Pemain Seharga 70 Juta Euro Bernama Alex Teixeira

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pemain Seharga 70 Juta Euro Bernama Alex Teixeira

Bursa transfer Liga Primer Inggris musim ini tidak (atau belum?) melibatkan pembelian mahal seperti beberapa musim lalu kala Fernando Torres, Juan Mata, Andy Carroll, dan Edin Dzeko memutuskan pindah ke raksasa-raksasa Liga Inggris. Musim ini bahkan bursa transfer Liga Inggris hanya seperti acara gosip.

Sebenarnya ada satu nama mahal yang difavoritkan pindah ke Liga Primer Inggris, yakni Alex Teixeira. Bakat pemain Brasil yang istimewa ini membuatnya diincar Chelsea dan Liverpool, tapi rumor tersebut urung terlaksana akibat harga yang dipatok oleh Shakhtar Donetsk, klub yang ia bela, terlalu tinggi.

Teixeira sendiri mengungkapkan kebahagiannya kala dihubung-hubungkan dengan kedua klub, terutama Liverpool. Bahkan menurutnya bergabung dengan Liverpool adalah suatu hal istimewa, yang menurutnya Liverpool adalah klub besar.

“Mereka (Liverpool) adalah klub besar. Banyak pemain hebat yang bermain di sana. Adalah suatu kehormatan untuk mengenakan kostum Liverpool,” ujar Shakhtar kepada Anfield HQ (27/1).

Siapa sebenarnya Alex Teixeira?

Tak banyak yang tahu masa lalu Alex Teixeira karena dia tak memiliki latar belakang sepakbola di Santos maupun Sao Paulo, dua klub besar Brasil yang dikenal sering menetaskan bakat-bakat istimewa. Teixeira sendiri lahir di Duque de Caxais, kawasan padat penduduk kedua terbesar di Rio de Janeiro. Karir sepakbola Teixeira kecil dimulai kala memutuskan bergabung dengan Vasco da Gama sejak usia sembilan tahun, yang kala itu juga diperkuat pemain Liverpool, Philippe Coutinho.

Kariernya semakin melonjak kala ia memasuki usia 17 tahun dan sudah tampil bersama tim senior Vasco da Gama. Permainan apik Teixeira meski masih berusia muda, membuat banyak klub besar baik dari Brasil maupun Eropa memerintahkan pemandu bakatnya untuk melihat permainannya. Ia pun kebanjiran tawaran, meski demikian hal tersebut tak membuatnya hijrah dari Vasco da Gama. Justru di akhir musim 2008, meski Vasco degradasi, ia memilih bertahan.

“Saya memilih bertahan di sini karena tak ingin orang-orang memiliki pandangan buruk tentang saya. Meski saya berpeluang pergi dari sini (Vasco), saya lebih berkeinginan mengembalikan Vasco kembali ke divisi satu,” ujarnya kala itu.

Apa yang dipilih Teixeira memang akhirnya terjadi, meski di pertengahan 2009 ia hijrah ke Shakhtar Donetsk, tapi ia mampu mengembalikan Vasco ke divisi satu dan dapat pergi tanpa adanya pandangan buruk dari pendukung Vasco.

Tak hanya berjaya saat bersama Vasco da Gama, Teixeira juga berjaya bersama di level internasional kala ia memperkuat tim junior Brasil. Ia bahkan sukses membawa Timnas Brasil menjadi runner-up Piala Dunia U20 di Mesir pada tahun 2009 dan menyandang pemain terbaik kedua di kompetisi tersebut.

Jalan Menuju Penjualan Termahal Shakhtar

Karier Teixeira di Eropa dimulai kala ia memilih bergabung Shakhtar Donetsk pada tahun 2009/10. Bersama dengan Douglas Costa, yang didatangkan dari Gremio, ia diharapkan untuk menjadi penerus generasi Brasil di Shakhtar, yang lebih dahulu diisi Fernandinho, Ilsinho, Willian, dan Luiz Adriano.

Kesamaan posisi membuatnya harus rela menunggu selama lima musim. Hingga pada musim 2013/14, ia mendapatkan tempat reguler di posisi gelandang bertahan yang kala itu ditinggal Fernandinho yang hijrah ke Manchester City. Berperan sebagai pembagi bola, Teixeira tampil apik dengan membuat enam gol dan enam assist dari 27 pertandingan yang dilakoninya di Ukrainian Premier League.

Di musim keenam, Teixeira malah tampil lebih istimewa. Meski markas Shakhtar tak lagi di Donbas Arena, Teixeira justru membuat penggemar Shakhtar tercengang. Bagaimana tidak, ia kembali dimainkan oleh Mircea Lucescu ke posisi kesukaannya, gelandang serang no.10 dan berhasil mencetak 17 gol dari 26 enam penampilannya di liga.

Meski di musim tersebut Teixeira mampu membuat catatan individual apik, namun ia dan rekan-rekannya gagal membawa Shakhtar menjadi juara Ukrainian Premier League keenam kalinya secara beruntun. Tapi gagalnya Shakhtar menjadi juara tak membuat pemainnya sepi peminat. Bahkan, tiga pemain kuncinya di musim tersebut harus pergi, di antaranya adalah Douglas Costa, Fernando, dan Luiz Adriano.

Kepergian ketiganya pun sempat membuat Teixeira berencana untuk hengkang, tapi ia mengaku bahwa Lucescu masih menginginkannya tetap di Ukraina.

“Mister (Lucescu) meminta saya untuk tidak pergi karena kami telah kehilangan tiga pemain utama dan ia tak mau lagi kehilangan pemain. Saya pun memutuskan untuk bertahan, meski saya juga punya keinginan untuk pergi dan klub tahu mengenai hal itu,” ujarnya kepada Sky.

Akhirnya, ia rela tetap tinggal dan sedikit berharap raihan individualnya terus meningkat di musim ini, agar semakin banyak klub yang menginginkannya. Hal tersebut menjadi kenyataan di musim ini. Teixeira berhasil membuat 22 gol dari 15 pertandingan.

Meski begitu, peluang pergi dari Shakhtar tak mudah. Kali ini manajemen mereka meminta klub yang ingin membawa Teixeira harus menyiapkan 70 juta euro, angka yang cukup besar untuk membeli pemain yang tak bermain bersama timnas senior. Sedangkan klub yang menginginkannya rata-rata hanya rela membayar di bawah 35 juta euro. Hanya saja dalam bursa transfer segala kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk kepindahan Teixeira jika Shakhtar menurunkan banderolnya atau kesebelasan peminat menaikkan tawarannya secara fantastis.

Komentar