Yaya Toure di Antara Pensiun dan Ultimatum Guardiola

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Yaya Toure di Antara Pensiun dan Ultimatum Guardiola

Nasib Yaya Toure amat menyedihkan musim ini. Sudah tak didaftarkan di Liga Champions Eropa, ia tak kunjung dimainkan oleh manajer Manchester City, Pep Guardiola, di Liga Primer.

Apa yang dilakukan oleh Guardiola kepada Toure pun memicu respon agen yang bersangkutan, Dimitri Seluk. Seluk berkata bahwa Guardiola harus meminta maaf kepada Toure jika City tidak berhasil memenangkan Liga Champions.

Guardiola tak tinggal diam melihat Seluk berbicara mengenai dirinya. Eks manajer Bayern Munchen ini meminta Seluk harus terlebih dulu meminta maaf. Bukan kepada dirinya, tapi kepada rekan setim Yaya dan tentunya Manchester City.

“Seluk harus meminta maaf. Dia juga harus meminta maaf kepada Manchester City. Jika dia tidak melakukan hal tersebut, [Yaya] Toure tidak akan mendapat kesempatan untuk bermain,” ujar Guardiola dilansir BBC.

Guardiola menambahkan, sebenarnya dia masih memberikan kesempatan bermain untuk Toure. Namun, Guardiola mengatakan bahwa ia berubah pikiran semenjak Seluk berkata seperti demikian.

“Keputusan mencoret Toure dari skuat Liga Champions adalah keputusan yang sulit. Namun, saya berubah pikiran sejak agennya berkata seperti demikian," ujar Guardiola seperti dikutip Mirror.

“Manajer klub harus melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya. Jika Toure memiliki masalah dengan tim ini maka dia harus bicara kepada semua orang di sini,” pungkas Guardiola.

Ultimatum Guardiola ini seakan melengkapi pemberitaan media-media Inggris mengenai Toure sehari terakhir. Betapa tidak, sebelum ultimatum Guardiola, Toure terlebih dulu mengumumkan pensiun dari timnas Pantai Gading.

“Setelah 14 tahun bermain di level tertinggi tim nasional, saya yakin ini adalah saat yang tempat bagi saya (untuk pensiun),” ucap Toure dilansir BBC. “Keputusan ini mungkin adalah keputusan terberat sepanjang hidup saya.”

Keputusan pensiun Toure sendiri disebut sebagai salah satu cara yang dipilihnya beserta Seluk demi menyelesaikan masa depan yang tak kunjung menemukan titik terang ini. Sebab, Pantai Gading adalah salah satu kontestan Piala Afrika 2017 mendatang.

Dan, seperti yang diketahui, Piala Afrika digelar setiap awal putaran kedua kompetisi sepakbola Eropa, yakni antara Januari hingga Februari. Dengan absennya Toure di Piala Afrika 2017, tentu akan semakin banyak kesebelasan yang menyatakan minat untuk memakai jasanya.

Komentar