Permintaan Maaf Kami

Editorial

by redaksi 67214

Permintaan Maaf Kami

Tahun 2018 memang masih menyisakan lebih dari satu bulan lagi, tapi kiprah Tim Nasional Indonesia sudah berakhir. Pertandingan fase grup Piala AFF 2018 melawan Filipina pada Minggu (25/11) menjadi agenda terakhir bagi timnas senior pada tahun ini. Ada banyak momen penting telah kita lalui bersama. Perjalanan yang penuh emosi dan harapan itu perlu dimaknai secara evaluatif sebelum membuka lembaran baru.

Tujuannya jelas, yaitu untuk melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki yang kurang baik. Yang sudah baik, contohnya, keberhasilan PSSI menggelar berbagai event internasional. Sedangkan yang kurang baik tidak boleh menjadi pembunuh asa, melainkan menjadi catatan refleksi demi Garuda yang lebih berjaya.

Menanggapi kritikan dari Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, kepada para wartawan. Kami selaku media olahraga sepakbola di Indonesia merasa perlu meminta maaf kepada masyarakat sepakbola Indonesia umumnya dan Ketum PSSI pada khususnya.

Sebagai media, kami adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap penampilan Timnas Indonesia. Pada perhelatan Piala AFF 2018, Indonesia sudah dipastikan gagal melaju ke fase semifinal. Kami benar-benar sadar jika wartawannya baik, maka timnasnya pun akan ikut baik.

Maka dari itu, berikut adalah surat permintaan maaf dari kami:


Kepada

Yth. Seluruh Rakyat Indonesia

Di Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kegagalan Tim Nasional Indonesia di kompetisi Asean Football Federation Cup 2018 (Piala AFF 2018), kami Pandit Football Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Permintaan maaf ini kami sampaikan karena gagal menjadi media yang baik.

Kami melakukan kesalahan bahkan dari awal sebelum Liga 1 (dan juga Liga 2) Indonesia berjalan ketika kami memberitakan soal pra-musim (Piala Presiden) yang terlalu diseriusi oleh kesebelasan-kesebelasan, sampai-sampai membuat liga yang sesungguhnya malah jadi molor padahal di depan sudah banyak problematika menanti seperti pilkada, Ramadan, Asian Games, dan Piala AFF.

Kami juga meminta maaf karena telah mencantumkan jadwal pertandingan Liga Indonesia yang bentrok dengan jadwal pertandingan tim nasional, meski seringnya hanya jeda internasional biasa. Hal ini menyebabkan tim nasional tidak bisa memanggil pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia.

Kemudian kami sempat mempertanyakan kewajaran soal rangkap jabatan dan konflik kepentingan di internal PSSI, padahal kami sudah jelas-jelas mengerti jika para pengurus PSSI adalah representatif semua kesebelasan dan asosiasi provinsi; dari mereka, oleh mereka, untuk mereka. Apalagi itu juga hanya soal rangkap jabatan internal, ketika rangkap jabatan eksternal berkaitan kepentingan politik saja terjadi dengan sewajarnya.

Selanjutnya ketika ada aksi kekerasan dari pemain kepada wasit serta aksi kekerasan antar suporter yang berujung hilangnya nyawa, kami ikut-ikutan memberitakan hal-hal tersebut. Bahkan ketika PSSI berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut lewat penghentian liga, kami dengan sembrononya membeberkan potensi-potensi masalah yang bisa lahir akibat dari penghentian tersebut.

Selain itu, kami juga melakukan kesalahan lainnya dengan membuat berita pergantian pelatih tim nasional secara mendadak. Akibat kesalahan kami tersebut, Tim Nasional Indonesia yang sudah menunjukkan permainan yang baik di Asian Games 2018 tidak bisa mempertahankan performanya. Kita tahu bahwa dibutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapi sebuah kompetisi. Pemberitaan pergantian pelatih mendadak yang kami keluarkan membuat persiapan Timnas Indonesia di Piala AFF menjadi terhambat.

Kami juga sadar, seharusnya kami hanya membahas perkembangan sepakbola Indonesia dan tim nasional saja. Namun, kami justru memilih untuk rangkap pembahasan dengan membahas sepakbola luar negeri, terutama ketika Piala Dunia 2018 berlangsung. Ketika Asian Games saja kami terang-terangan menyuruh rakyat Indonesia untuk mendukung cabang olahraga lainnya selain sepakbola. Hal ini membuat kami tidak fokus dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sudah lama terjadi di sepakbola Indonesia.

Atas kesalahan-kesalahan yang menyebabkan kegagalan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2018 tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami harap kejadian ini bisa menjadi bahan diskusi dan pembelajaran untuk ke depannya agar tidak terjadi kembali di kemudian hari.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, semoga berkenan untuk dimaafkan.

Hormat kami,

Pandit Football Indonesia

Tapi bohong. Hiya hiya hiya.

Komentar