Pengganti yang Tepat Ternyata Sejak Lama sudah Dekat

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Pengganti yang Tepat Ternyata Sejak Lama sudah Dekat

Musim lalu Lucien Favre mencetak sejarah. Ia mengantar Borussia Mönchengladbach lolos ke Champions League untuk kali pertama dalam sejarah kesebelasan. Musim ini Favre mendapat musibah. Dalam enam pertandingan pertamanya, Favre dan Mönchengladbach selalu kalah.

Satu dari enam kekalahan tersebut diderita di pertandingan pertama Mönchengladbach di ajang Champions League, 0-3 melawan juara bertahan Europa League, Sevilla. Itu bukan apa-apa dibanding lima pertandingan dalam lima pertandingan pertama Bundesliga, yang membuat Mönchengladbach menduduki peringkat terakhir klasemen Bundesliga: tanpa poin, hanya dua kali mencetak gol, dan 12 kali kebobolan. Lantas, Favre mengundurkan diri pada 20 September.

André Schubert, pelatih Mönchengladbach U-23, ditunjuk sebagai pengganti sementara. Max Eberl, direktur olahraga Mönchengladbach, menegaskannya dalam konferensi pers: “André adalah solusi jangka pendek, kami sudah membahas itu.” Schubert menerimanya. Dalam kesempatan yang sama, Eberl memuji kelapangan hati Schubert. “Ia pemain kesebelasan yang fantastis,” ujarnya.

Pertandingan pertama yang harus Schubert tangani tidak mudah: melawan FC Augsburg di pekan keenam Bundesliga. Pertandingan itu tidak mudah karena dua hal: 1) berlangsung empat hari setelah pertandingan melawan FC Köln di pekan kelima, dan 2) berlangsung tiga hari sebelum menghadapi VfB Stuttgart di pekan ketujuh.

Namun Schubert berhasil mengatasi segala kesulitan. Ia memulai pekerjaannya dengan ledakan.

Mönchengladbach sudah unggul di menit kelima lewat gol Fabian Johnson. Dua belas menit pertandingan tanpa gol tersaji sebelum Granit Xhaka, kapten Mönchengladbach, memulai pesta. Mönchengladbach mencetak tiga gol dalam empat menit: Granit Xhaka (menit ke-17), Lars Stindl (19), dan Mahmoud Dahoud (21). Augsburg mencetak dua gol balasan di menit ke-52 dan ke-75. Keduanya lewat eksekusi penalti Paul Verhaegh.

Pertandingan berakhir dengan kedudukan 4-2. Mönchengladbach meraih kemenangan pertama mereka musim ini. Schubert melanjutkan tradisi para pendahulunya: Sejak 1992, tidak pernah pelatih kepala baru Mönchengladbach menderita kekalahan di pertandingan pertamanya.

“Bukannya kami lupa cara bermain sepakbola,” ujar Xhaka selepas pertandingan. “Ia (Schubert) mengubah beberapa hal kecil, kebanyakan yang berhubungan dengan mental. Ia mengingatkan bahwa kami dapat membuat kesalahan dan dapat bermain dengan kepercayaan diri.”

Di pertandingan keduanya, Schubert kembali meraih kemenangan. Sejak Wolf Werner meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala Mönchengladbach, belum pernah lagi ada pelatih Mönchengladbach yang menorehkan catatan serupa. Schubert menyamai catatan Werner.

Sepanjang pertandingan, Stuttgart (kesebelasan tuan rumah) melepas 22 tembakan. Mönchengladbach hanya sembilan. Hasil akhirnya: Stuttgart 1-3 Mönchengladbach.

Di pertandingan keduanya bersama Schubert, Mönchengladbach kembali menjadi Mönchengladbach: tangguh ketika bertahan dan tajam walau memiliki sedikit peluang.

Seperti pertandingan pertama, Schubert tidak terlihat melakukan perubahan taktik. Ia meneruskan apa yang ditinggalkan Favre. Namun hasilnya berbeda. Semua itu, menurut Xhaka, terjadi karena adanya semangat baru. Pengunduran diri Favre dan kedatangan Schubert telah melahirkan hari baru di Mönchengladbach. Vice-chairman, Rainer Bonhof, mengatakan Mönchengladbach tidak buru-buru mencari pengganti Favre.

Bonhof memenuhi janjinya. Schubert terus bekerja. Ia masih menangani Mönchengladbach di pertandingan Bundesliga ketiganya; melawan runner-up musim lalu, VfL Wolfsburg. Ini tantangan besar untuk Schubert. Rekor pertandingan kedua kesebelasan membuat Wolfsburg berada di atas Mönchengladbach.

Dalam 30 pertandingan, Mönchengladbach hanya menang 9 kali sementara Wolfsburg 17 kali. Mönchengladbach hanya mencetak 35 gol sementara Wolfsburg 51 gol. Rekor satu lawan satu Mönchengladbach melawan Wolfsburg adalah yang terburuk di antara rekor satu lawan satu dengan kesebelasan-kesebelasan Bundesliga lain.

Mönchengladbach dan Wolfsburg sama-sama berhadapan dengan kesebelasan asal Manchester di ajang Champions League sebelum berhadapan dengan satu sama lain. Keduanya sama-sama menelan kekalahan 1-2, dan keduanya sama-sama kebobolan lewat tendangan penalti. Khusus untuk Mönchengladbach, mereka pasti tidak kalah andai tendangan penalti tersebut tidak terjadi.

Manchester City mendapat penalti di menit ke-90. Sergio Agüero, pemain yang dilanggar, bertindak sebagai eksekutor. Agüero mencetak gol. Mönchengladbach menerimanya. Memiliki kecenderungan melakukan pelanggaran di kotak penalti memang masalah Mönchengladbach musim ini. Termasuk penalti di pertandingan melawan City, Mönchengladbach sudah dihukum penalti sebanyak sembilan kali dalam 10 pertandingan pertama mereka musim ini.

Masalah tersebut tidak muncul di pertandingan melawan Wolfsburg. Mönchengladbach tidak dihukum penalti. Mönchengladbach tidak kebobolan, malah. Yann Sommer, penjaga gawang utama Mönchengladbach, absen karena cedera. Bersama Tobias Sippel, Mönchengladbach mencatatkan clean sheet pertama mereka musim ini.

Diiringi dua gol dari Håvard Nordtveit dan Ibrahima Traoré, Mönchengladbach mengantungi kemenangan ketiganya musim ini. Schubert menjadi pelatih pertama dalam sejarah Mönchengladbach yang memenangi tiga pertandingan Bundesliga pertamanya.

Dalam tiga pertandingan Bundesliga pertamanya, Schubert meraih tiga kemenangan. Dalam tiga pertandingan, Schubert mengangkat Mönchengladbach ke posisi yang cukup aman: peringkat ke-13, empat poin dari zona degradasi. Jeda internasional bisa jadi saat yang tepat untuk mencari pelatih kepala baru. Baru-baru ini Liverpool melakukannya. Namun dapat dimengerti jika Mönchengladbach tidak melakukannya. Malah, dapat dimengerti pula jika Mönchengladbach mengangkat Schubert menjadi pelatih kepala tetap.

Dapat dimengerti jika Mönchengladbach tidak mencari nama besar di luar sana, karena pengganti yang tepat ternyata sejak lama sudah dekat. Terserah Mönchengladbach untuk memberi kepastian secepatnya karena merasa sudah yakin, atau menikmati kebahagiaan-kebahagiaan yang ada hingga hubungan keduanya terbukti mantap. Selama kedua belah pihak berbahagia, apa salahnya dengan hubungan yang ada sekarang?

Komentar