Roberto Donadoni, Spesialis Penyelamat Degradasi yang Hentikan Rekor Napoli

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Roberto Donadoni, Spesialis Penyelamat Degradasi yang Hentikan Rekor Napoli

Karier Roberto Donadoni memang tak selalu cemerlang. Sempat mengangkat prestasi Livorno, ia pun oleh FIGC untuk menjabat pelatih Timnas Italia pada tahun 2006 hingga 2008. Sebelum saat ini ia menjabat sebagai pelatih Bologna, ia melatih Parma.

Sebelum ditangani Donadoni, Parma yang sedang memiliki masalah finasial berada di jurang degradasi. Namun, kedatangan Donadoni perlahan-lahan mampu mengangkat prestasi Parma. Meski demikian, FIGC tetap menghukum Parma karena ketidakmampuan membayar gaji pemain dan 'menendang' mereka ke Serie D. Donadoni pun menganggur mulai Juli 2015 sebelum didatangkan Bologna pada Oktober 2015.

Kedatangan Donadoni di Renato Dall’Ara langsung mengubah gaya permainan Bologna. Sebelum dilatih Donadoni, Bologna hanya memiliki enam poin dari 10 pertandingan. Sedangkan saat dilatih Donadoni, Bologna berhasil mengumpulkan tujuh poin dari empat laga. Laga melawan Napoli yang pada pekan ke-14 menempati peringkat pertama klasemen Serie A, ia tentunya menghadapi ujian berat.

Tapi pada pertandingan yang dihelat di Renato Dall’Ara tadi malam (6/12), anak asuh Donadoni mampu memaksa Napoli yang diasuh Maurizio Sarri pulang dengan tangan hampa. Napoli yang tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir berhasil dikalahkan oleh strategi Bologna yang mematikan pemain sayap Napoli. Napoli pun harus kalah dengan skor 3-2. Gol Bologna dicetak Mattia Destro (2) dan Luca Rossettini, sedangkan gol Napoli keduanya dicetak oleh Gonzalo Higuain.

Tak bisa dimungkiri, kedua sayap Napoli menjadi kunci dalam beberapa pertandingan terakhir. Donadoni pun menginstruksikan anak asuhnya untuk meredam pemain sayap Napoli, yakni Jose Callejon dan Lorenzo Insigne. Menurut Four Four Two, tercatat bahwa 16 kali pemain Bologna berhasil menekel pemain Napoli sebelum mereka sempat melepas umpan ke kotak penalti.

Pemain Bologna juga melakukan 25 kali intersep di sisi sayap Napoli. Masih ada empat sapuan dan enam aerial duels yang berhasil dilakukan pemain Bologna. Adam Masina menjadi pemain Bologna yang paling banyak melakukan tackling dan intercept.

Mematikan sisi sayap Napoli membuat Lorenzo Insigne hanya membuat empat umpan silang dan hanya satu yang berhasil. Dan satu-satunya umpan silang Insigne tersebut menghasilkan gol untuk Higuain pada menit ke-87. Sedangkan Callejon di sisi yang lain, gagal mencatatkan satu pun umpan silang berhasil.

Meski Napoli kalah, Higuain tetap mampu mencetak dua gol dan menempatkannya di daftar pencetak gol terbanyak Serie A dengan koleksi 14 gol, unggul dari pemain Sampdoria Eder yang masih mengoleksi 10 gol. Meskipun begitu, posisi puncak klasemen harus rela diberikan pada Inter yang berhasil mengalahkan Genoa lewat gol tunggal Adem Ljajic.

Dengan kemenangan ini, Bologna pun naik ke peringkat 15. Tak hanya itu, kemenangan ini pun bisa membuka jalan Bologna untuk meninggalkan zona degradasi. Sementara bagi Donadoni, kemenangan ini pun bisa menjadi awal pembuktian dirinya bahwa ia merupakan pelatih spesialis penyelamat kesebelasan yang berkutat dari jurang degradasi.

Sumber : Football Italia, Four Four Two, Whoscored

Komentar