Mkhitaryan Sebenarnya Biasa Saja

Taktik

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Mkhitaryan Sebenarnya Biasa Saja

Liga Primer Inggris baru berlangsung selama lima pekan pertandingan. Manchester City dan Manchester United memuncaki klasemen sementara dengan jumlah poin, gol, dan kebobolan yang sama. Pastinya ada pemain kunci yang membuat dua kesebelasan asal Manchester ini bisa memuncaki klasemen sejauh ini.

Khusus untuk Man United, jika kita harus memilih satu pemain saja, pemain yang paling disoroti adalah Henrikh Mkhitaryan. Benarkah pemain asal Armenia ini sudah menjadi pemain kunci bagi “Setan Merah” sampai Bulan September ini?

Di saat United memiliki duet Romelu Lukaku dan Paul Pogba yang bombastis, Nemanja Matic yang berpotensi menjadi pembelian terbaik musim ini karena berhasil menstabilkan lini tengah, sampai sosok David De Gea yang selalu bisa diandalkan di bawah mistar gawang, tidak mudah rasanya memilih satu pemain saja untuk dijadikan pemain kunci. Apalagi masih ada pemain-pemain seperti Marcus Rashford, Anthony Martial, Luis Antonio Valencia, dan pemain lainnya.

Secara tim, United menunjukkan bahwa mereka lebih baik dibandingkan musim lalu. Tidak mengherankan banyak yang menyoroti permainan Mkhitaryan sebagai individual. Bukan hanya karena ia sejauh ini berhasil mencatatkan lima asis dan satu gol, tapi juga karena ia seperti berhasil bangkit menjadi pemain utama setelah musim lalu menjalani musim yang tidak menyenangkan di bangku pemain pengganti Old Trafford.

Ini adalah perjalanan panjang dan berliku untuk Mkhitaryan menjadi pemain utama, apalagi pemain kunci, di bawah asuhan José Mourinho.

Mkhitaryan lebih berpengaruh jika bermain di posisi lebih sentral

Katanya: salah satu hal yang meng-upgrade permainan Mkhitaryan dibandingkan musim lalu adalah karena musim ini posisinya sudah jelas, yaitu sebagai No. 10, alias di belakang penyerang. Tapi tanpa bermaksud mengecilkan Mkhitaryan, sebenarnya bukan ia yang membuat United lebih baik di musim ini, melainkan sistem permainan United yang membuatnya semakin bisa berpengaruh.

Bagaimanapun, Miki didukung oleh para pemain lainnya. Pada sistem atau formasi awal, Mourinho secara konsisten menerapkan 4-2-3-1 dengan Matic menjaga lini tengah United sehingga bisa membebaskan Pogba. Kemudian permainan melebar dari sayap kiri disediakan oleh Rashford atau Martial (hampir tanpa dukungan full-back di belakangnya), sementara di kanan adalah sebaliknya, yaitu Valencia (full-back kanan, bukan winger kanan).

Sementara itu Mkhitaryan, yang diplot sebagai winger kanan ataupun langsung di tengah (No. 10), akan tetap bergerak dan beroperasi di tengah. Jika Mkhitaryan langsung bermain di posisi No. 10, maka Juan Manuel Mata yang bermain di kanan juga tetap saja akan bergerak ke tengah, menghubungkan permainan dengan Mkhitaryan.

Dari sini biasanya United bisa mengontrol permainan. Oleh karena itu, permainan menyayap di area kanan United sangat "dijaga" oleh Valencia yang bergerak naik dan turun. Hal ini tidak terjadi di sayap kiri.

Grafis operan Luis Antonio Valencia dan Henrikh Mkhitaryan saat melawan Stoke City

Statistik menunjukkan jika Mkhitaryan lebih kreatif jika ia sedang berada di posisi yang lebih sentral, yaitu mencatatkan rata-rata 3 operan kunci dan 4,5 peluang per pertandingan. Sedangkan sewaktu melawan Stoke, Mourinho menyetel Mkhitaryan di winger kanan, dan ia pun hanya berhasil mencatatkan dua peluang meski ia beberapa kali bergerak ke tengah.

Hal itu menunjukkan jika ia kurang efektif di sayap. Pada saat di Borussia Dortmund juga ia lebih banyak terlibat sebagai No. 10 di mana ia mencatatkan total 11 gol dan 15 asis pada 2015/2016.

Pada musim tersebut Dortmund memainkan sepakbola yang mengandalkan pressing dan serangan balik yang hampir membawa mereka menjuarai Bundesliga Jerman dan sebagai perempat-finalis Liga Champions UEFA. Bukan kebetulan, sistem itu yang sedang banyak dipakai oleh Mourinho di United musim ini.

