Siapa yang Akan Jadi Korban Kedatangan Alexis di Man United?

Analisis

by Redaksi 21

Redaksi 21

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Siapa yang Akan Jadi Korban Kedatangan Alexis di Man United?

Alexis Sanchez telah resmi menjadi pemain Manchester United pada Senin (22/1) waktu Manchester. Kehadiran penyerang asal Chile ini bisa menjadi tambahan kekuatan di sisi penyerangan Man United. Jose Mourinho terus berusaha meningkatkan sektor penyerangan "Setan Merah" sejak musim panas lalu, yaitu dengan mendatangkan Romelu Lukaku dan mengontrak kembali Zlatan Ibrahimovic. Pelatih asal Portugal itu juga bahkan sempat dikabarkan mengincar Ivan Perisic, Gareth Bale, dan Antoine Griezmann.

Kehadiran Sanchez menjadi angin segar bagi Mourinho karena Sanchez memiliki kemampuan untuk bermain di posisi manapun di lini depan. Tampaknya potensi Anthony Martial dan Marcus Rashford yang biasa ditempatkan di sayap (terutama kiri) belum membuat seorang Mourinho puas, termasuk pemain yang masuk ke dalam kesepakatan mendatangkan Sanchez, Henrikh Mkhitaryan, yang kadang dimainkan di sayap.

Jika Alexis bermain di sayap kanan atau kiri

Mourinho yang menggunakan formasi 4-2-3-1 biasanya selalu melakukan rotasi antara Martial dan Rashford untuk menempati sayap kiri penyerangan United. Hadirnya Alexis kemungkinan akan membuat kedua pemain ini kehilangan tempat di skuat utama, khususnya di sisi kiri penyerangan United.

Untuk posisi sayap kiri ini yang akan menjadi korban datangnya Alexis yaitu Rashford karena apabila melihat penampilan Martial yang dalam tiga pertandingan terakhir selalu mencetak gol, tentu Rashford akan dikesampingkan Mourinho. Rashford juga akhir-akhir ini lebih banyak disimpan di bangku cadangan karena penampilannya yang inkonsisiten, tentu menjadikan namanya paling besar akan menjadi korban dengan hadirnya Sanchez.

Namun, jika Alexis akan sering bermain di sayap kiri, hal ini bisa menjadi "berkah tersembunyi" bagi Rashford. Itu akan terjadi karena ia berkesempatan bermain di posisi lainnya, seperti sayap kanan; atau bahkan di posisi alaminya, yaitu sebagai penyerang tengah, meski tetap dari bangku cadangan karena harus bersaing dengan Lukaku dan Ibrahimovic.

Selanjutnya, apabila Mourinho tidak ingin menjadikan Rashford (dan Martial) sebagai korban, ia bisa saja menempatkan Sanchez di posisi sayap kanan di mana hanya Juan Manuel Mata yang selalu dimainkan Mourinho di posisi tersebut.

Dengan kemampuan yang dimiliki Sanchez yang selalu mengandalkan kecepatan dan kekuatannya ketika melewati lawan, tentu tidak akan menjadi kesulitan bagi dirinya apabila ditempatkan di sayap kanan. Selain itu, kekuatan kaki kanannya bisa menjadi kelebihan untuk mengirimkan umpan untuk Lukaku di tengah.

Akan tetapi, jika Sanchez ditempatkan di sayap kanan, tentu Mata yang akan menjadi korban.

Jika Alexis bermain di lini penyerangan

Alternatif posisi Sanchez lainnya yaitu sebagai penyerang, baik penyerang tengah, penyerang bayangan, maupun gelandang serang. Salah satu hal menarik yang bisa saja terjadi bahkan Alexis berduet dengan Lukaku di depan.

