Pesan Klopp untuk Pep

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pesan Klopp untuk Pep

Kesuksesan Pep Guardiola kala ia melatih Barcelona dan Bayern Munchen tak boleh membuatnya jemawa. Pasalnya keinginannya untuk melatih klub Liga Primer yang sempat ia ungkapkan beberapa waktu lalu, seharusnya malah membuatnya terlebih dahulu belajar bagaimana ketatnya persaingan di kompetisi teratas Liga Inggris tersebut.

Beberapa sosok pun mencoba menasehati Pep betapa tak mudahnya menghadapi tantangan di Inggris, salah satunya adalah Jurgen Klopp. Eks pelatih Borussia Dortmund ini menjadi pelatih asal Jerman kedua, yang melatih tim Liga Primer pasca Felix Magath.

Meski memiliki statistik kepelatihan di Dortmund dengan 179 kemenangan dari 318 pertandingan, Klopp masih kesulitan merutinkan fase kemenangan bagi The Reds --julukan Liverpool. Imbasnya, Liverpool di bawah Klopp hanya dapat meraih 10 kemenangan dari 22 pertandingan yang dilakoninya atau 45,4 % dari semua laganya.

Klopp menjelaskan kepada The Guardian bahwa pertandingan di Inggris jauh lebih ketat ketimbang di Jerman. “Salah satu contoh perbedaan paling terasa adalah mengenai aturan kompetisi selain liga, seperti Capital One Cup dan FA Cup, yang menggunakan sistem replay ketimbang perpanjangan waktu dan adu penalti. Banyak orang berpendapat kami akan ke Wembley setelah menang 1-0 atas Stoke,” jelasnya.

Klopp menegaskan bahwa di Jerman akan banyak orang yang bertanya alasan pertandingan FA Cup diulangi karena skor berakhir imbang. Sebab, orang di sana berpikir bahwa ada perpanjangan waktu dan adu penalti untuk menemukan pemenang.

“Saya tidak akan menjelaskan apa-apa sebab saya rasa dia [Pep] lebih berpengalaman. Saya hanya ingin mengatakan bahwa di sini (Inggris) jumlah pertandingan jauh berbeda. Ketika saya pertama kali datang, saya tidak tahu bahwa semifinal Capital One Cup terdiri dari dua leg, bahkan teman saya di Jerman mengucapkan selamat karena saya kembali bermain di final,” ujar Klopp.

“Jumlah pertandingan lebih banyak di sini. Oleh karena itu, persiapan selama pre-season harus memuaskan,” imbuh Klopp. “Oleh karena itu, Pep harus siap dengan istilah sepakbola, sepakbola, sepakbola yang akan ia dengar setiap hari.”

Tak heran Klopp berujar demikian, pasalnya jadwal padat kini sedang dilakoni Liverpool. Mereka masih harus berjuang di semifinal Capital One Cup, putaran ketiga FA Cup, Liga Primer, dan babak penyisihan Europa League. Belum lagi badai cedera yang kini menghinggapi skuat utama Liverpool

Petuah Klopp ini baiknya diingat oleh Pep Guardiola. Pasalnya sebagai pelatih yang membukukan 74,3% presentase kemenangan di Bayern, bukan hal yang mudah untuk mengulanginya di Inggris, yang terkenal dengan permainan fisiknya.

Sumber: The Guardian, FourFourTwo, The Telegraph, Transfermarkt

Komentar