Lima Senjata Baru Turki untuk Hadapi Piala Eropa 2016

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Lima Senjata Baru Turki untuk Hadapi Piala Eropa 2016

Stade de Geneve, 15 Juni 2008. Turki tertinggal 0-2 dari Republik Ceko hingga menjelang menit ke-75. Dua gol dari Jan Koller dan Jaroslav Plasil membuat negara bekas wilayah kekaisaran Austria-Hongaria tersebut unggul. Hingga akhirnya, Arda Turan berhasil memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan blunder Petr Cech.

Harapan seakan sirna. Turki tidak mampu membalikkan keadaan bahkan hanya sekadar menyamakan angka bahkan hingga lima menit menjelang pertandingan usai. Semih Senturk (Nihat Kahveci-red) kemudian muncul sebagai pahlawan. Dalam waktu dua menit, ia berhasil menyarangkan gol ke gawang Ceko pada menit ke-87 dan ke-89. Dengan kemenangan dramatis ini Turki berhasil melaju ke babak perempat final Piala Eropa 2008. Mereka bahkan berhasil melaju ke babak semifinal, hingga dikalahkan oleh Jerman dengan skor tipis 2-3.

Raihan pada Piala Eropa 2008 menjadi raihan terbaik Turki pada awal milenium. Sebelum keluar sebagai semifinalis pada Piala Eropa 2008, mereka juga berhasil meraih peringkat ketiga di Piala Konfederasi 2003. Dan tentu pencapaian sensasional yang tidak terlupakan pada Piala Dunia 2002, Korea-Jepang, di mana mereka berhasil meraih medali perunggu.

Pelatih Turki, Fatih Terim, sudah mengumumkan 31 nama untuk skuat bayangan sebagai persiapan untuk Piala Eropa 2016. Tentu dari nama-nama yang dipanggil, Terim berharap bisa mengulangi apa yang ia lakukan satu windu lalu di Austria dan Swiss. Beberapa nama bahkan bisa dibilang baru. Namun karena hal baru tersebut bisa jadi mereka adalah andalan Turki di Piala Eropa nanti. Berikut lima nama pemain yang bisa saja menjadi senjata mengejutkan Turki di Prancis nanti.

OÄŸuzhan Özyakup

Lahir di Zaandam, Belanda. OÄŸuzhan Özyakup memilih untuk membela Turki yang merupakan negara asal orang tuanya, meskipun sebenarnya Ozyakup sudah membela Belanda di level usia 17 tahun dan 19 tahun. Bahkan di level usia tersebut Ozyakup berperan sebagai kapten tim. Ozyakup terbiasa bermain untuk menyisir pertahanan lawan. Namun ia juga piawai apabila ditempatkan sebagai gelandang serang.

Sempat menimba ilmu di akademi Arsenal, Ozyakup kesulitan untuk menembus tim utama. Ozyakup kemudian memutuskan untuk pulang ke negara asal orang tuanya Turki, dan bergabung ke Besiktas. Ternyata kepulangan tersebut memang sesuatu yang positif. Ozyakup bermain luar biasa di Turki. Ia menjadi bagian penting Besiktas yang berhasil menjadi juara Liga Turki musim lalu.

Ozan Tufan

Masih berusia muda tapi punya nyali dan keberanian besar untuk bertarung. Ozan Tufan adalah gelandang bertahan tangguh potensial yang kini bermain Fenerbahce. Berbeda dengan seniornya, Emre Belozoglu yang merupakan gelandang yang sangat baik ketika melepaskan umpan, Tufan adalah tipe gelandang penghancur. Catatan 71 tekel yang dibuatnya membuat Tufan merupakan pemain U-21 yang paling banyak membuat tekel di Liga Turki.

Memiliki kemampuan yang berbeda dengan gelandang Turki kebanyakan membuat Tufan punya tempat spesial di hati Fatih Terim, terutama sejak ia mencetak gol dari jarak jauh dalam laga uji tanding internasional melawan Denmark pada 3 September 2014.

Hakan Calhanoglu

Bintang baru sepakbola Turki. Masih berusia belia ia sudah digadang-gadang akan berada dalam deretan yang sama dengan Yildiray Basturk dan Arda Turan sebagai pemain nomer punggung 10 yang akan menjadi motor serangan tim, dan akan membawa Turki menuju kesuksesan. Kemampuan eksekusi bola mati menjadi spesialisasi pemain berusia 22 tahun tersebut. Tidak hanya bisa ditempatkan sebagai gelandang serang, Calhanoglu juga bisa saja ditempatkan di flank, dan akan membuatnya sebagai playmaker yang bermain melebar.

Penampilan menawan Calhanoglu kabarnya menarik minat banyak klub besar Eropa terutama dari Liga Primer Inggris. Ia juga sudah "memperkenalkan diri"pada publik sepakbola Inggris ketika mencetak gol di pertandingan persahabatan antara Turki dan Inggris pada 22 mei lalu.

Cenk Tosun

Turki dalam sejarahnya selalu memiliki penyerang-penyerang hebat, mulai dari Ertugrul Saglam, Hakan Sukur, Tuncay Sanli, Nihat Kahveci, hingga generasi Burak Yilmaz; dan Cenk Tosun berada dalam daftar selanjutnya.

Cenk menjadi satu-satunya penyerang asli Turki yang bersaing dengan para penyerang asing di Liga Turki, termasuk rekannya di lini depan Besiktas, Mario Gomez. Delapan gol yang dibuatnya di Liga Turki musim lalu membuat kehadiran Cenk menjadi angin segar di tengah menurunnya penampilan dua penyerang senior, Burak Yilmaz dan Mevlut Erdinc.

Caner Erkin

Terlambat bersinar. Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan karier sepakbola dari Caner Erkin. Meskipun masuk ke tim utama Manisaspor pada usia 16 tahun, jalan karier sepakbola Erkin selanjutnya tidak berjalan terlalu baik. Sempat bermain di Rusia bersama CSKA Moscow, Erikin kemudian kembali Turki untuk bergabung dengan Fenerbahce. Sempat ketika masih bermain di Rusia, Erkin dipinjamkan ke Galatasaray selama satu musim.

Di Fenerbahce ia kemudian seakan hidup kembali. Salah satu alasannya adalah transformasi posisi yang terjadi kepada Erkin. Memulai karier sebagai penyerang sayap kiri, di Fenerbahce, Erkin kemudian bermain sebagai bek kiri. Hasilnya dua gelar Liga Turki dan dua gelar Piala Turki sudah dipersembahkan Erkin untuk Fenerbahce yang sudah dibelanya sejak tahun 2010.

***

Para pemain yang disebutkan di atas bisa di bilang baru untuk arena Piala Eropa. Bahkan ajang tersebut bisa saja menjadi arena para pemain tersebut membuktikan diri. Kejadian yang juga serupa ketika di Piala Eropa 2008, Terim memperkenalkan Arda Turan, Mehmet Topal, dan Colins Kazim-Richards, kepada publik sepakbola Eropa.

Nama-nama di atas merupakan "senjata rahasia" yang bisa dipergunakan oleh Fatih Terim di Piala Eropa nanti. Tergabung dalam grup dengan lawan yang cukup berat yaitu Spanyol, Kroasia, dan Republik Ceko, Terim tentu membutuhkan banyak amunisi agar bisa mengulang keajaiban serupa yang ia lakukan sewindu lalu.

ed: fva

Komentar