Apabila Mourinho memilih mengubah formasi yang biasanya 4-2-3-1 menjadi 4-4-2, tentu akan ada lagi yang menjadi korban, yaitu Jesse Lingard. Akhir-akhir ini Lingard selalu ditempatkan di belakang Lukaku, bahkan sering kali keduanya berdiri sejajar di depan dan terbukti Lingard mampu memberikan kontribusi tujuh gol selama bermain untuk United.

Namun, bisa dibilang Lingard adalah pemain yang inkonsisten. Ini yang bisa menjadi alasan untuk Sanchez menempati posisi menggantikan Lingard. Lingard sendiri tidak perlu terlalu khawatir. Selain karena kemampuannya memang secara rata-rata masih di bawah Sanchez, Lingard masih bisa bermain di posisi lainnya, seperti misalnya sayap kanan (yang mana akan kembali mengorbankan Mata).

Ketika mengorbankan Lingard, tentu Mourinho bisa memberikan dampak lain. Kemampuan dalam mencetak gol Sanchez tidak bisa diragukan lagi dan akan menjadi mesin gol tambahan selain Lukaku di depan.

Selama tiga tahun bersama Arsenal, Sanchez mencatatkan 183 peluang dari permainan terbuka. Dengan catatan itu, tentu ia berpotensi menciptakan peluang di lini depan United untuk memberikan asis kepada Lukaku maupun pemain lainnya, atau bahkan mencetak gol untuk dirinya sendiri.

Tapi mungkin Alexis akan dicadangkan dulu

Sekarang tinggal siapa yang akan dikorbankan Mourinho ketika memainkan Sanchez di lini serang United. Apabila ia ingin menempatkan Sanchez di sisi sayap kiri, tentu sudah ada dua nama yang akan dikorbankan, yaitu Martial dan Rahford. Sedangkan ketika menempatkan Sanchez di sisi sayap kanan, Mata yang dikorbankan. Kemudian Lingard juga bisa dikorbankan jika Mourinho menempatkan Sanchez di lini depan bersama Lukaku.

Man United masih bermain di tiga kompetisi, yaitu Liga Primer Inggris, Liga Champions UEFA, dan Piala FA. Kelihatannya, Sanchez akan lebih difokuskan untuk bermain di Liga Primer guna membantu mengejar Man City di puncak klasemen dan juga diprioritaskan membantu United untuk meraih gelar Liga Champions. Sementara pemain-pemain yang dikorbankan di atas, bisa diprioritaskan untuk lebih bermain di Piala FA, serta sebagai pemain pelapis di Liga Primer dan Liga Champions.

Selain itu, Man United yang cenderung bermain sedikit bertahan tentu bisa memaksimalkan kemampuan Sanchez ketika melakukan serangan balik. Sanchez yang memiliki kecepatan dalam berlari akan sangat berguna bagi strategi Man United apalagi ia pun memiliki ketenangan dalam mengeksekusi peluang yang sering ia peragakan di Arsenal.

Namun, Mourinho adalah pelatih yang bijaksana dalam memilih pemain. Ia bisa menempatkan pemain sesuai porsi kebutuhan tim. Hal ini yang bisa saja membuat kita melihat Sanchez yang justru menjadi korban di awal-awal masanya di United.

Dibanding pemain-pemain yang disebutkan di atas (kecuali Zlatan), bisa dibilang tingkat kebugaran (match fitness) Sanchez adalah yang paling rendah. Di saat Sanchez membangun match fitness dan chemistry-nya bersama rekan-rekan barunya di United, jangan kaget jika kita melihatnya sering duduk di bangku cadangan di masa-masa awal kariernya di Kota Manchester ini.

Melihat United yang masih bermain di tiga kompetisi musim ini, Mourinho akan punya banyak pilihan dan membuat United bermain maksimal di tiga kompetisi itu. Maka dari itu Mourinho akan berhati-hati dalam meracik kesebelasannya, salah satunya dengan menyimpan Sanchez untuk dikeluarkan sebagai "senjata rahasia".

Komentar