Arsenal Masih Sibuk di Pasar Pemain

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Arsenal Masih Sibuk di Pasar Pemain

Arsenal tidak membiarkan bursa transfer musim dingin kali ini berlalu begitu saja tanpa melakukan pergerakan. Walaupun manajer mereka, Arsène Wenger tidak menyukai pasar pemain paruh musim, Arsenal tetap aktif.

Belum ada pemain baru yang masuk, namun Arsenal telah menyelesaikan dua urusan perpindahan pemain. Setelah Lukas Podolski bergabung dengan Inter Milan, giliran Yaya Sanogo yang dilepas untuk menghabiskan sisa musim ini di luar Emirates Stadium.

Sanogo, penyerang muda berusia 21 tahun, bergabung dengan Crystal Palace. Kepindahan Sanogo bukanlah hal yang mengejutkan. Wenger sendiri memang sudah lama menegaskan bahwa dirinya akan membiarkan Sanogo keluar sebagai pemain pinjaman di pertengahan musim. Tetap saja, perkiraan banyak orang mengenai Sanogo meleset.

Karena berkebangsaan Perancis, Sanogo sering disebut-sebut akan dipinjamkan ke kesebelasan Ligue 1. Girondins de Bordeaux yang kini ditangani oleh Willy Sagnol (eks pemain Bayern München dan tim nasional Perancis) dipercaya banyak media sebagai pilihan Sanogo. Namun buktinya, Sanogo tetap berada di Inggris. Malah, ia tidak pindah kota. Sanogo tetap berada di London.

Sanogo dibiarkan bergabung dengan Palace agar eks pemain Association de la Jeunesse Auxerroise tersebut dapat mengumpulkan banyak pengalaman bermain di tim utama. Di Arsenal, jaminan rutin bermain setiap pekan tak dimiliki Sanogo.

Cara tersebut bukanlah praktik yang asing bagi Arsenal. Selain Sanogo, ada Ryo Miyaichi yang bermain bersama FC Twente di Eredivisie. Pemain yang menarik banyak perhatian di Piala Dunia 2014 bersama tim nasional Kosta Rika, Joel Campbell, rutin bermain di tim utama Olympiakos sepanjang musim 2013/14. Pada tahun 2010, Arsenal pernah meminjamkan Jack Wilshere ke Bolton Wanderers.

Keberhasilan Wilshere menembus tim utama sepulang dari Bolton bisa jadi merupakan alasan Arsenal meminjamkan Sanogo ke sesama kesebelasan Premier League; agar sang pemain lebih terbiasa dengan gaya sepakbola Inggris. Agar proses mengumpulkan pengalaman dapat berjalan bersamaan dengan proses pembiasaan diri.

Jika diperhatikan, Palace memang tempat yang paling tepat bagi Sanogo. Manajer Palace, Alan Pardew, dikenal luas memiliki soft spot untuk para pemain Perancis atau mereka yang berasal dari Ligue 1. Semasa masih menjadi manajer Newcastle United dulu, Pardew banyak mendatangkan para pemain francophone sehingga bahasa utama di markas latihan dan ruang ganti Newcastle adalah bahasa Perancis, bukan Inggris. Karenanya, nama Pardew juga sering dipelesetkan menjadi Alain Pardieu.

Tanpa Sanogo, Wenger hanya memiliki Olivier Giroud dan Danny Welbeck untuk peran ujung tombak. Jika keduanya tidak dapat bermain, Wenger masih memiliki Theo Walcott dan Alexis Sánchez yang juga dapat bermain sebagai penyerang tengah.

Masih ada cukup banyak waktu sebelum hari penutupan bursa transfer tiba, dan Arsenal nampaknya masih akan beraktivitas. Joel Campbell disebut-sebut akan dipinjamkan ke Spanyol. Selain itu, Wenger sendiri sudah mengungkap pencarian bek tengah yang sedang dilakukan oleh Arsenal.

Komentar