Florian Wirtz, Pangeran Kecil Leverkusen

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Florian Wirtz, Pangeran Kecil Leverkusen

Selama 10 tahun di BayArena, Kai Havertz mempermanenkan statusnya sebagai favorit fans Leverkusen. King Kai, begitu ia disanjung. Meski baru berumur 21 tahun, Havertz telah tampil 150 kali untuk tim senior Die Werkself, mencetak 46 gol dan 31 asis. Kepergiannya ke Chelsea tentu membuat suporter Leverkusen kehilangan.

Namun, publik Leverkusen sepertinya tak perlu terlalu lama menanti ikon baru pengganti Havertz. Florian Wirtz, gelandang muda Die Werkself, menampilkan talenta menjanjikan sekaligus punya karakter yang dapat menarik hati para fans. Ia digadang-gadang menjadi penerus legasi Havertz di BayArena.

Sang “pangeran kecil” mulai rutin mengisi susunan pemain Peter Bosz. Musim ini, Wirtz telah bermain lima kali (empat sebagai starter) untuk Leverkusen di semua kompetisi. Di ajang Bundesliga 2020/21, Wirtz tampil tiga kali dan mencetak satu asis.

Link streaming pertandingan Bayer Leverkusen vs Augsburg

Walau masih remaja, Wirtz menunjukkan kematangan permainan yang membuat Bosz percaya padanya. Ia baru melakoni debut profesional pada paruh kedua musim lalu. Sebelum berlabuh di BayArena, Wirtz belajar selama 10 musim di tim yunior FC Koln.

“Flo dapat melakukan semuanya. Dia suka bermain, punya kemampuan teknis hebat, memiliki kecerdasan permainan yang luar biasa, cepat membawa bola dan merupakan pendribel hebat. Jika dia tetap bugar, paling tidak dia akan menyamai level Havertz,” ucap Direktur Akademi FC Koln, Joerg Jakobs.

Jakobs barangkali tak terkejut melihat perkembangan Wirtz yang begitu cepat. Telah memantau permainan Wirtz sejak lama, ia menggarisbawahi determinasi tinggi pemain kelahiran Pulheim, Jerman itu yang membuatnya mampu mengatasi tekanan di level teratas.

“Dia memiliki kombinasi bakat dan determinasi ekstrem yang sangat langka. Saya jarang melihat pemain menyerang yang bekerja sangat keras mengejar pemain lawan untuk merebut bola kembali, meskipun ia tetap dapat berhasil dengan mengandalkan kemampuan ofensifnya saja,” tambah Jakobs.

Ucapan Jakobs yang membandingkan Wirtz dengan Havertz pun bukan hanya pepesan kosong. Dua pemain ini komparatif dalam banyak hal baik kemampuan teknis, kecenderungan bermain, hingga riwayat karier.

Posisi natural Wirtz dan Havertz sama-sama gelandang serang. Namun, keduanya cakap saat berperan sebagai gelandang tengah atau pemain sayap. Wirtz dan Havertz mampu tampil baik dari sisi lapangan dan membuat peluang-peluang berbahaya dari half-space.

Pada 2020/21, Wirtz menyokong serangan Leverkusen dengan cukup baik. Dari enam pertandingan, ia mencatatkan enam umpan kunci, delapan umpan ke sepertiga akhir, dan enam umpan ke kotak penalti. Wirtz juga mampu bekerja sama dalam progresi bola Die Werkself, menorehkan 77,4% operan sukses.

Untuk ukuran gelandang serang 17 tahun, statistik tersebut cukup menjanjikan. Wirtz telah nyetel dengan permainan tim senior dan akan terus berkembang seiring bertambahnya jam terbang. Sebagaimana dikemukakan Jakobs, suatu saat ia dapat menjadi kreator serangan inti Leverkusen.

Dari aspek pertahanan, Wirtz juga menunjukkan kemauannya membantu tim. Si Pangeran Kecil bukanlah gelandang serang malas yang hanya suka menunggu bola. Bahkan, di Bundesliga 2020/21, Wirtz tercatat sebagai pemain ketiga Leverkusen yang paling rajin melakukan pressing (51 kali).

Pekembangannya di Leverkusen pun mengantarkan Wirtz menyabet penghargaan Medali Fritz Walter untuk pemain U-17 tahun ini. Penghargaan tersebut diadakan DFB untuk mengapresiasi talenta sepakbola Jerman. Havertz memenangkan penghargaan yang sama pada 2016 (U-17) dan 2018 (U-19).

Di Bundesliga, Wirtz juga mencetak sejarah dengan menjadi debutan termuda ketiga. Pada 4 Juli 2020, ia kembali mencetak sejarah dengan menjadi pencetak gol termuda Bundesliga. Wirtz mencetak gol ke gawang juara bertahan, Bayern Muenchen saat timnya kalah 4-2. Ia menggusur nama Kai Havertz sebagai pencetak gol termuda Leverkusen di Bundesliga.

Wirtz memang masih butuh waktu untuk menjadi “raja” baru di BayArena. Pertama-tama, ia harus menjaga kebugaran dan tampil konsisten bersama Die Werkself musim ini. Pada Selasa (27/10/2020) dini hari besok, kiprah Wirtz akan berlanjut saat timnya menjamu FC Augsburg di spieltag 5 Bundesliga.

Pertandingan Bayer Leverkusen vs Augsburg, seluruh laga Bundesliga 2020/21, beserta ulangan dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini)

Komentar