Watford yang Memiliki Banyak Koleksi Kewarganegaraan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Watford yang Memiliki Banyak Koleksi Kewarganegaraan

Memasuki pekan ke 15, Watford masih berada di papan tengah Premier League tepatnya di posisi ke 9 dengan 22 poin. Meski demikian, Watford memenangkan empat di antara enam pertandingan terakhirnya. Jika dilihat-lihat, tak ada yang istimewa dari Watford, terlebih taktik dan pemainnya. Namun jika Anda teliti, dari 21 pemain yang didaftarkan oleh Watford untuk pertandingan Liga Primer Inggris, mereka berasal dari 18 negara yang berbeda.

Jika dirunut satu per satu ada kapten Troy Deeney dan Ben Watson dari Inggris, Nathan Ake dan Steven Berghuis dari Belanda, serta duet Swiss, Almen Abdi dan Valon Behrami. Selain itu, mereka juga memiliki Adlene Guedioura (Aljazair), Sebastian Proedl (Austria), Heurelho Gomes (Brasil), Allan Nyom (Kamerun), Victor Ibarbo (Kolombia), Juan Carlos Paredes (Ekuador), Etienne Capoue (Prancis), Jose Holebas (Yunani), Alessandro Diamanti (Italia), Miguel Layun (Meksiko) yang sedang dipinjamkan ke FC Porto, Odion Ighalo (Nigeria), Craig Cathcart (Irlandia Utara), Ikechi Anya (Skotlandia), Jurado (Spanyol), dan Miguel Britos (Uruguay).

Pelatih Watford, Quique Sanchez Flores berujar dengan skuatnya sekarang, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Di antaranya adalah keuntungan secara taktik dan finansial. “Secara taktikal, saya tidak perlu lagi mengajarkan cara bermain ala sepakbola Amerika Latin yang lebih mengandalkan skill karena kami punya pemain dari Brasil, Ekuador, Uruguay, Meksiko, dan Kolombia. Selain itu, kami juga memiliki gaya permainan fisik karena kami mempunyai pemain asal Britania Raya, Kamerun, Nigeria, dan Aljazair,” ungkapnya kepada Daily Mail.

Sanchez Flores juga menambahkan bahwa dengan melatih tim dengan komposisi negara yang berimbang, maka ia tak perlu mengubah kebiasaan bermain pemainnya. “Seperti ada tim yang menggunakan banyak pemain Inggris, pasti tak mudah merubah gaya permainan timnya ke gaya bermain yang mengandalkan keindahan atau kecepatan,” jelas Sanchez Flores.

Tak hanya taktik saja, ia juga menambahkan, dengan banyaknya pemain dari banyak negara akan ada penambahan keuntungan finansial bagi klub.

Kasus banyaknya pemain asing di Watford memang bukan permasalahan baru bagi Liga Primer yang kompetisinya terkenal dipenuhi pemain asing. Beberapa rekor pun pernah dibuat karena banyaknya pemain asing di Liga Primer. Contohnya adalah kala Arsenal menang 5-1 atas Crystal Palace pada Februari 2005. Saat itu, manajer Arsenal tidak membawa satu pun pemain asal Inggris di skuatnya.

Juga masih ada pertandingan antara Blackburn Rovers melawan West Bromwich Albion pada pertandingan Liga Primer 23 Januari 2011, dimana dari 27 pemain yang bermain dalam pertandingan tersebut (cadangan yang masuk juga dihitung) terdapat 22 kewarganegaraan.

Sebenarnya ada satu masalah jika satu tim memiliki banyak pemain dari berbagai negara, yaitu masalah komunikasi. Namun, melihat posisi Watford sekarang ini, sepertinya hal itu tidak menjadi isu besar bagi mereka.

Sumber : Daily Mail, BBC, Sporting Intellegence

Komentar