Faktor Benteke dan Cara Rodgers Menyiasati Berlimpahnya Stok Striker

Taktik

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Faktor Benteke dan Cara Rodgers Menyiasati Berlimpahnya Stok Striker

Brendan Rodgers kembali menambah jumlah pasukannya. Kali ini, giliran penyerang Aston Villa yang sudah diincarnya sejak lama, Christian Benteke, yang didatangkan ke Anfield. Benteke menjadi pemain ke 6 yang didatangkan Rodgers pada bursa transfer musim panas ini.

Hadirnya Benteke semakin menambah jumlah pasukan penyerang di Liverpool. Saat ini, terdapat 8 nama pemain yang memiliki posisi natural sebagai penyerang dalam skuat Liverpool. Tiga di antaranya adalah nama baru yang didatangkan pada bursa transfer musim panas ini yaitu Divock Origi, Danny Ings, dan Christian Benteke. Ditambah lagi masih ada Roberto Firmino yang meski berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa ditempatkan di posisi penyerang.

Jumlah penyerang ini memang sangat berbeda dengan jumlah penyerang yang ada pada skuat Brendan Rodgers pada musim-musim sebelumnya. Selama 3 musim yang sudah dilalui Brendan Rodgers, baru kali ini ia menumpuk banyak striker dalam skuatnya.

Jika kita lihat, pada musim pertama Brendan Rodgers menangani Liverpool (2012/2013), Praktis hanya ada Luis Suarez dan Fabio Borini yang berposisi sebagai striker. Rodgers memang memiliki 2 penyerang lain yaitu Adam Morgan dan Jerome Sinclair, namun kedua pemain ini masih berstatus pemain junior. Rodgers baru kemudian menambahkan satu penyerang tambahan pada pertengahan musim ketika ia mendatangkan Daniel Sturridge dari Chelsea.

Pada musim 2013/2014 dimana Rodgers berhasil membawa Liverpool menjadi runner-up Liga Inggris, Rodgers bahkan hanya memiliki 3 striker dalam skuatnya. Ketika itu hanya Luis Suarez, Iago Aspas, dan Daniel Sturridge pemain yang berposisi alami sebagai striker dalam skuat Liverpool. Sedangkan Fabio Borini dan Jerome Sinclair dipinjamkan ke klub lain serta Adam Morgan yang pindah secara permanen.

Baru di musim ketiga Rodgers bersama Liverpool, jumlah striker Liverpool sedikit lebih banyak. Kali ini Liverpool memiliki 4 striker senior, Rickie Lambert, Daniel Sturridge, Fabio Borini, dan Mario Balotelli, serta 1 striker junior, Jerome Sinclair. Meski dalam penerapannya, Rodgers akhirnya tidak banyak memainkan keempat strikernya tersebut dan lebih memilih memainkan Raheem Sterling di depan.

1
Catatan skuat lini serang Liverpool saat ditangani Rodgers

Dalam permainan Rodgers bersama Liverpool, pemain yang berposisi di depan memang tidak memainkan peran striker murni. Rodgers lebih senang menugaskan penyerangnya untuk aktif bergerak membuka ruang bagi pemain-pemain lainnya. Hal ini membuat penyerang Liverpool harus aktif bergerak keluar dari posisinya dan ikut membangun serangan.

Bahkan saat Rodgers memainkan dua striker, Luis Suarez dan Daniel Sturridge, sekaligus pun keduanya tidak berperan sebagai penyerang murni. Keduanya lebih banyak bergerak melebar untuk membuka ruang di area pertahanan lawan. Jarang sekali penyerang Liverpool diam ditengah untuk menunggu datangnya bola dari belakang. Karena itulah penyerang seperti Andi Carroll harus tersingkir dari skuat Liverpool saat Rodgers datang.

Karena hal ini pula, Rodgers sebenarnya memang tidak membutuhkan banyak striker dalam skuatnya. Idealnya memang Rodgers cukup memiliki 2-3 penyerang saja. Sisanya, skuat Rodgers akan lebih banyak diisi oleh gelandang serang ataupun penyerang sayap. Dan sejak musim pertama hingga musim lalu, Rodgers memang tidak pernah kekurangan pemain yang bisa dimainkan sebagai gelandang serang atau penyerang sayap.

Lalu mengapa musim ini Rodgers membeli banyak penyerang? Dari kedelapan penyerang yang ada, hanya Jerome Sinclair yang merupakan pemain junior. Sisanya adalah pemain senior yang pasti akan menuntut untuk diberikan waktu bermain. Dan Rodgers juga masih memiliki 5 penyerang sayap seperti pada musim-musim sebelumnya. Bagaimana cara menyatukan semua pemain ini?

