Dia yang (Akan) Bikin Hull City Hebat

Taktik

by Dex Glenniza 26294

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Dia yang (Akan) Bikin Hull City Hebat

Cerita Leicester City yang menjadi juara Liga Primer Inggris mungkin menjadi cerita sekali seumur hidup di sepabola modern seperti saat ini. Namun meskipun baru menjalani dua pertandingan, bolehlah kita menengok ke klasemen Liga Primer hari ini (25 Agustus 2016): Manchester City peringkat pertama ― oke, lah; Manchester United peringkat kedua ― sip, deh; Hull City peringkat ketiga ― lho, kok, bisa?

Ya, bisa, dong. Kan, baru dua pertandingan. Lawannya juga “hanya” tamu si juara bertahan Leicester (menang 2-1) kemudian tandang ke Swansea City (menang 2-0), mereka juga belum punya manajer setelah ditinggal Steve Bruce, banyak pemain yang menderita cedera, dan pemilik kesebelasan mereka tidak disukai oleh para suporter mereka (paling ketara karena ia berniat mengubah nama Hull City mejadi Hull Tigers).

Kesebelasan berjuluk “The Tigers” ini menjadi kejutan di awal liga Primer Inggris. Namun, harus menghadapi Manchester United di akhir pekan ini, akan menjadi ujian sesungguhnya untuk Hull.

Saat ini Hull City dipimpin oleh caretaker mereka, Mike Phelan, yang merupakan mantan asisten manajer Sir Alex Ferguson di Manchester United pada 2008 sampai 2013. Phelan menjabat sebagai caretaker sejak Bruce mundur dari kursi manajer pada 22 Juli 2016.

“Kami hanya memiliki 13 pemain senior yang fit,” kata Phelan mengomentari badai cedera yang sedang melanda Hull setelah kemenangan 2-0 atas Swansea. “Kami mencoba banyak hal saat latihan dan para pemain meresponnya dengan baik. Kami menginginkan penampilan yang disiplin dan mengandalkan serangan balik.”

Banyak keraguan sebelum musim dimulai

Sebelum musim dimulai, Hull sudah memainkan 8 pertandingan dengan hasil 5 kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah. Sebenarnya hasil-hasil di atas adalah positif, mengingat Bruce hanya memimpin tiga di antaranya (dua menang, sekali imbang).

Namun, jika kita mau lebih seksama, Hull hanya menghadapi lawan-lawan yang bahkan tidak di tingkat Liga Primer. Lawan terkuat yang Hull hadapi adalah Barnsley (imbang 2-2) dan Nottingham Forest (menang 2-1) yang keduanya berasal dari Divisi Championship.

Mereka kalah 2-1 dari Torino di pertandingan terakhir mereka di pra-musim. Dengan kiper utama mereka, Allan McGregor, menderita cedera punggung sejak Mei, serta para bek mereka, Alex Buce, kapten Michael Dawson, dan Moses Odubajo juga mengalami cedera, Hull adalah kesebelasan yang sangat diragukan.

Tapi mereka mampu mengalahkan Leicester City dan Swansea City di Liga Primer, dan juga kemudian mengalahkan tuan rumah Exeter City di Piala Liga (sekarang bernama Piala EFL) dengan skor 3-1.

Tanpa Bruce dan hanya mengandalkan 13 pemain senior yang fit, sejauh ini Hull City bisa tampil maksimal.

Halaman selanjutnya

Komentar