Lyon Manfaatkan Petaka Marseille dengan Baik

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Lyon Manfaatkan Petaka Marseille dengan Baik

Tidak seperti Paris Saint-Germain Football Club, Olympique Lyonnais mampu mengambil keuntungan dari nasib buruk yang menimpa Olympique de Marseille. Posisi puncak di tabel klasemen sementara Ligue 1 musim ini, yang dikuasai oleh Marseille sejak pekan keenam, kini menjadi milik Lyon. Kemenangan tiga gol tanpa balas di pertandingan melawan Toulouse Football Club membawa Lyon ke posisi teratas untuk pertama kalinya musim ini.

Hubert Fournier, manajer Lyon, mengaku puas terhadap hasil akhir pertandingan dan penampilan yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Menurut Fournier, para pemain Lyon telah melakukan hal terbaik di tengah duka yang sedang menyelimuti Perancis.

“Cara terbaik untuk berpartisipasi dalam penghormatan [terhadap insiden penembakan Charlie Hebdo] adalah dengan menampilkan permainan yang baik dan membuat para penggemar senang. Klub ini bersatu dalam situasi sulit dan memiliki semangat kebersamaan yang nyata,” ujar Fournier selepas pertandingan.

Walaupun kini Lyon berada di posisi pertama, Fournier menolak jemawa. Ia berusaha untuk tetap membumi karena perjalanan masih panjang. “Terlalu jauh untuk memproyeksi seperti apa tabel klasemen di akhir musim,” tegasnya.

Manajer Toulouse, Alain Casanova, menerima kekalahan yang dialami pasukannya walau sakit tetap ia rasa. “Kekalahan ini logis namun tetap menyakitkan,” ujar Casanova. Lyon, ujar Casnova, tak hanya pantas menang; Les Gones juga layak menjadi pimpinan liga dan menjadi juara. Casanova merasa tahu benar peningkatan kualitas yang terjadi di Lyon. Karena saat dirinya berhadapan dengan Lyon pada bulan Agustus lalu, Casanova meraih kemenangan. Semalam, ia merasa tidak memiliki peluang untuk menang.

Satu hal yang membedakan Lyon dan Toulouse adalah kemampuan untuk memaksimalkan momentum. Dua gol pertama Lyon, yang diciptakan oleh Alexandre Lacazette pada menit ke-14 dan ke-27, bermula dari kesalahan yang dilakukan oleh para pemain Toulouse.

“Kami menciptakan peluang namun kami membuat beberapa kesalahan yang harus kami bayar mahal, terutama pada gol pertama, yang membuat pertandingan menjadi jauh lebih mudah bagi mereka dan jauh lebih sulit bagi kami,” keluh Casanova.

Gol pertama Lyon tercipta setelah Maxime Gonalons mencuri bola yang tidak dikontrol dengan sempurna oleh lawan. Gonalons meneruskan bola kepada Nabil Fekir, dan Fekir langsung melepaskan umpan terobosan yang ditujukan kepada Lacazette. Tanpa gangguan berarti, Lacazette melepaskan sebuah tembakan rendah yang keras. Bola melewati garis gawang lewat celah sempit antara penjaga gawang Toulouse, Ali Ahamada, dan tiang dekat.

Pada proses gol kedua, ceritanya sedikit berbeda. Pemain belakang Toulouse, Uroš Spaji?, berusaha memberikan gangguan kepada Corentin Tolisso yang menggiring bola mendekati kotak penalti Toulouse. Sontekan Spaji?, yang sejatinya dilakukan untuk menjauhkan bola dari penguasaan Tolisso, malah mengarah kepada Lacazette. Tanpa perlu mengontrol bola, Lacazette langsung menempatkan bola ke arah tiang jauh.

Kemenangan Lyon, sebagaimana dikatakan oleh Casanova, dipastikan oleh gol Nabil Fekir di menit ke-48. Menerima umpan terobosan dari Rachid Ghezzal, Fekir melepaskan tendangan rendah yang tepat mengarah kepada Ahamada. Walaupun bola membentur kaki Ahamada, gol tetap tercipta.

Tiga gol tanpa balas membawa Lyon naik peringkat ke posisi pertama dengan raihan poin 42; satu angka di atas Marseille dan tiga poin di depan Association Sportive de Saint-Étienne Loire. PSG berada di peringkat empat, satu poin di belakang Saint-Étienne.

Komentar