Perjudian Besar Emerson Palmieri di Chelsea

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Perjudian Besar Emerson Palmieri di Chelsea

Mencari wing-back kiri adalah salah satu prioritas Antono Conte, Manajer Chelsea, saat ini. Maka dari itu Chelsea menyiapkan 20 juta euro untuk memboyong Emerson Palmieri dari AS Roma.

Tawaran dari Chelsea itu pun disambut gembira oleh Emerson karena ia cuma bermain 15 menit bersama Roma di Serie A 2017/18 sejauh ini. Waktu bermain itu didapatkan dari satu pertandingan ketika menghadapi SPAL pada 1 Desember 2017 di Stadion Olimpico. Pemain 23 tahun itu masuk menggantikan Aleksandar Kolarov pada menit ke-75.

Keberadaan Kolarov sejak bursa transfer musim panas lalu memang menyingkirkannya dari posisi full-back kiri inti di Roma. Apalagi Emerson sempat menderita cedera ligamen lutut yang diderita selama enam bulan sejak Mei 2017. Meski telah sembuh, ia kesulitan mendapatkan porsinya sebagai pemain inti.

Apalagi Kolarov tampil cukup baik selama musim 2017/18 sehingga dianggap pembelian paling sukses dibandingkan pemain baru lainnya. Total, sudah dua gol dan tiga asis disumbangkannya dari 21 pertandingan Serie A musim ini. Kontribusi Kolarov melebihi yang dilakukan Emerson yang menjadi full-back utama Roma musim 2016/17.

Ia cuma cuma menyumbangkan satu asis dari 25 penampilan Serie A musim lalu tersebut. Namun, jika menilik pelabuhan baru Emerson di Kota London, rasanya sulit mengubah nasibnya lebih baik dibandingkan bersama Roma. Ia akan menjalani persaingan yang sulit dengan Marcos Alonso untuk menjadi wing-back kiri utama Chelsea dalam formasi 3-4-3.

Emerson pun sempat menjalani permainan dengan formasi itu bersama Roma pada musim lalu. Sementara Alonso adalah pemain yang tidak tergantikan di posisi wing-back kiri Chelsea itu sampai sekarang. Pada musim ini pun Alonso sudah menyumbangkan enam gol dan satu asis dari 24 pertandingan bersama Chelsea di Liga Primer Inggris 2017/18.

Jumlah gol dan asis itu lebih banyak dan kalah tipis dari Kolarov yang menyingkirkan Emerson di Roma. Artinya, untuk menjadi rotasi Kolarov saja tidak bisa, apalagi menyaingi Alonso, meski alasan Conte merekrut Emerson agar bisa menjadi pengganti Alonso.

Baca juga: Dicari, Target Man!

Conte seperti baru sadar bahwa meminjamkan Baba Rahman dan Kenedy membuatnya tidak punya pilihan lagi di posisi wing-back kiri. Peminjaman Rahman dan Kenedy sendiri memang tidak lepas dari keberadaan Cesar Azpilicueta. Pemain asal Spanyol itu memang bisa mengisi kekosongan Alonso selama musim lalu.

Namun seiring dengan waktu, Conte mulai lebih memfokuskan Azpilicueta menjadi bek tengah sebelah kanan. Kemampuannya untuk melepaskan umpan jauh dari belakang seolah menjadi Leonardo Bonucci baru bagi Conte di skuat utama Chelsea saat ini. Azpilicueta merupakan bek tengah inti yang paling sering melepaskan umpan jauh tepat sasaran.

Ia mampu melakukan hal itu sebanyak 3,9 kali. Melalui kontribusinya itulah yang membuat Azpilicueta menjadi pencatat asis terbanyak di Chelsea sebanyak enam kali. (Selengkapnya: Kisah di Balik Bromance Cesar Azpilicueta dan Alvaro Morata)

Emerson Palmieri adalah perjudian besar Chelsea

Emerson sendiri lahir di Brasil dan mendapatkan debut sepakbola profesionalnya bersama Santos pada 17 April 2011 dalam usia 17 tahun. Ia mulai menginjak sepakbola Italia sejak dipinjam Palermo pada Agustus 2014. Satu musim bersama Palermo membuat Roma kepincut dan merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2015 dengan harga 1,7 juta paun.

Ia masih menjadi pemain cadangan Lucas Digne pada musim perdananya bersama Roma. Baru pada musim selanjutnya Emerson menjadi pemain inti. Emerson sendiri mengandalkan kecepatan dan kemampuan giringan bola di dalam permainannya. Pada musim lalu, ia adalah pemain yang paling sering melakukan dribel sukses dengan rataan 1,8 per laga.

Kecepatannya membuat Emerson sangat bagus ketika transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya. Kemudian Emerson memilih menjadi warga negara Italia sejak Maret 2017 karena darah dari ibunya. Maka dari itu, Emerson berkesempatan memperkuat Italia meski sudah pernah bermain untuk Brasil U17.

Pada deadline day hari ini, Emerson resmi bergabung dengan Chelsea. Ia bisa bereuni dengan Antonio Ruediger yang pernah sama-sama memperkuat Roma selama musim lalu. Ruediger pun pernah mendapatkan cedera ligamen lutut sewaktu memperkuat Roma.

Akan tetapi, Ruediger bisa kembali bangkit dan memperbaiki kondisi fisik dan penampilannya sehingga tetap mempertahankan posisi bek intinya. Berbeda dengan Emerson yang kesulitan mendapatkan tempat di skuat utama. Artinya, Emerson harus segera meningkatkan fisik dan kemampuannya lagi agar layak memperkuat Chelsea.

Namun, rasanya cukup sulit jika melihat persaingannya dengan Kolarov di Roma dan jangka waktu kesembuhannya. Emerson baru sekitar dua bulan sembuh dari cedera lutut yang parah. Persoalan ini lah yang bisa mengganjal Emerson meskipun ia punya kemampuan hebat lainnya seperti menahan bola, umpan akurat, umpan silang, dan duel udara.

"Sekarang saya kembali merasa baikan. Saya sudah absen hampir enam bulan karena cedera dan itu adalah musim yang sulit. Sekarang saya bekerja keras setiap hari bersama orang-orang di latihan," kata Emerson seperti dikutip dari Daily Mail.

Situasi-situasi itulah yang menjadi alasan mengapa Emerson belum cukup layak bergabung dengan Chelsea dan menjadi pesaing Alonso. Apalagi Chelsea sedang berjuang untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris. Conte seperti malas mencari wing-back lain dan Emerson seperti obat sakit hatinya karena gagal membujuk Alex Sandro dari Juventus.

Maka dari itu, perekrutan Emerson bisa dibilang perjudian atau pembelian panik Conte yang gemar mencari pemain dari Liga Italia. Apalagi, kita juga tahu kalau hari ini adalah hari tenggat waktu (deadline day) jendela transfer musim dingin 2018. Saat ini adalah saat di mana biasanya kepanikan lebih dikedepankan daripada pertimbangan yang matang.

Sumber: Sky Sports

Komentar