Pertama-tama, tentu akan ada beberapa pemain yang akan dijual oleh Rodgers pada bursa transfer ini. Jika melihat dari 8 pemain yang ada, Fabio Borini, Mario Balotelli, dan Rickie Lambert yang kemungkinan paling besar untuk pindah. Borini masih gagal memenuhi harapan Rodgers untuk mengisi posisi penyerang Liverpool. Balotelli sangat jauh dari harapan ketika ia didatangkan untuk menggantikan Suarez. Sedangkan Lambert sama sekali tidak cocok dengan permainan yang diterapkan Rodgers di Liverpool.

Jika ketiga pemain ini pergi, maka Rodgers akan memulai musim dengan kondisi skuat yang serupa dengan musim lalu. 5 pemain depan dengan 4 penyerang senior dan satu penyerang junior. Ditambah lagi ia juga memiliki 5 gelandang serang yang bisa dimasukkan ke barisan penyerangan Liverpool.

Lalu bagaimana Rodgers memadukan semua skuat lini serang yang ada? Siapakah yang akan menjadi striker utama?

Pada dasarnya Rodgers tidak akan banyak mengubah gaya bermainnya. Ia akan tetap memainkan sepakbola menekan dan membangun serangan melalui umpan-umpan pendek. Hadirnya Milner yang akan berpasangan dengan Jordan Henderson akan sangat menunjang gaya permainan Rodgers ini.

Terdapat 2 skema serangan Rodgers yang pernah diperagakannya bersama Liverpool dalam 3 tahun ini. Yang pertama adalah dengan menggunakan 1 penyerang tengah dan 2 penyerang sayap. Atau menggunakan 2 penyerang dengan satu gelandang serang dibelakangnya.

Yang mana pun skema permainan yang digunakan Rodgers, sebenarnya peran yang dimainkan para striker Liverpool tidak terlalu jauh berbeda. Penyerang Liverpool akan tetap dituntut untuk menekan lawan saat bertahan, dan saat menyerang penyerang Liverpool akan diminta untuk membuka ruang.

Dalam hal ini, Daniel Sturridge dan Danny Ings merupakan 2 pemain yang paling cocok dalam memainkan peran tersebut. Untuk Sturridge tentu sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, ia berhasil menunjukan kualitasnya dalam dua musim terakhir ini. Sayang, rentetan cedera yang menyerangnya musim lalu membuat ia tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain.

Ings memang belum banyak membuktikan kualitasnya. Namun catatannya bersama Burnley setidaknya menandakan bahwa ia tipikal striker yang bisa ikut membangun serangan bersama rekan-rekannya. Ings merupakan penyerang yang mampu memberikan keypass per 90 menit terbanyak di Liga Inggris. Hal ini menunjukan bahwa perannya saat menjadi penyerang bersama Burnley tidak sekedar menunggu bola di depan melainkan juga ikut membangun serangan bersama rekan-rekannya. Satu peran yang diharapkan Rodgers mampu dimainkan oleh striker Liverpool.

Sedangkan untuk Origi dan Sinclair, Rodgers kemungkinan hanya akan menjadikan mereka sebagai pelapis. Origi yang dipinjamkan ke Lille pada musim lalu belum banyak membuktikan kualitasnya di level top Eropa. Sedangkan Sinclair masih merupakan striker yang bermain di tim junior Liverpool.

Penyerang Liverpool tersebut akan mendapatkan dukungan dari gelandang serang Liverpool yang berada di belakang mereka. Coutinho dan Roberto Firmino kemungkinan akan menjadi pilihan utama Rodgers di posisi ini. Coutinho sudah banyak membuktikan kualitasnya di musim lalu.

Sedangkan Firmino memiliki catatan yang sangat baik bersama Hoffenheim. Ia memiliki kemampuan yang sangat baik dalam bertahan maupun menyerang. Catatan musim lalu menunjukan bahwa Firmino melakukan 4,3 dribbling berhasil per 90 menit. Angka ini membuat Firmino masuk ke dalam 10 besar di Eropa dalam hal menggiring bola. Sedangkan dalam bertahan ia mencatatkan total 81 tackle dalam satu musim. Angka ini membuatnya menjadi gelandang serang dengan tackle terbanyak di Eropa.

Soal peran yang ditawarkan Firmino kepada Rodgers ada di sini

Peran Alternatif yang Krusial dari Benteke

Satu striker lain yang dimiliki Rodgers dan belum disebutkan adalah Christian Benteke. Pemain ini menjadi rekrutan paling mahal Rodgers pada bursa transfer kali ini. Dan sebenarnya, terdapat beberapa pihak yang mempertanyakan mengapa Rodgers mendatangkan Benteke ke Liverpool.

