Serie A Team of the Year 2015/2016 Versi Panditfootball

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Serie A Team of the Year 2015/2016 Versi Panditfootball

Serie A kembali menjadi milik Juventus. Pada musim 2015/2016 ini, skuat berjuluk Si Nyonya Tua, meraih trofi kelima beruntunnya dalam lima musim terakhir. Kesebelasan lain pun harus mengakui bahwa Juventus masih terlalu kuat di Serie A.

Tapi di sepanjang musim ini, tak hanya Juventus yang tampil mengesankan. Sejumlah pemain pun memberikan kontribusi besar bagi kesebelasannya masing-masing. Tapi tak seperti Liga Primer yang sudah mengumumkan daftar pemain terbaiknya jelang akhir musim, Serie A Team of the Year biasanya diumumkan pada akhir tahun.

Meskipun begitu, kami mencoba memilih sejumlah nama yang kami rasa tampil impresif bagi kesebelasan yang dibelanya pada musim ini. Berikut daftar 22 pemain yang layak masuk ke daftar Serie A Team of the Year 2015/2016 versi kami:

Kiper

Dalam keberhasilan Juventus, peran sang kapten, Gianluigi Buffon, tentunya tak bisa terelakkan. Sejumlah penyelamatan demi penyelamatan semakin menunjukkan kualitasnya meski kini ia sudah berusia 38 tahun ini.

Musim ini, Buffon mencatatkan 21 clean sheet dari 35 kali penampilan. Dalam 35 penampilannya tersebut, ia berhasil mementahkan 63 tembakan lawan dan hanya kebobolan 17 gol. Persentase Buffon menahan tembakan merupakan yang tertinggi di Serie A dengan 79%.

Kandidat terkuat yang bisa menyaingi Buffon sebagai portiere terbaik musim ini adalah kiper Internazionale Milan, Samir Handanovic. Dari 36 kali penampilan, Handa berhasil menahan 88 tembakan. Meski lebih banyak menahan bola dari Buffon, namun jumlah kebobolan kiper asal Slovenia ini dua kali lipat dari torehan gol Buffon, 34 gol. Persentase menahan bola Handa tertinggi kedua dengan 72%.

Secara statistik, Buffon unggul dari Handanovic. Dengan keberhasilan Juventus menjuarai Serie A, bahkan mencatatkan rekor clean sheet terlama sepanjang sejarah Serie A musim ini, Buffon layak kembali terpilih untuk keempat kalinya di Serie A Player of the Year, terbanyak bersama Andrea Pirlo.

Bek Kanan

Setelah era Christian Maggio berakhir, dalam dua musim terakhir, Matteo Darmian menjadi pemain terbaik Serie A pada posisi bek kanan. Namun mantan bek Torino tersebut sudah hijrah ke Manchester United pada awal musim ini.

Dari sejumlah nama, Alessandro Florenzi tampaknya akan menjadi yang terbaik di bek kanan musim ini. Bersama AS Roma yang menempati peringkat tiga, Florenzi kerap ditempatkan sebagai bek kanan meski ia berposisi asli sebagai gelandang. Dari 33 kali bermain musim ini, ia mencetak tujuh gol dan tiga asis.

Sebagai pesaingnya, ada Bruno Peres (Torino), Stephan Lichtsteiner (Juventus), Elseid Hysaj (Napoli), dan Sime Vrsaljko (Sassuolo) yang tampil di atas rata-rata pada musim ini. Vrsaljko yang musim ini berhasil mencetak empat asis dan Sassuolo bertengger di peringkat enam, tampaknya bisa menjadi kejutan.

Bek Kiri

Dua musim terakhir, pos bek kiri terbaik selalu diisi oleh pemain Juventus, Giorgio Chiellini dan Kwadwo Asamoah. Sementara Mattia De Sciglio dan Federico Balzaretti pun pernah terpilih sebagai bek kiri terbaik.

Hanya saja keempat nama di atas tak begitu mencuri perhatian pada musim ini (Balzaretti pensiun). Musim ini, bek kiri terbaik tampaknya akan menjadi miliki bek kiri AC Milan, Luca Antonelli.

Meski AC Milan tampil mengecewakan musim ini, Antonelli menjadi salah satu pemain yang tampil konsisten sepanjang musim ini. Dari 28 kali bermain, ia mencetak tiga gol ditambah satu asis.

Namun sebenarnya masih ada tiga nama kuat lainnya untuk menghuni bek kiri terbaik. Mereka adalah Mikel Alonso (Fiorentina), Faouzi Ghoulam (Napoli) dan Mario Rui (Empoli). Bersama Antonelli, keempat nama inilah yang kemungkinan besar akan terpilih.

Bek Tengah

Musim lalu, Daniele Rugani yang masih membela Empoli terpilih sebagai bek tengah terbaik bersama bek Juventus, Leonardo Bonucci. Namun kepindahannya ke Juventus membuat menit bermain Rugani berkurang yang membuatnya cukup sulit kembali masuk dalam daftar pemain terbaik musim ini.

Bonucci yang menjadi andalan Juventus di lini pertahanan, masih akan masuk dalam daftar ini. Juventus menjadi kesebelasan dengan jumlah kebobolan paling sedikit, 20 gol. Bonucci sendiri musim ini menorehkan 160 sapuan, 82 intersep, dan 13 blok.

Untuk menemani Bonucci, sepertinya bek tengah andalan Sassuolo, Francesco Acerbi, menjadi pemain yang paling layak. Selain berhasil mengantarkan Sassuolo ke peringkat enam klasemen, ia menorehkan 139 intersep dan 199 sapuan, keduanya terbanyak di Serie A.

Kandidat lain yang layak menempati posisi bek tengah adalah Kalidou Koulibaly (Napoli), Joao Miranda (Internazionale Milan), Davide Astori (Fiorentina), Kostas Manolas (AS Roma) dan Bostjan Cesar (Chievo Verona). Namun kami menjagokan Bonucci dan Acerbi yang akan terpilih.

Halaman berikutnya gelandang dan penyerang

Komentar