Berakhirnya Pengabdian John Terry untuk Chelsea

Cerita

by Muhammad Firza Richsan 54784

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Berakhirnya Pengabdian John Terry untuk Chelsea

Kebersamaan John Terry bersama Chelsea ternyata terhenti di angka 22 tahun. Pada Senin (17/4/17) malam, Chelsea secara resmi mengumumkan jika kapten mereka itu akan pergi dari Stamford Bridge pada akhir musim nanti. Namun masih belum jelas apakah Terry akan kembali melanjutkan kariernya di tempat lain atau memilih untuk gantung sepatu di tempat yang sangat ia cintainya itu.

“Setelah 22 tahun, ada sangat banyak hal untuk diucapkan dan terlalu banyak orang untuk diberi ucapan terima kasih di klub sepakbola yang hebat ini. Untuk para pelatih, rekan setim dan staf hingga para penggemar yang telah mendukungku selama ini, ucapan terima kasihku tak akan pernah cukup. Akan ada peluang bagiku untuk berbicara lebih lanjut soal ini dalam beberapa pekan ke depan.”

“Aku akan memutuskan masa depanku pada waktunya, tapi untuk saat ini aku berkomitmen untuk membantu tim untuk meraih kesuksesan musim ini,” ungkap Terry seperti yang dilansir laman resmi klub.

Isu berakhirnya kebersamaan Terry dan Chelsea sebenarnya sudah mencuat sejak tahun lalu ketika kontraknya akan habis. Namun cedera parah yang dialami Kurt Zouma membuat Chelsea memperpanjang kontrak Terry untuk satu tahun berikutnya. Perpanjangan kontrak Terry sendiri saat itu terjadi pada 18 Mei 2016, atau saat musim telah berakhir.

***

Captain, Leader, Legend adalah ungkapan yang selalu disematkan terhadap Terry. Kata-kata tersebut diciptakan oleh para pendukung untuk mendeskripsikan sosok Terry di tubuh Chelsea. Ia dikenal sebagai seorang yang selalu dapat memotivasi rekan-rekannya. Permainannya pun sangat solid, disiplin, dan tak kenal kompromi.

Tekel dan kepintarannya dalam membaca arah permainan adalah atribut utama yang dimiliki oleh Terry. Sementara kemampuannya untuk mencetak gol adalah bakat lainnya yang tak juga tersembunyi. Total, 66 gol telah dicetaknya untuk Chelsea. Yang juga 40 gol di antaranya menjadikan ia sebagai bek dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Liga Primer Inggris.

Terry memulai debutnya bersama Chelsea ketika melawan Aston Villa pada ajang Piala Liga di tahun 1998. Ia datang sebagai produk akademi. Sebelumnya, ia pernah berlatih bersama akademi West Ham selama empat tahun, dan hampir bergabung ke klub yang diidolai oleh seluruh keluarganya, Manchester United.

“Saya tumbuh sebagai penggemar Man United. Ketika kecil, Anda pastinya ingin mendukung tim yang selalu memenangi segalanya. Ayah dan kakek saya juga penggemar berat Manchester United. Saya rasa ayah saya terlihat sulit menerima ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea dibanding Manchester United. Namun saya dapat berbicara dan meyakinkannya jika keputusan yang saya ambil ini benar,” kenang Terry seperti yang dikutip Daily Mail.

Pada mulanya, Terry berposisi sebagai gelandang bertahan. Namun karena badannya yang terbilang pendek dan gemuk membuatnya sedikit kesulitan saat itu. Di satu waktu, akademi Chelsea yang dibelanya tengah dilanda krisis pemain belakang. Akhirnya, Terry pun dicoba untuk menempati posisi tersebut dan ternyata berhasil membantu Chelsea memenangi pertandingan tanpa kebobolan. Setelah itu, ia pun dipatenkan untuk bermain di posisi belakang.

Gianfranco Zola, salah satu legenda Chelsea, pernah berpendapat bahwa Terry akan menjadi pemain yang besar di Chelsea. Zola sendiri pernah terkena amarah Terry ketika sedang berlatih di Chelsea. Padahal ketika itu dirinya berstatus sebagai pemain bintang, sementara Terry adalah seorang bocah ingusan yang baru dipromosikan ke tim utama.

Bersambung ke halaman berikutnya....

Komentar