Melihat Peluang Para Pemain yang Main di Luar Negeri di Timnas U19

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Melihat Peluang Para Pemain yang Main di Luar Negeri di Timnas U19

Standar yang diterapkan oleh Indra Sjafri, pelatih tim nasional U19, untuk tim yang akan ia asuh kelak, cukup tinggi. Sebagai pemain yang kelak akan membela timnas, walau dalam kategori U19, standar Indra bukanlah standar yang sembarangan.

Saat mengadakan seleksi di Lapangan Lodaya, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (19/2/2017) pagi, Indra mengungkapkan bahwa ia mencari pemain dengan kemampuan yang lengkap. Selain memiliki kemampuan dalam hal olah bola, ia ingin para pemainnya kelak memiliki kemampuan taktikal dan cerdas dalam bermain.

"Saya butuh pemain yang komplet. Pemain yang punya daya tahan, kecepatan, tapi yang penting pemain itu punya skill sepakbola yang bagus. Kalau untuk fisik, saya bisa menempa pemain saya selama enam bulan sampai memiliki fisik yang baik. Saya melihat ada 2-3 pemain yang kualitasnya melebihi rata-rata, baik dari sisi skill sepakbola dan juga kecerdasannya dalam bermain. Pemain itu ada yang dari Indonesia, ada juga dari luar," ungkap Indra.

Dari ucapan pelatih yang pernah menukangi Bali United di atas, terlihat bahwa ia tidak menutup kemungkinan bagi pemain asal Indonesia maupun pemain Indonesia yang bermain di luar negeri (bukan naturalisasi) untuk masuk ke dalam kerangka tim yang sedang ia bentuk.

Ditemui dalam ajang seleksi 14 (dari 17) pemain Indonesia asal luar negeri yang diselenggarakan di Lapangan Cijantung, Kamis (6/4/2017) sore, meski kecewa dari fisik yang ditampilkan para pemain Indonesia yang main di luar negeri, Indra mengungkapkan bahwa pemain manapun, asal ia memiliki kemampuan yang sedang ia cari (kemampuan fisik, kecerdasan dalam bermain, kemampuan taktikal dan skill, dan kemampuan mental), pemain tersebut punya peluang masuk ke timnas U19.

"Dari segi fisik, saya pikir mereka (pemain Indonesia yang main di luar negeri) masih kalah jauh. Kita sudah punya pemain yang mencapai VO2 max 64 [ml/kg/menit], lebih dari rata-rata, mereka jauh dari pemain lokal dari segi fisik. Tapi itu baru dari satu sisi, karena saya mencari empat kemampuan dasar, yaitu kemampuan fisik, kemampuan skill, kemampuan taktikal, serta kemampuan mental," ujarnya.

Oleh karena itu, dengan standar yang cukup tinggi tersebut, ia masih belum bisa memastikan siapa-siapa saja yang akan masuk ke dalam timnya. Semua masih memiliki peluang, baik itu pemain lokal maupun pemain Indonesia yang main di luar negeri, dengan catatan pemain tersebut memenuhi standar yang Indra tetapkan.

"Saya belum bisa mengambil kesimpulan mengenai kualitas mereka (pemain Indonesia yang main di luar negeri), namun saya berharap dengan pengalaman mereka bermain di luar negeri, harusnya mereka lebih baik (secara kualitas)," ujar Indra Sjafri.

Namun dalam seleksi tersebut, ada tiga pemain yang tidak hadir yaitu Andri Syahputra, Samuel Christianson, dan Syahrian Abimanyu. Selain Andri, Indra pun tidak banyak tahu perihal ketidakhadiran Samuel dan Abimanyu dalam seleksi di Cijantung tersebut.

"Saya dihubungi oleh orang tua Samuel dan Abimanyu, mereka tidak bisa ikut seleksi karena mereka ada kepentingan yang lebih penting dari kepentingan negara. Untuk peluang, saya tidak akan terpengaruh akan ketidakhadiran mereka, dan program akan tetap saya jalankan. [Skuat] finalnya nanti tanggal 11 April 2017," tegasnya.

Agenda Timnas dan Persiapan Timnas U19

Sepanjang 2017 ini, selain menjalani uji tanding, timnas juga direncanakan akan ikut turnamen Toulon. Turnamen ini sendiri akan digelar di Prancis pada akhir Mei mendatang, dan dalam ajang tersebut ada 20 pemain yang akan diproyeksikan untuk ikut serta dari 32 pemain yang akan menjalani seleksi tahap lanjutan pada 11 April nanti.

Mengenai rencananya untuk timnas U19 sampai Desember 2017 nanti, Indra pun mengakui bahwa ia sudah berdiskusi dengan Badan Tim Nasional dan Komite Timnas. Ia juga sudah menjadwalkan uji tanding dengan lawan-lawan yang juga sudah ia rancang sedemikian rupa mulai dari lawan yang kualitasnya di bawah, setara, dan di atas para pemainnya.

"Untuk uji tanding, sudah ada jadwalnya. Mudah-mudahan terlaksana dan kalendar timnas sampai Desember sudah saya diskusikan bersama BTN dan Komite Timnas," ujar Indra.

"Untuk mengevaluasi kinerja para pemain timnas, ada tiga lawan yang akan kami hadapi, yaitu lawan yang lebih lemah, lawan yang kemampuannya setara, dan lawan yang kemampuannya di atas kita. Tiga lawan tersebut akan menjadi lawan yang bisa mengevaluasi kemampuan para pemain," tambahnya.

Komentar