everton dari awal tahun ini.

Aneh, tapi masih bisa lebih aneh

Sebelum Koeman dikabarkan menyetujui kontrak, Everton dikabarkan melakukan pendekatan juga kepada Frank de Boer, Manuel Pellegrini, dan Unai Emery. Namun Koeman-lah yang merupakan kandidat favorit Moshiri.

Keputusan Koeman memang tergolong aneh untuk pindah ke Everton yang, jika tidak bisa dibilang levelnya lebih rendah daripada Southampton, ya, selevel, lah. Tapi hal yang lebih aneh mungkin saja bisa terjadi, Squawka sempat memprediksi hal ini akan terjadi, yaitu Roberto Martinez menjabat sebagai manajer baru Southampton.

Komentar