Pasalnya, Benteke bukan tipe striker yang sesuai dengan gaya bermain Rodgers. Benteke adalah tipe striker yang menunggu bola di depan dan berduel dengan bek lawan untuk merebut posisi di area pertahanan musuh. Benteke bukan striker yang bergerak ke sana kemari untuk mencari ruang. Kehadiran Benteke di lini depan Liverpool bisa membuat umpan-umpan terobosan Coutinho dan Roberto Firmino akan sia-sia.

Ditambah lagi, keahlian utama benteke adalah duel udara. Benteke masuk ke dalam 5 besar pemain yang mampu menerima umpan silang di Liga Inggris. Catatan ini sungguh tidak aneh mengingat Aston Villa merupakan kesebelasan dengan umpan silang tertinggi di Liga Inggris musim lalu. Sedangkan Liverpool adalah klub dengan jumlah umpan silang yang paling sedikit di musim lalu. Lalu mengapa Rodgers mendatangkan Benteke ke Liverpool?

Patut diingat bahwa pada musim 2013/2014 impian Liverpool menjadi juara gagal tercapai akibat kalah dari Chelsea di penghujung musim. Ketika itu, Chelsea memainkan pertahanan yang sangat rapat sehingga penyerang Liverpool tidak mampu menemukan ruang di area pertahanan Chelsea.

Tipikal striker Liverpool yang tidak mampu berduel dengan bek-bek lawan memang sering membuat serangan Liverpool mentok menghadapi lawan yang bermain rapat di area pertahanan mereka. Karena itulah Rodgers kemudian mencoba mendatangkan pemain yang mampu berduel dengan pemain lawan. Dengan begitu Rodgers akan memiliki alternatif serangan, saat serangan utamanya gagal.

Dalam hal ini Benteke merupakan pemain yang sangat tepat. Catatannya saat bermain di Aston Villa sudah cukup untuk menjadi jaminan bagi harapan Rodgers tersebut. Hadirnya Benteke akan mendatangkan pola serangan alternatif bagi Liverpool. Alternatif di sini bukan diartikan sebagai pola cadangan, namun merupakan variasi penting yang membuat lawan sulit menebak arah serangan Liverpool.

Dan ternyata, umpan silang juga bukan satu hal yang sangat dihindari Rodgers dalam 3 tahunnya bersama Liverpool. Secara garis besar, Liverpool memang tidak banyak melepaskan umpan silang. Namun, jika kita bandingkan peluang yang tercipta dari umpan silang oleh Liverpool ternyata lebih banyak dari peluang yang diciptakan dari umpan silang oleh Aston Villa.

umpan silang
Perbandingan peluang yang tercipta dari umpan silang oleh Liverpool dan Aston Villa. Sumber: basstunedtored.com

Hal ini berarti, Rodgers sebenarnya juga memainkan skema serangan menggunakan umpan silang. Hanya saja umpan silang Rodgers memang hanya dilepaskan pada saat-saat tertentu, ketika hampir pasti berbuah peluang mencetak gol. Dan minimnya kemampuan penyerang Liverpool berduel membuat konversi gol Liverpool dari umpan silang pun tidak menonjol. Maka lagi-lagi, hadirnya Benteke bisa menjadi lumbung gol baru bagi Liverpool melalui umpan silang.

Meski Rodgers juga harus sudah bisa menemukan solusi soal bagaimana cara memainkan striker dengan tipe seperti Benteke ke dalam skemanya. Pasalnya, peran ini sebenarnya sudah ingin diberikan kepada Lambert dan Balotelli di musim lalu. Namun keduanya gagal untuk menyatu dengan permainan yang diinginkan Rodgers.

Permainan serangan balik cepat tentu sulit untuk diperagakan saat memainkan striker dengan tiper seperti ini. Akan sulit mengalirkan bola dengan cepat ke depan ketika striker di depan tidak aktif bergerak mencari ruang. Ditambah lagi, ketidakmampuan striker tipe seperti ini saat diharuskan melakukan tekanan kepada lawan saat bertahan juga mendatangkan masalah tersendiri. Padahal, dua poin inilah yang menjadi poin penting dalam skema permainan Rodgers bersama Liverpool.

Ya, meskipun begitu, Benteke tetap akan memberikan variasi baru yang sangat penting bagi serangan Liverpool. Serta memberikan harapan baru pula bagi para pendukung Liverpool di musim depan.

Komentar