City Melawan Chelsea Tak Perlu Seperti Ini

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

City Melawan Chelsea Tak Perlu Seperti Ini

Liga Primer Inggris musim 2016/17 belum tepat semusim lewat namun rasanya sudah lama sekali berlalu. Musim lalu Chelsea menang ganda atas Manchester City, namun kini The Blues terancam tak lolos ke Liga Champions jika kalah dalam lawatan ke Etihad Stadium, Minggu (4/3) ini.

City melawan Chelsea tak seharusnya menjadi pertemuan antara kandidat tunggal juara Liga Primer musim ini dengan juara bertahan yang kepayahan, namun kenyataan berkata demikian. Kekalahan Chelsea dalam perburuan gelar juara sudah dimulai sejak bursa transfer awal musim dibuka.

“Ketika Anda punya manajer bagus dan banyak dana untuk digunakan, kemungkinannya adalah Anda bisa menjalani musim yang sukses,” ujar Antonio Conte, manajer Chelsea, ketika dimintai komentar mengenai peningkatan City musim ini.

“Sangat penting pelatih dan klub memiliki ambisi yang sama: untuk meningkatkan tim, gagasan sepakbola, dan kualitas pemain. Jika kondisi ini terpenuhi, maka musim Anda kemungkinan akan berakhir sukses. Anda bisa memenangi liga, memenangi turnamen, memenangi turnamen dan liga, memenangi Liga Champions.”

Belum lagi pertanyaan ‘apa Conte sedang mengomentari City atau berkeluh kesah tentang tempat kerjanya?’ terjawab, manajer berkebangsaan Italia itu menambahkan:

“Saya punya ambisi yang sangat besar tapi saya tidak punya uang untuk Chelsea. Pihak klub tahu benar apa gagasan saya, apa ambisi saya. Itu sangat jelas. Ketika Anda memutuskan untuk bekerja dengan pelatih seperti ini, Anda harus mengerti bahwa Anda bekerja dengan pelatih berambisi besar. Bukan orang yang mau kalah, melainkan seorang pemenang. Dan ambisi seperti itu harus selalu dimengerti bersama.”

Chelsea bertandang ke Etihad Stadium pada pertemuan pertama antara kedua klub di Liga Primer musim lalu. Pada pertandingan yang menjadi laga pertama Conte melawan City tersebut, Chelsea tertinggal lebih dulu, tepat sebelum babak pertama usai. Pada babak kedua Chelsea mencetak tiga gol balasan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-1. Sejak saat itu, belum pernah ada lagi klub yang berhasil mengalahkan City di kandang.

Pertemuan kedua bertempat di Stamford Bridge. Lagi-lagi Chelsea yang menang–kali ini 2-1. Chelsea melenggang mulus menjadi juara sementara City mengakhiri musim di peringkat ketiga.

Musim ini, City sudah mengantungi satu kemenangan dari lawatan ke Stamford Bridge di pekan ke-7. Gol tunggal Kevin De Bruyne di menit ke-67 menjadi pembeda. Pada pertemuan nanti malam, hasil akhirnya bukan tak mungkin akan sama. Bahwa City disibukkan oleh jadwal bertanding seminggu ke belakang tak mengubah pendapat Conte mengenai kehebatan lawannya.

“Pada saat ini, mencari keunggulan melawan tim seperti mereka sangat sulit namun kami harus mempersiapkan pertandingan dengan cara yang benar, berharap para pemain kami berada dalam performa yang baik dan berusaha untuk memperjuangkan hasil yang baik. Saat ini mereka tampak tak bisa dihentikan,” ujar Conte.

Pep Guardiola, manajer Manchester City, malah tak seyakin lawannya. Ia merasa masih ada yang perlu diperbaiki, terutama karena lawannya kali ini adalah Chelsea.

“Saya senang atas kemenangan melawan Arsenal, namun menjelang pertandingan melawan Chelsea, kami akan menunjukkan kepada para pemain sepuluh menit terakhir babak pertama dan 20 menit pertama babak kedua di pertandingan tersebut karena jika itu di Liga Champions maka kami akan tersingkir,” ujar Guardiola merujuk kemenangan 3-0 atas Arsenal.

“Kami kehilangan sebagian kendali dan kami tidak tahu harus melakukan apa – tentu kami sangat senang dengan kemenangan itu, namun kadang kami harus memberi tahu mereka bahwa kami tidak cukup baik dan tidak boleh membiarkan mereka berpikir ‘kami sempurna’.”

City duduk manis di peringkat pertama dengan 75 poin, 16 poin dari Manchester United di peringkat kedua dan 22 poin dari Chelsea di peringkat kelima. Guardiola hanya perlu menjaga jarak tetap aman untuk menjadi juara sementara Conte harus bekerja keras bahkan hanya untuk lolos ke Champions League saja.

Guardiola memang tak menyatakannya secara terang-terangan, namun ia tampak berpendapat bahwa jika saja Conte mendapat tambahan pemain yang tepat seperti dirinya, City melawan Chelsea tak perlu seperti ini.

“Apa yang dilakukan Antonio di sini mungkin tidak disadari orang-orang,” ujar Guardiola. “Ia memperkenalkan cara menyerang yang lain, dengan lima pemain di lini belakang – sistem yang berbeda. Banyak tim – bahkan Arsenal – meniru melakukan hal itu. Secara taktik ia [Conte] adalah seorang master, ia luar biasa dengan tim nasional di Italia dan saya rasa Conte akan memberi sesuatu kepada sepakbola Inggris, saya sangat yakin akan hal tersebut.”

Komentar