Mengandalkan Para Pemain Minim Pengalaman di Derby London Utara

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Menulis dan menyunting di Pandit Football. Menulis untuk Tirto jika cuaca sedang bersahabat. Menulis kalimat pendek, membaca artikel panjang.

Mengandalkan Para Pemain Minim Pengalaman di Derby London Utara

Pemain paling berpengalaman dalam hal mencetak gol di laga bernama derby London Utara dimiliki oleh kesebelasan yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah, Tottenham Hotspur. Catatan sepuluh gol milik Emmanuel Adebayor hingga saat ini belum berhasil disamai pemain manapun. Walau memiliki pengalaman yang sangat berharga, Adebayor kemungkinan besar tidak akan memikul beban mencetak gol di pertandingan ini.

Bukan karena ia baru mampu mencetak dua gol ke gawang Arsenal (hanya seperempat dari jumlah gol yang pernah ia cetak ke gawang Tottenham di North London derby) sehingga kesetiannya kepada Tottenham dipertanyakan; namun lebih karena Tottenham kini sudah memiliki seorang juru gedor baru. Usianya masih muda, namun ketajamannya tidak perlu diragukan. Namanya Harry Kane, dan belum lagi musim ini menjelang akhir, ia sudah mencetak dua puluh gol.

Tepat separuh dari semua gol Kane musim ini ia cetak di Premier League. Europa League menjadi ajang tersuburnya yang kedua, dengan catatan tujuh gol. Tiga sisanya ia persempahkan kepada Tottenham dari League Cup. Hanya di ajang Piala FA saja Kane belum mampu mencetak gol; wajar, mengingat kesempatan yang ia miliki di kejuaraan tertua di dunia tersebut hanya 49 menit saja.

Kesebelasan-kesebelasan Premier League yang sudah merasakan ketajaman Kane adalah Aston Villa, Hull City, Swansea City, Burnley FC, Leicester City, Chelsea, Crystal Palace, West Bromwich Albion. Bukan tak mungkin daftar tersebut menjadi lebih panjang nanti malam. Chelsea saja pernah iabuat ketar-ketir. Dua gol dan dua assist-nya membawa Tottenham meraih kemenangan 5-3 atas pimpinan klasemen.

Satu-satunya kekurangan Kane adalah fakta bahwa dirinya belum pernah bermain melawan Arsenal. Musim lalu, ia tidak ambil bagian saat Tottenham menderita kekalahan tandang. Saat bertindak sebagai tuan rumah, Tottenham kembali menderita kekalahan dan Kane juga tak ambil bagian walau kala itu ia didaftarkan sebagai pemain cadangan.

Pada North London derby edisi pertama musim ini (Emirates Stadium, 27 September 2014), kesempatan belum juga mau menghampiri Kane. Saat itu Adebayor lebih dipercaya. Peran penyerang cadangan pun bukan milik Kane; peran tersebut dimainkan oleh Roberto Soldado.

Sementara Pochettino akan mengandalkan Kane untuk meneror gawang Arsenal, Arsène Wenger akan menaruh kepercayaan besar di pundak Francis Coquelin. Tugas pemain berusia 23 tahun ini jelas berbeda dengan Kane karena ia bukan seorang penyerang.

Namun hal tersebut tak berarti bahwa Coquelin tidak memiliki peran yang sama pentingnya dengan Kane. Sebagai seorang gelandang bertahan, Coquelin adalah pelindung bagi barisan belakang Arsenal. Ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa barisan belakang Arsenal menerima ancaman seminim mungkin.

Dan selaku jembatan antara barisan belakang dan para pemain yang bermain lebih dekat ke gawang lawan (para gelandang serang dan penyerang), Coquelin harus memastikan bahwa Arsenal memiliki fondasi serangan yang kuat dalam bentuk aliran bola yang lancar sejak sentuhan pertama dimulainya serangan. Apalagi jika serangan tersebut dimulai dari area pertahanan Arsenal.

Bermain di North London derby yang wajib dimenangi, baik Coquelin maupun Kane (serta para pemain lain, tentu saja) wajib mengerahkan kemampuan terbaik mereka demi kebaikan kesebelasan mereka masing-masing. Sementara Kane mengingat-ingat kenangan manis dari pertandingan melawan Chelsea, Coquelin mungkin akan mengingat malam indah kala permainan disiplinnya membawa Arsenal meraih kemenangan tandang atas kesebelasan kuat Manchester City.

Komentar