Meski Berstatus Tuan Rumah, Prancis Harus Waspadai Rumania

Analisis

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Meski Berstatus Tuan Rumah, Prancis Harus Waspadai Rumania

Prancis akan bertemu Rumania dalam pembukaan Piala Eropa 2016, Sabtu (11/6) dini hari nanti. Meski demikian tidak bisa di anggap remeh, Rumania yang duduk di Pot 3 dalam undian grup, dianggap sebagai salah satu negara yang difavoritkan akan menyulitkan Prancis di Grup A Piala Eropa 2016.

Berdasarkan 10 pertandingan terakhir, Prancis tak pernah kalah dari Rumania, dengan catatan lima kemenangan. Namun, hal tersebut tak bisa terlalu dibanggakan, karena dari lima pertandingan terakhir, Prancis hanya bisa meraih hasil imbang.

Siapa yang Lebih Kuat di Lini Belakang, Prancis Atau Rumania?

Di babak kualifikasi, meski Rumania berada peringkat kedua, tapi mereka juga mencatatkan catatan tak pernah kalah. Mereka bahkan menjadi kesebelasan yang paling sedikit kebobolan yakni dua gol dalam 10 pertandingan kualifikasi.

Di laga ini, Rumania kemungkinan besar mengandalkan serangan balik dan bermain lebih bertahan. Hal ini diperkuat dengan kembali bermainnya sang kapten, Vlad Chiriches, yang akan menjadi kunci di lini pertahanan Rumania.

Keberadaan Chiriches di lini belakang bakal ditopang oleh keberadaan bek senior, Razvan Rat, di posisi bek sayap kiri dan kiper Fiorentina, Ciprian Tatarusanu, di bawah mistar gawang. Chiriches sendiri tampaknya akan diplot untuk mematikan penyerang Prancis, Olivier Giroud, yang diprediksi menjadi ujung tombak.

Di sisi lain, tidak adanya Raphael Varane, diyakini akan membuat pos di lini belakang Prancis akan ditempati Laurent Koscielny dan Adil Rami. Keduanya masih dianggap belum padu dalam menggalang pertahanan Les Blues karena baru berpasangan dalam waktu kurang dari sebulan.

Selain di lini tengah, persoalan Prancis terletak pada barisan bek kanannya yang terbilang uzur. Dari dua bek kanan yang dipanggil oleh Deschamps, Christophe Jallet dan Bacary Sagna, sudah memasuki usia lebih dari 30 tahun.

Prancis Memiliki Lini Serang yang Berbahaya

Prancis memiliki deretan pemain bintang di pos penyerangan. Beberapa di antaranya adalah Dimitri Payet, Antoine Griezmann, Anthony Martial, dan Kingsley Coman. Dengan dipanggilnya keempat pemain ini, Deschamps pun memiliki dua opsi dalam menyerang.

Opsi pertama adalah dengan mengirim umpan silang dari sisi kanan. Hal ini juga bisa dilakukan untuk menghindari hadangan Rat. Opsi ini memiliki kemungkinan untuk berhasil karena Prancis memiliki duet striker dengan tubuh menjulang, Olivier Giroud dan Andre-Pierre Gignac.

Opsi kedua, mengirimkan umpan terobosan ke dalam kotak penalti, lewat pergerakan Payet maupun Martial yang memiliki kemiripan gaya bermain. Dengan gaya menusuk ala keduanya, Rumania diyakini akan kesulitan untuk membendungnya.

Celah Prancis yang Harus Dimanfaatkan oleh Rumania

Seperti yang sudah dijabarkan di atas, meski kuat di lini serang, tapi Prancis punya kelemahan di kedua sisinya. Tiga gelandang tengah Prancis memiliki kecenderungan untuk lebih bermain ke tengah, ketimbang melebar. Hal ini membuat serangan lawan dari sayap telat untuk diantisipasi, sehingga lawan pun langsung berhadapan dengan bek sayap.

Jika memanfaatkan kesalahan tersebut, bukan tidak mungkin Rumania memiliki peluang mengatur pertandingan dan tentu saja mengalahkan Prancis di kandang sekaligus meneruskan tren gagal menang tuan rumah.

Komentar