Marcel Sabitzer: Transformasi Sang Winger Menjadi Jenderal Lapangan Tengah

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim Pilihan

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Marcel Sabitzer: Transformasi Sang Winger Menjadi Jenderal Lapangan Tengah

RB Leipzig adalah tim yang paling mungkin mencegah Bayern Muenchen meraih trofi Bundesliga kesembilan beruntun. Anak asuh Julian Nagelsmann terpaut empat poin dari die Roten di puncak klasemen. Mereka berpeluang memangkas jarak itu atau justru mengikhlaskan Meisterschale, tergantung hasil RB Leipzig vs Bayern Muenchen yang dijadwalkan pada Sabtu (3/4/2021) malam.

Salah satu faktor yang membuat Leipzig bisa menyaingi Bayern adalah pertahanan solid mereka. Hingga Spieltag 26, die Roten Bullen baru kebobolan 21 gol, paling sedikit di Bundesliga. Bersama Wolfsburg (22), Leipzig menjadi tim yang kebobolan lebih sedikit dibanding jumlah pertandingan yang dilakoni.

Pertahanan solid Leipzig merupakan hasil setelan taktik Nagelsmann dan kemampuan para pemain untuk tampil sesuai ekspektasi. Dayot Upamecano, bek yang musim depan berseragam Bayern, lagi-lagi menunjukkan performa impresif di lini belakang. Kiper buangan Liverpool, Peter Gulacsi pun masih sigap menihilkan ancaman.

Selain itu, jika membicarakan individu yang secara langsung terlibat dalam pertahanan solid Leipzig, nama sang kapten tak bisa dilewatkan. Marcel Sabitzer sukses beradaptasi menjadi gelandan die Roten Bullen yang bertanggung jawab melindungi lini belakang. Di atas kertas, Nagelsmann memasangnya sebagai gelandang tengah. Namun, sang pelatih memberi tanggung jawab defensif yang lebih kepada eks pemain RB Salzburg tersebut.

Sabitzer sejatinya bukanlah seorang gelandang bertahan. Sebelum era Nagelsmann, ia belum mencicipi peran defensif. Sabitzer aslinya winger, sempat dipasang sebagai striker, juga sering mengisi pos gelandang serang ketika membela Leipzig.



Nagelsmann rupanya memiliki ide lain ketika melihat talenta pemain kelahiran Wels, Austria tersebut. Sejak pertengahan musim 2019/20, eks juru taktik TSG Hoffenheim itu mencoba Sabitzer di posisi gelandang tengah. Ia kepincut dengan kapasitas kerja dan kecerdasan Sabitzer membaca permainan.

“Sekarang dia [Sabitzer] bermain sebagai seorang no. 6 dan menjadi salah satu pemain paling stabil di posisi itu di Bundesliga. Saya terkejut dia beradaptasi dengan sangat baik. Awalnya saya kira dia akan mengeluh karena disuruh bermain lebih ke belakang. Dia benar-benar berkembang di posisi tersebut,” kata Nagelsmann dilansir laman resmi Bundesliga.

Sabitzer pandai membaca gerak-gerik lawan. Ia rata-rata membuat 1,75 intersep per pertandingan, tertinggi di antara skuad Leizpig yang bermain reguler. Eks pemain Admira Wacker ini juga mencatatkan rata-rata merebut penguasaan bola (recoveries) tertinggi ketiga di skuad Leipzig dengan 13,1 recoveries per pertandingan.

Dipadukan dengan kapasitas kerja, Sabitzer menjadi gelandang komplet yang memimpin lini tengah Leipzig. Sabitzer rajin menghalau bahaya yang mendekati lini belakang dengan rata-rata membuat 1,81 tekel per pertandingan. Kebanyakan tekelnya ia lakukan di lini tengah atau sepertiga pertahanan.

Meskipun ditarik lebih ke belakang, Sabitzer masih jadi sosok penting bagi serangan Leipzig. Leipzig-nya Nagelsmann cenderung bertahan — sekaligus menginisiasi serangan — dengan pressing setinggi mungkin. Pressing berintensitas tinggi di sepertiga akhir lawan adalah cara andalan Dani Olmo dkk untuk mencetak gol.

Pressing tinggi die Roten Bullen membutuhkan pemosisian yang baik dari lini kedua, termasuk Sabitzer. Untuk melakukan hal ini, gelandang tengah pun dituntut sigap bergerak, baik untuk memberi cover atau menciptakan keunggulan jumlah di sekitar pembawa bola.

Sabitzer mampu melakukan tugas itu dengan baik. Saat Leipzig menguasai bola, gelandang internasional Austria tersebut juga dapat merangsek ke kotak penalti dan menjadi opsi penembak. Di Bundesliga musim ini, Sabitzer telah mencetak dua gol dari dalam kotak penalti lewat situasi open play.

Selain itu, kemampuan tembakan jarak jauhnya pun memberi Leipzig dimensi serangan lain. Sabitzer kapabel dan tak ragu mencoba tendangan jarak jauh. Musim ini, percobaannya berbuah gol spektakuler ke gawang Hertha Berlin, 21 Februari silam.

Di Bundesliga 2020/21, Sabitzer telah mengemas enam gol dan dua asis. Ia menjadi top skor sementara klub di ajang liga bersama Christopher Nkunku dan Emil Forsberg.

Bermain di posisi mana pun, Sabitzer terus menjadi sosok reliabel bagi Nagelsmann. Tak hanya dari segi teknis, etos kerja dan kepemimpinan pemain berusia 27 tahun ini juga menonjol di skuad. Musim lalu, Sabitzer dipilih oleh rekan-rekannya menjadi kapten baru menggantikan Willi Orban.

“Tidak penting apakah dia lelah atau dalam kondisi terbaik, Anda tahu apa yang akan Anda dapatkan dari dia: rasa haus [akan keberhasilan], kesadaran taktis yang baik sekalidan kemampuan untuk tetap beraksi di 20 menit terakhir jika Anda membutuhkannya,” ucap Nagelsmann.

Kini Sabitzer bukan lagi bakat muda yang direkrut Red Bull. Di skuad Leipzig yang relatif muda, ia menjelma seorang pemimpin sekaligus pemain yang reliabel di tiap fase permainan.

“Sabi selalu ada ketika dibutuhkan. Dan dia berusaha sangat keras untuk membuat tim menampilkan performa sesuai kemampuan terbaik,” kata Konrad Laimer, rekan setim Sabitzer.

RB Leipzig sedang melakoni musim terbaiknya sejak promosi ke Bundesliga. Kesempatan menjegal Bayern masih terbuka. Di pertandingan menentukan pada Sabtu (3/4) nanti, Sabitzer dkk wajib menampilkan yang terbaik. Mengingat Bundesliga tinggal menyisakan delapan pertandingan, laga Leipzig vs Bayern tak ubahnya sebuah final.

Komentar