Maka, kita sudah bisa tahu apa penyebab peningkatan permainan Mkhitaryan di musim ini. Mourinho senang memperketat pertahanannya (memiliki pertahanan yang bagus tidak sama dengan memainkan sepakbola bertahan) dan menghukum lawan dengan counter attack. Secara tidak langsung, ini juga yang banyak membantu permainan Mkhitaryan.

Bermain sebagai No. 10 tidak otomatis membuat Mkhitaryan bebas

Dari hal di atas, kita bisa tahu apa masalah United sekaligus masalah Mkhitaryan musim lalu, yaitu mereka kesulitan melakukan serangan balik dari sentral (bukan flank atau sayap). Ini bukan hanya salah sistem atau Mkhitaryan, tapi juga karena United tidak memiliki penyerang bertipikal cepat (maaf, ya, Zlatan).

Dengan hadirnya Lukaku, United bisa melakukan serangan balik yang cepat dari sentral, di mana Miki berperan dari saat United mendapatkan bola untuk kemudian ia oper atau ia dribel. Pada contoh di bawah ini, kita bisa melihat saat kondisi counter-attack, Mkhitaryan kemudian bertugas membagi bola:

United hampir selalu menerapkan formasi 4-4-2 atau 4-1-4-1 ketika bertahan dengan penyerang (Lukaku) dan gelandang serang (Mkhitaryan) berada di posisi paling depan untuk melakukan pressing.

Pertanyaannya, apakah Mkhitaryan diberi kebebasan sebesar itu di posisi No. 10-nya? Ia memang bisa lebih aktif dalam penyerangan. Statistik tidak berbohong. Tapi Mourinho secara jelas juga memberi batasan-batasan kepadanya.

Pada saat United menang 3-0 melawan FC Basel di Liga Champions, Mourinho memberi label “PlayStation football” kepada beberapa pemainnya, terutama Mkhitaryan. “Sampai 2-0, kami sangat stabil, kami bermain dengan percaya diri,” kata Mourinho setelah pertandingan itu.

“Setelah 2-0, semuanya berubah. Kami berhenti bermain serius dan berhenti membuat keputusan-keputusan yang benar. Kami bermain fantasy football, PlayStation football. Aku tidak suka itu, [penuh] flick dan trick. Kami bertaruh dan kamu harus menghormati lawanmu.”

Pemain seperti Pogba, Mkhitaryan, Mata, dan Martial adalah mereka yang senang mengeluarkan flick dan trick alias gocekan-gocekan.

Justru sistem yang memengaruhi permainan Mkhitaryan, bukan sebaliknya, terutama menjelang akhir pertandingan

Kembali ke pernyataan Mourinho, apa yang ia maksud dengan “kami sangat stabil” adalah pola permainan 4-2-3-1 United yang biasanya mengontrol pertandingan. Tapi kadang mengontrol pertandingan tidak sama dengan memenangkan pertandingan. Memenangkan pertandingan dilakukan dengan mencetak gol.

Sebanyak 10 dari 19 gol United sepanjang musim ini di segala ajang baru tercipta pada 10 menit terakhir pertandingan, termasuk gol Mkhitaryan (menit ke-83 saat melawan Everton). Ini menunjukkan kepada kita jika Mourinho sering melakukan perubahan menjelang akhir pertandingan.

Perubahan "hapalan" ini dilakukan Mourinho dengan mengganti dua pemain, yaitu Mata atau sayap kanan dengan gelandang ekstra, serta menukar Rashford dengan Martial (atau sebaliknya, tergantung siapa yang main duluan). Dari sini sebenarnya kita akan tahu bahwa ada beberapa selera atau kriteria pemain idaman Mourinho.

Dengan begitu, lini tengah United akan semakin kuat, kurang-lebih formasi mereka menjadi 4-3-3. Kuatnya lini tengah ini membuat mereka semakin bisa menerapkan serangan balik, apalagi lawan juga lebih kelelahan menjelang akhir pertandingan, sehingga akan membebaskan pemain seperti Mkhitaryan, Pogba, atau bahkan Marouane Fellaini untuk melakukan pergerakan saat serangan balik.

Dari seluruh gol yang tercetak pada 10 menit terakhir di Liga Primer, United menyumbangkan 38% di antaranya. Dari sini kita bisa melihat bukan hanya Mkhitaryan yang menjadi kunci, tapi perubahan sistem yang Mourinho lakukan, termasuk seluruh pemain yang terlibat di dalamnya. Namun, ini semua memang semakin lancar karena Mkhitaryan bermain dari posisi yang lebih berpengaruh, yaitu posisi No. 10.

Jadi kesimpulannya, permainan Henrikh Mkhitaryan tidak lebih baik daripada musim lalu, melainkan Manchester United-lah yang lebih baik secara sistem dan taktik permainan di musim ini. "Kebetulannya", Mkhitaryan cocok dengan sistem dan taktik permainan United musim ini.

Komentar