Para Pelopor Penendang Bola Islandia

Backpass

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Para Pelopor Penendang Bola Islandia

Kita hampir selalu mengaitkan sepakbola Islandia dengan jumlah populasi negara mereka yang hanya 350 ribu penduduk (paling sedikit ke-24 dunia) serta luas negara mereka yang hanya 102.775 kilometer persegi (peringkat ke-106 dunia).

Dengan kepadatan penduduk hanya 3,4 per km2, negara yang lolos ke Piala Dunia dan bisa sampai ke perempat-final Piala Eropa ini menjadi peringkat ke-13 negara dengan kepadatan penduduk terendah di dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-4 dan terluas ke-15 dunia tapi sepakbolanya kalah dengan Islandia. Jika acuan kita adalah hal-hal di atas, jujur saja, tidak ada hubungannya secara langsung.

Kembali ke Islandia, dua pertiga populasi Islandia ada di Reykjavík (124 ribu penduduk). Kali ini ada hubungannya dengan sepakbola, karena dari 106 kali penyelenggaraan kompetisi tertinggi di Liga Islandia (Úrvalsdeild karla) sejak 1912, sebanyak 70 di antaranya dimenangi oleh kesebelasan asal Reykjavík. Ibu kota menunjukkan kuasa.

Hanya ada empat kesebelasan dari luar Reykjavík yang pernah menjuarai liga, yaitu Keflavík, ÍA, ÍBV, dan KA. Hanya ÍBV and KA yang letaknya lebih dari satu jam perjalanan mobil dari Reykjavík.

Dari 21 kesebelasan di Reykjavík yang terbagi dalam empat divisi, Knattspyrnufélag Reykjavíkur (dikenal dengan KR Reykjavík atau KR) adalah yang tertua sekaligus yang tersukses. Kesebelasan ini didirikan pada 16 Februari 1899. Tanpa KR, mungkin tidak akan ada sepakbola di Islandia.

Berdiri karena Pengaruh Skotlandia dan Newcastle United

Meski permainan menggunakan bola dilaporkan sudah dimainkan sebelum KR berdiri, tapi sebenarnya knattspyrna (sebutan masyarakat Islandia untuk sepakbola) baru benar-benar diperkenalkan oleh James B. Ferguson pada 1895.

Baca juga: Tentang Kondisi Wilayah dan Semangat Masyarakat Islandia

Proses urbanisasi pada saat itu membuat proses perkenalan dan pembentukan klub olahraga semakin mudah, dengan gulat yang saat itu menjadi olahraga paling populer di antara masyarakat Islandia.

Di Islandia, awalnya Ferguson memperkenalkan senam. Namun, sepakbola kemudian menjadi olahraga yang membekas di Reykjavík.

Selanjutnya Frank McGregor, seorang insinyur yang juga asal Skotlandia, menjadi orang yang bertanggungjawab membentuk KR pada 1899. Saat itu nama mereka bukan Knattspyrnufélag Reykjavíkur, melainkan Fótboltafélag Reykjavíkur (berarti “Reykjavík Football Club”).

KR memiliki seragam utama garis-garis vertikal berwarna hitam dan putih. Warna tersebut terpengaruh dari kesuksesan Newcastle United di awal abad ke-20.

Butuh waktu 13 tahun bagi KR dan Islandia untuk bermain di liga sepakbola resmi. Pada 1912, KR menjuarai Liga Islandia edisi pertama. Mereka kemudian bisa menambah 25 gelar lagi sampai saat ini.

Koleksi 26 gelar juara liga, ditambah 14 gelar juara Piala Islandia, 7 gelar Piala Liga, dan 5 gelar Piala Super Islandia, membuat KR menjadi kesebelasan paling sukses di negara pulau Samudera Atlantik ini.

Sukses di Domestik, Keok di Eropa

Meski sukses di domestik, rekam jejak KR (dan beberapa kesebelasan Islandia) di kompetisi Eropa tak terlalu menggembirakan. kesebelasan yang bermarkas di KR-völlur ini (kapasitas 2781 tempat duduk) belum pernah lolos dari kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa UEFA.

