Jangan Anggap Enteng Kroasia!

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Jangan Anggap Enteng Kroasia!

Kroasia melenggang ke babak final Piala Dunia 2018 setelah Luka Modric dan kawan-kawan sukses mengalahkan Inggris di babak semifinal dengan skor 2-1 pada Kamis (12/7).

Bagi Kroasia, kemenangan tersebut seperti penunjukan kualitas diri. Menurut Modric, sikap dari sekelompok wartawan, pengamat, dan pendukung Inggris yang menanggap remeh Kroasia sebelum hari pertandingan telah memicu semangat juang Kroasia untuk membuktikan bahwa mereka tak bisa dianggap enteng.

“Banyak orang, jurnalis Inggris, hingga pengamat di televisi yang menganggap remeh Kroasia untuk pertandingan malam ini. Itu adalah sebuah kesalahan besar,” ujar Modric selepas laga. “Namun semua perkataan mereka kami terima, dan kami berkata: ‘Baiklah, kita lihat siapa yang akan kelelahan malam ini.’ Mereka [Inggris] perlu lebih rendah hati dalam bersikap dan menghormati lawannya.”

Sebelum bertanding melawan Inggris, beberapa pemain utama Kroasia seperti Luka Modric dan Ivan Perisic sempat diberitakan mengalami kelelahan. Penyebabnya adalah karena dua pemain tersebut selalu diturunkan sejak berlaga di fase grup hingga perempatfinal oleh Kroasia.

Akan tetapi semua itu tak terbukti di hari pertandingan. Para pemain Kroasia justru tampil militan. Ivan Perisic bahkan mampu menyumbangkan satu gol dan satu asis untuk Kroasia.

“Kami menunjukkan bahwa kami tidak kelelahan. Kami berhasil mendominasi permainan baik secara mental maupun fisik,” tambah Modric.

Apa yang dikatakan Modric bukan bualan. Sepanjang laga, Kroasia memang tampil lebih dominan dibandingkan Inggris.

Kroasia menguasai bola sebanyak 55 persen, berbanding Inggris yang 45 persen. Kroasia juga lebih sering melakukan percobaan tembakan dengan 22 kali percobaan, berbanding Inggris yang 11 kali. Jumlah tembakan mengarah ke gawang Kroasia adalah 7 kali, Inggris 2 kali. Jumlah sepak pojok Kroasia adalah 8 kali, Inggris 4 kali.

Salah satu pencetak gol Kroasia, Ivan Perisic, mengaku bahwa keberhasilannya membukukan gol yang mengantarkan Kroasia ke final Piala Dunia tak ubahnya seperti mimpi. Dua puluh tahun lalu ketika Kroasia tampil di semifinal Piala Dunia 1998, ia masih menjadi suporter belia Kroasia.

“Dua puluh tahun lalu, aku pulang ke rumah di kampung halamanku dan aku mendukung Kroasia dengan menggunakan kaus tim nasional. Sebelumnya aku hanya bisa bermimpi untuk membela Kroasia dan mencetak gol penting yang mengantarkan ke final Piala Dunia,” ujarnya kepada The Guardian.

Kroasia sempat dikejutkan dengan gol cepat Inggris pada menit ke-5. Kieran Trippier sukses mengonversi hadiah tendangan bebas yang didapat The Three Lions menjadi sebuah gol.

Kroasia baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Bola hasil umpan Sime Vrsaljko dari sisi kanan, sukses disambar oleh Ivan Perisic. Bola sontekan Perisic gagal dihalau oleh Jordan Pickford. Kedudukan imbang bertahan hingga babak kedua berakhir.

Di masa perpanjangan waktu, Kroasia berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-109. Umpan dari Ivan Perisic berhasil diselesaikan dengan baik oleh Mario Mandzukic. Gol itulah yang melenggangkan Kroasia ke final Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka.

“Kami pantas melenggang ke final. Apa yang ditampilkan oleh para pemain hari ini seperti sebuah fantasi. Mereka telah membuat sejarah,” tutup pelatih Kroasia, Zlatko Dalic.

Komentar