Inspirasi untuk Semua Perempuan dari Bibiana Steinhaus

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Inspirasi untuk Semua Perempuan dari Bibiana Steinhaus

Menjelang bergulirnya musim 2017/2018 pada 19 Agustus mendatang, Federasi Sepakbola Jerman (DFB) melakukan terobosan anyar dengan menunjuk wasit perempuan untuk memimpin jalannya pertandingan di Bundesliga. Komisi wasit DFB menunjuk Bibiana Steinhaus untuk menjadi pengadil dalam pertandingan-pertandingan yang tersaji di kompetisi level tertinggi sepakbola Jerman itu.

Penunjukan tersebut tentunya menuai banyak apresiasi positif, sebab perempuan yang karib disapa Bibi itu kini merupakan wasit perempuan pertama di Bundesliga. Beberapa Kolumnis Jerman menyamakan penunjukan Bibi sebagai wasit Bundesliga dengan penunjukan Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman pada 2005 silam.

Terlepas dari itu semua, satu hal lain yang membuat langkah federasi dalam melakukan terobosan tersebut banyak mendapat pujian dari berbagai pihak, tak lain adanya upaya penyetaraan gender terhadap keterlibatan perempuan dalam dunia sepakbola. Merujuk pada sejarahnya, pada tahun 1950, Jerman pernah melarang perempuan untuk bermain sepakbola. Namun seiring berjalannya waktu, sikap tersebut lambat laun berubah menjadi dukungan.

Selain karena mulai berkembangnya sepakbola perempuan di Jerman, penunjukan Bibi sebagai wasit utama di Bundesliga sangat menyiratkan bagaimana kepedulian federasi sepakbola Jerman kepada penyamarataan gender dalam dunia sepakbola.

Perempuan-perempuan Jerman memiliki banyak prestasi mengagumkan di sepakbola Internasional. Misalnya Sylvia Neid, yang memiliki kesuksesan saat dirinya menjadi pemain dan pelatih timnas perempuan Jerman. Kemudian ada sosok Martina Voss, yang berhasil memenangi tujuh gelar nasional sebagai pemain dan pelatih tim sepakbola perempuan di Swiss.

Setelah kedua sosok tersebut kini muncul Bibiana Steinhaus yang mendapat kesempatan untuk menjadi wasit di Bundesliga. Dalam sebuah wawancara dengan situs resmi DFB, Bibi mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan untuk merambah karier perwasitannya di Bundesliga, sebagai salah satu kompetisi sepakbola terbaik di Eropa.

"Ketika Lutz Michael Frehlich (kepala wasit Jerman) memberi tahu saya, saya hanya terdiam. Saya terkejut dan merasa tidak percaya. Tentu saja saya sangat merasa gembira, bahagia, lega, dan penasaran. Perasaan saya campur aduk, seperti roller coaster,” katanya.

"Saya selalu mengidolakan Bundesliga, dan bermimpi suatu saat bisa terlibat di dalamnya. Saya yakin bahwa mimpi ini akan terwujud secara alami, dan ketika terjadi saya merasakan sukacita. Di satu sisi itu adalah hasil dari kerja keras saya selama ini, dan di sisi lain ini adalah dorongan besar untuk terus bekerja keras,” sambungnya.

Sementara itu, Presiden DFB, Reinhard Grindel, menyambut positif penunjukan Bibi sebagai wasit perempuan pertama di Bundesliga. Ia berharap bahwa Bibi bisa menjadi pelecut motivasi bagi wasit perempuan lainnya, sehingga pada masa mendatang Jerman memiliki banyak wasit perempuan berkualitas yang memimpin jalannya pertandingan Bundesliga.

"Semoga dengan ditunjuknya Steinhaus sebagai wasit perempuan pertama di Bundesliga bisa menginspirasi banyak perempuan muda Jerman untuk mengikuti jejaknya," katanya.

Terinspirasi dari Sang Ayah

Selain berprofesi sebagai seorang wasit, Bibi juga merupakan seorang perwira polisi di Hannover. Namun ada kecintaan dari dirinya untuk menggeluti profesi wasit, karena terinspirasi dari sang Ayah yang memiliki profesi yang kini digelutinya. Ia memulai debutnya sebagai wasit pada tahun 1995 ketika ia menjadi wasit kesebelasan MTV Engelbostel-Schulenburg.