Namun, beberapa lawan besar sudah pernah mereka hadapi seperti Liverpool, Rosenborg, Nantes, Aberdeen, Olympiacos, Feyenoord Rotterdam, Queens Park Rangers, Torino, Everton, AIK, Brøndby, Basel, Dinamo Tbilisi, HJK Helsinki, Standard Liège, Celtic, Grasshoppers, dan Maccabi Tel Aviv.

Semua kesebelasan yang disebutkan di atas adalah kesebelasan yang menyingkirkan mereka di kualifikasi, baik Liga Champions maupun Liga Europa. Sementara beberapa kesebelasan yang berhasil mereka singkirkan antara lain adalah Dinamo Bucharest, Larissa, Glentoran, MŠK Žilina, dan Cork City.

Melihat sejarah dan budaya, sama seperti pelestarian nama -son sebagai budaya di Islandia, kesebelasan dari negara kecil Eropa memang kebanyakan tidak bisa berbuat banyak jika sudah lolos ke Eropa. Namun, kita bisa melihat “kesuksesan kecil” mereka dari warisan yang mereka tinggalkan, yaitu para pemain mereka.

Baca juga: Perencanaan, Faktor Utama Kesuksesan Islandia

Bagi Islandia, mayoritas pemain tim nasional mereka tidak bermain di liga domestik. Pada Piala Eropa 2016 misalnya, tak satu pun pemain timnas mereka yang bermain di Úrvalsdeild. Namun, tiga di antaranya yaitu Eiður Guðjohnsen, Hannes Þór Halldórsson, dan Haukur Heiðar Hauksson, pernah bermain di KR.

Beberapa pemain nasional Islandia yang juga memiliki akar dari KR antara lain adalah Bjarni Gudjónsson (pernah bermain di Newcastle United dan Stoke City), Brynjar Gunnarsson (Stoke), Jónas Gudni Saevarsson, Óskar Örn Hauksson, serta tiga nama yang terkenal saat ini, yaitu Halldórsson (kiper timnas), Haukur Hauksson (bek kanan timnas), dan Kjartan Finnbogason (penyerang timnas).

Albert Guðmundsson yang mencetak trigol ke gawang Indonesia, juga berasal dari akademi KR sebelum kemudian pindah ke Belanda pada 2013 untuk bergabung dengan akademi Heerenveen, serta 2015 pindah ke akademi PSV Eindhoven.

“Para Penendang Bola”

Sangat wajar melihat negara dengan timnas yang sukses tak memiliki kesebelasan yang sukses di level klub di konfederasi mereka. Islandia adalah contohnya. Timnas mereka memiliki sepakbola yang bisa dibilang sukses, tapi tak tercermin dari prestasi kesebelasan domestik mereka di Eropa.

Menjadi kesebelasan tertua di Islandia, KR Reykjavík punya peran tersendiri dalam kesuksesan sepakbola Islandia. Tanpa mereka yang berdiri pada 16 Februari 1899, mungkin tak akan ada sepakbola di Islandia.

Sampai saat ini, KR adalah kesebelasan tersukses di Islandia dengan 26 gelar, meski terakhir kali mereka juara adalah pada 2013. Dalam 13 tahun terakhir, Islandia memiliki kesebelasan dominan yang baru, yaitu FH dari Hafnarfjörður yang berhasil meraih 8 gelar juara.

Soal sepakbola, masyarakat Islandia memiliki dua istilah untuk olahraga sepakbola, yaitu fótbolti dan knattspyrna. Nama kedua adalah nama yang lebih populer.

KR Reykjavík memiliki nama asli “Fótboltafélag Reykjavíkur” yang berarti “Reykjavík Football Club” atau “klub sepakbola Reykjavík” dalam Bahasa Indonesia. Nama ini mendapat pengaruh besar dari orang Skotlandia (berbahasa Inggris) yang membentuk kesebelasan tersebut.

Namun, karena istilah knattspyrna lebih disukai oleh masyarakat Islandia dibandingkan fótbolti, maka mereka berganti nama menjadi “Knattspyrnufélag Reykjavíkur”, yang secara harafiah memiliki arti “Reykjavík Ball Kickers” alias “Para Penendang Bola Reykjavík”.

Komentar