Giuseppe Baresi Legenda Yang Terlupakan

Backpass

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Giuseppe Baresi Legenda Yang Terlupakan

Giuseppe Baresi adalah pemain yang memiliki karakter sebagai seorang pejuang gigih di atas lapangan dan rajin naik membantu serangan. Padahal, sesunguhnya ia hanya memiliki tugas untuk mengamankan sektor pertahanan. Kakak kandung Franco Baresi ini tak akan segan-segan ambil bagian untuk membantu rekan-rekanya, seperti Beccalossi, Brady, dan Matthaeus,  dalam mengempur pertahanan lawan.

Baresi memberi warna berbeda di dalam kesebelasan Inter Milan. Pria kelahiran 7 Februari 1958 ini memiliki kepribadian yang lembut di luar lapangan, dan sosok yang berani ketika memimpin barisan pertahanan Inter.

Debutnya di Inter terjadi pada 1 Juni 1977 saat melawan Vicenza di Coppa Italia di bawah arahan Eugenio Bersellin.

Karirnya menanjak saat ia berada di bawah arahan Trapattoni. Baresi dapat merasakan gelar juara UEFA Cup setelah mengalahkan AS Roma di final pada 1991 dengan aggregat 3-0.

Satu tahun setelah meraih trofi UEFA Cup, Baresi memutuskan hengkang dari Inter dan melanjutkan karir di Serie B bersama Modena selama dua musim. Di Modena ia bertahan hingga memutuskan untuk gantung sepatu di sana.

Setelah 14 tahun absen dari dunia sepak bola, Baresi kembali ke Appiano Gentile, markas latihan Inter, sebagai asisten pelatih pada 2008. Ia diangkat sebagai asisten pelatih untuk membantu pekerjaan Jose Mourinho. Bersama The Special One, Baresi sukses membawa Inter meraih treble winner pada musim 2009/2010. Selepas kepergian Mou menangani Real Madrid, Baresi tetap dipercaya sebagai asisten pelatih hingga era Walter Mazzarri.

Semenjak Mancini kembali melatih Inter, nasib Baresi pun berakhir. Pasalnya Mancini kembali ke Inter dengan membawa orang-orang kepercayaannya, seperti Daniele Adani sebagai asisten pelatih dan Jose Duque sebagai manajer tim.

Hal ini pun memancing kemarahan dari Regina, anak dari Beppe Baresi, panggilan Guiseppe Baresi. Regina mengklaim, keputusan pemecatan ayahnya semenjak kedatangan Mancini dilatari dendam karena dua anaknya, Filippo dan Andrea Mancini, tak pernah dianggap sebagai talenta berbakat oleh ayahnya saat masih menangani akademi Inter.

Regina juga mengatakan ayahnya masih terkejut dengan pemecatan tersebut. Akibatnya, Baresi terlihat lebih sering menyendiri di rumah. "Ayah saya menutup diri di rumah, dalam keheningan. Saya bisa melihat betapa dia sangat terpukul, tapi dia terlalu sayang untuk bisa mengkritik Inter," tutur Regina

Komentar pedas Regina diyakini berpotensi memunculkan perpecahan di tubuh Inter. Pasalnya, sebagai seorang legenda, masih banyak pihak yang pro terhadap Baresi. Namun, demi meredam semua kontroversi, Baresi pun ikut bersuara. Dia bahkan berkomentar yang berlawanan dengan pendapat Regina.

“Saya tidak dipecat oleh Inter. Mancini datang ke Inter dengan jajaran stafnya yang akan bekerja bersama dengannya di tim utama. Perkataan putri saya tentang klub dan Mancini telah ditafsirkan dengan salah. Saya meminta maaf atas apa yang terjadi,” ujar Baresi kepada Gazzett setelah kedatangan Mancini.

Jika kita harus memosisikan Regina dan Inter sebagai dua belahan jiwa yang ada di hati Baresi, penyangkalan itu amatlah wajar dilakukan oleh Baresi demi menjaga keharmonisan Inter dan keluarganya sendiri.

Komentar