Pada tahun 1999, ia promosi sebagai wasit DFB. Kemudian pada tahun 2001, ia mulai memimpin pertandingan kompetisi regional perempuan. Pada 2005 ia kemudian memegang lisensi wasit FIFA. Dua tahun setelah pengakuannya, ia kemudian ditunjuk untuk memimpin jalannya pertandingan di kompetisi Bundesliga 2.

Bibi kemudian mendapatkan kesempatan merambah pengalamannya di turnamen antar negara. Pada tahun 2011, ia masuk dalam daftar enam belas wasit perempuan yang dipilih memimpin jalannya pertandingan di Piala Dunia perempuan FIFA. Dalam ajang tersebut, ada dua pertandingan penyisihan grup yang dipimpinnya, sebelum akhirnya ia terpilih sebagai wasit yang memimpin pertandingan final.

Kegemilangan karier Bibi berlanjut pada tahun 2012, ia ditunjuk sebagai wasit yang memimpin jalannya pertandingan final Dia sepakbola perempuan di Olimpiade London. Kemudian pada tahun 12 Mei 2017, ia dipilih oleh UEFA sebagai wasit untuk memimpin laga Final Liga Champions perempuan, yang akan dimainkan di Cardiff pada tanggal 1 Juni 2017, yang mempertemukan Olympique Lyon melawan Paris Saint-Germain (PSG).

Pengalaman Tak Menyenangkan dan Dukungan dari Howard Webb

Dalam perjalanan kariernya, Bibi pernah mendapatkan tindakan kurang menyenangkan. Seperti pada tahun 2014, saat ia menjadi wasit keempat pertandingan antara Bayern Muenchen melawan Borussia Moenchengladbach. Pelatih Muenchen kala itu Joseph `Pep` Guardiola menyentuh bahunya saat berdebat mengenai keputusan wasit utama di laga tersebut. Dengan rona kesal, Bibi kemudian mengangkat bahunya, dan Pep pun mendapat kritikan.

Tidak sampai di sana, perlakukan lebih buruk pernah dialaminya saat memberikan kartu merah kepada gelandang Fortuna Duesseldorf, Kerem Demirbay. Tak terima di kartu merah, Kerem mengatakan "Perempuan tidak memiliki tempat dalam sepak bola pria”, ucapan tersebut berbuntut sanksi larangan bermain dalam lima pertandingan.

Satu hal lain yang membuat sosok Bibi menjadi sorotan adalah kabar hubungan spesial perempuan berusia 38 tahun itu dengan mantan wasit Liga Primer Inggris, Howard Weeb. Pada Oktober 2016, ia dilaporkan menjalin hubungan spesial dengan wasit tegas berkepala plontos itu. Benar atau tidak fakta tersebut, namun beberapa saat setelah penunjukan Bibi menjadi wasit Bundesliga, Webb memberikan dukungannya.

Webb yang juga berprofesi sebagai polisi itu mengungkapkan bahwa penunjukan Bibi bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk menempati posisi tinggi dalam permainan sepakbola. Lebih lanjut, Webb juga berharap agar Federasi Sepakbola Inggris (FA) terinspirasi mengikuti langkah DFB, dengan menunjuk perempuan untuk memimpin jalannya pertandingan di Liga Primer Inggris, suatu hari nanti.

Cukup beralasan kalau Webb memiliki harapan tersebut, sebab menurutnya di Inggris ada banyak wasit perempuan yang memiliki kemampuan mumpuni untuk memimpin jalannya pertandingan di Liga Primer Inggris.

"Kami memiliki beberapa wasit perempuan dengan kualitas yang bagus di Inggris. Semakin banyak yang lewat dan jika mereka memiliki kemampuan, seharusnya tidak ada bedanya jika mereka laki-laki atau perempuan untuk memimpin pertandingan di Liga Primer," katanya seperti dikutip dari BBC.

Foto: Elespanyol, Twitter

Komentar