Rahasia Chicharito Menjadi Seorang Poacher

Sains

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Rahasia Chicharito Menjadi Seorang Poacher

Real Madrid dikabarkan akan meminjam Javier Hernandez dari Manchester United. Sekilas terdengar aneh memang ketika Real Madrid yang memiliki segudang striker kelas dunia masih perlu untuk meminjam pemain yang sering dipanggil Chicharito ini. Namun ternyata, Chicharito memiliki satu hal yang tidak dimiliki striker-striker Real Madrid lainnya.

Chicharito mungkin bukan striker yang semenakutkan Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, ataupun Gareth Bale saat di depan gawang. Dia tidak memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa. Kemampuan tendangan yang dimilikinya pun tidak terlalu berbahaya. Hanya saja, ada satu hal yang membuatnya sering merepotkan barisan pertahanan lawan, Chicharito selalu berada di tempat dan waktu yang tepat.

Saat dipertandingan, Chicharito biasanya hanya bertugas untuk berdiri di depan, menunggu bola datang, kemudian menceploskan bola. Gol-gol yang diciptakan Chicharito biasanya adalah gol-gol mudah yang sudah hampir 100% berbuah gol.

Peran yang dimainkan oleh Chicharito ini sering disebut sebagai poacher. Tugas seorang poacher memang hanya untuk mencetak gol. Dia cukup menyelesaikan semua usaha dan peluang yang diciptakan rekan setimnya. Tidak seperti banyak pemain lain menyentuh bola, seorang poacher biasanya hanya memberikan satu sentuhan terakhir sebelum terciptanya gol.

Sekilas memang terlihat tugas Chicharito di lapangan sangat mudah. Namun harus diketahui juga bahwa dibutuhkan kemampuan untuk berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Bukan satu hal yang kebetulan bahwa Chicharito berada di ujung gawang saat Rooney menendang bola ke arah tersebut. Bukan juga satu hal yang tidak direncanakan ketika Chicharito tiba-tiba cukup sedikit menyentuh bola dikengah kemelut sebelum terciptanya gol.

John Brenkus, dalam ESPN Sport Science menjelaskan bagaimana Chicharito dapat selalu berada di tempat dan waktu yang tepat. Terdapat tiga kunci dari permainan Chicharito, gerakan tanpa bola, akselerasi, dan ketepatan waktu.


  1. Pergerakan tanpa bola


Dari keseluruhan gol yang dicetak oleh Chicharito, hampir semuanya dilakukan dari jarak yang sangat dekat dengan gawang. Tercatat rata-rata Chicharito melesakkan bola pada jarak 8,7 meter dari gawang. Padahal biasanya, radius jarak ini adalah lokasi dimana bek-bek lawan berkumpul.

Chicharito mampu melakukannya karena dia tidak pernah berhenti melakukan pergerakan tanpa bola. Pergerakan tanpa bola yang dilakukan Chicharito sangat tidak terduga sehingga sulit untuk diikuti oleh bek-bek lawan.

John Brenkus menjelaskan bahwa saat melakukan pergerakan tanpa bola, Chicharito menurunkan titik pusat gravitasi tubuhnya hingga 30%. Hal ini membuatnya mampu menciptakan gaya ke lokasi dia berpijak hingga 3 kali berat badannya. Akibatnya, tanah tempat dia berpijak akan memberikan gaya reaksi dengan besar yang sama untuk membuatnya mampu terlontar secara tiba-tiba ke arah yang berbeda. Dengan begitu, dia akan mampu melepaskan diri dari pemain lawan yang menjaganya.


  1. Akselerasi


Chicharito tidak hanya harus mampu menyambut bola yang diarahkan ke mulut gawang, dia juga harus bisa menghindari jebakan offside yang dipasang oleh musuh. Untuk itu, dia harus menyersuaikan waktu dengan pemain yang mengumpan agar tetap dalam posisi onside.

Untuk dapat menjangkau bola dengan tetap berada dalam posisi onside, Chicharito harus langsung melesat tepat setelah bola dilepaskan. Terlambat sedikit saja dia tidak akan mampu menyambut bola. Untuk itu, dia harus memiliki akselerasi yang luar biasa.

Faktanya, Chicharito memang memiliki akselerasi di atas rata-rata. Menurut data, kecepatan lari maksimal yang dimilikinya mencapai 33,7 km/jam. Angka ini hanya sedikit berada di bawah Gareth Bale yang dapat mencapai 34,7 km/jam.

Namun Chicharito tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa mencapai kecepatan maksimalnya tersebut. Menurut ESPN Sport Science, Chicharito mampu mencapai kecepatan maksimal hanya dalam waktu 2,6 detik. Hal inil kemudian membuatnya selalu bisa berada di tempat bola bergulir sebelum menceploskannya ke gawang.


  1. Ketepatan waktu


Hampir semua gol yang diciptakan oleh Chicharito dilakukannya dalam satu sentuhan. Dia akan langsung mengeksekusi umpan yang diberikan rekannya tanpa perlu menguasai bola terlebih dahulu. Kemampuan yang harus dimilikinya untuk melakukan ini ketepatan waktu.

Kecepatan operan yang ditujukan kepada Chicharito dapat mencapai 75 km/jam. Chicharito memiliki kemampuan untuk mengeksekusi bola ini dengan kaki maupun kepalanya.

Terlepas dia mengeksekusi dengan kepala ataupun kaki, dia harus mampu mengeksekusi pada waktu yang tepat. Terlambat atau terlalu cepat mengeksekusi bola akan membuat bola terpental keluar dari gawang.



Komentar