Peran Penting Emre Can pada Skema Baru Liverpool

Taktik

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Peran Penting Emre Can pada Skema Baru Liverpool

Setelah terpuruk pada laga-laga awal, Liverpool kini mulai bangkit dan kembali ke jalur yang benar. Mereka berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam 9 pertandingan terakhir. Satu perubahan yang paling terlihat yang dilakukan oleh Brendan Rodgers adalah memainkan formasi baru 3-4-3 pada Liverpool.

Awalnya semua orang ragu dengan formasi baru yang dimainkan Rodgers ini. Apalagi, Liverpool harus menderita kekalahan telak 0-3 dari rival mereka, Manchester United, saat Rodgers pertama kali memainkan formasi ini.

Namun keraguan banyak orang tersebut dijawab Rodgers dengan hasil positif yang terus diraih Liverpool pasca kekalahan melawan MU tersebut. Kini tidak ada lagi yang meragukan formasi baru Liverpool ini. Bahkan Rodgers berhasil masuk pada nominasi Manager of The Month Liga Inggris bulan ini.

Salah satu bagian menarik dari formasi baru yang diterapkan Rodgers di Liverpool ini adalah Emre Can yang digeser menjadi salah satu dari trio bek Liverpool. Padahal, posisi asli pemain muda asal Jerman ini adalah gelandang. Saat masih berada di Leverkusen, Can berfungsi sebagai pemain yang mengalirkan bola untuk kesebelasannya.

Can memang kompeten untuk menjalankan peran ini. Kemampuannya melakukan umpan pendek maupun umpan panjang sangat baik. Kemampuan menggiring bolanya pun tidak buruk; cukup, lah,  untuk sekedar mengecoh satu atau dua lawan. Badannya yang besar juga memungkinkan Can untuk berduel dengan pemain lain di tengah.

Lalu, apakah dengan menggeser Can ke belakang Rodgers telah menyianyiakan kemampuannya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat kinerja Emre Can selama bermain sebagai bek tengah. Kita bisa membandingkan kinerja Can yang bermain sebagai bek di sebelah kanan dengan Sakho yang bermain di sebelah kiri.

Drawing1
Perbandingan heatmap Sakho dan Emre Can saat pertandingan Liverpool melawan Sunderland (10/01/15)

Dari data heatmap yang ditunjukan diatas, Emre Can memiliki pergerakan yang berbeda dengan Sakho. Can terlihat bergerak lebih jauh ke depan sedangkan Sakho hanya terbatas pada area pertahanan Liverpool.

Meski berada pada posisi yang serupa, Sakho dan Can ternyata diberikan peran yang berbeda oleh Rodgers. Rodgers memberikan tugas tambahan bagi Can untuk ikut membantu serangan sedangkan Sakho lebih difokuskan untuk pertahanan.

Jika anda memperhatikan saat pertandingan Liverpool. Ketika memegang bola, Sakho akan cederung lebih cepat melepaskannya. Pilihan operan Sakho pun akan lebih sering diarahkan ke kedua gelandang Liverpool, atau dikembalikan ke Skrtel atau Mignolet yang berada di belakangnya. Jarang kita melihat Sakho melepaskan operan panjang spekulatif kepada Sterling atau Coutinho yang menusuk ke jantung pertahanan lawan. Jarang juga kita melihat Sakho menggiring bola hingga ke depan sebelum mengopernya ke pemain lain.

Hal ini sangat berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh Can. Can seperti diberikan lisensi tersendiri dari Rodgers untuk bermain lebih bebas. Bahkan tidak jarang Can meninggalkan posisinya, untuk membantu Liverpool melakukan serangan.

Ketika memegang bola pun Can diberikan keleluasaan untuk melakukan kreativitasnya. Sering kita saksikan Can melepaskan bola panjang atau bola-bola terobosan langsung ke depan kepada penyerang Liverpool. Tidak jarang pula Can melakukan aksi individu melewati satu dua pemain lawan sebelum memberikan bola ke pemain Liverpool yang lain.

Pada formasi 3-4-3 yang dimainkan Liverpool, mereka hanya menempatkan 2 pemain yang berada di tengah. Dua pemain ini bisa dibilang memiliki peran yang cukup berat. Selain harus melapisi barisan pertahanan, kedua pemain ini juga harus bisa mengalirkan bola ke depan saat menyerang.

Dengan jumlah yang hanya dua pemain, tentu saja sangat mudah bagi lawan untuk memberikan tekanan. Dampaknya, tentu saja serangan Liverpool tidak akan bisa berjalan lancar.

Disinilah peran Emre Can dimainkan oleh Rodgers. Selain sebagai pemain bertahan, Can juga diberikan tugas sebagai penyulai bola membantu dua gelandang Liverpool. Posisi Can yang berada di belakang, tentu akan mendapatkan tekanan lebih sedikit dibandingkan dengan dua gelandang Liverpool.

Karena itulah Can digeser Rodgers lebih ke belakang. Can sudah memiliki kemampuan yang lengkap sebagai pemain yang bisa diberikan tugas untk mengalirkan bola. Pengalamannya sebagai gelandang bertahan juga membuatnya memiliki kemampuan bertahan yang cukup baik. Inilah yang membuat peran Emre Can sangat krusial bagi Liverpool dengan formasi 3-4-3nya.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, lawan-lawan Liverpool mungkin sudah menyadari peran Can pada formasi Liverpool ini. Mereka pun melakukan pressing yang sangat tinggi sampai ke posisi Can berada. Akibat hal ini, peran Can untuk mengalirkan bola memang terhambat. Namun, secara otomatis, tekanan yang diberikan lawan kepada Lucas dan Henderson di tengah akan lebih longgar.

Keberadaan Can di skuat Liverpool membuat formasi baru rancangan Brendan Rodgers menjadi sangat fleksibel. Lawan pun harus mengalami dilema apakah mereka harus menekan hingga posisi Can atau menunggu.

Dalam posisi tertinggal dan sangat membutuhkan gol, Can bisa dikembalikan ke posisi aslinya sebagai gelandang. Dari posisi ini, Can akan lebuh mudah untuk mengalirkan bola langsung ke depan.

Namun permainan Liverpool dengan formasi barunya, dan Can pada posisi barunya belum banyak diuji oleh tim-tim kuat. Mungkin baru Chelsea, Tottenham, dan Everton yang mengujinya. Dan Liverpool meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kali kalah dari ketiga pertandingan tersebut. Maka sepertinya masih terlalu cepat untuk mengatakan bahwa Libverpool sudak kembali pada performa terbaiknya. Lagi-lagi, konsistensi masih menjadi satu komponen yang harus dimiliki Liverpool.



Sumber gambar: liverpoolecho.co.uk

Komentar