Tim Pilihan PanditFootball: Gameweek 26

Fantasy Premier League

by Pandit Fantasy Premier League 50537

Pandit Fantasy Premier League

Scout dari Pandit Football Indonesia untuk Fantasy Premier League. Good luck, FPL managers. Salam panah hijau!

Tim Pilihan PanditFootball: Gameweek 26

Pemain Bertahan

Kami rasa bukan hal yang mengherankan jika kami memilih Marcos Alonso (Chelsea, 6.7) kembali. Wing-back kiri asal Spanyol tetap difavoritkan untuk lebih mendulang poin dari gol/asis ketimbang clean sheet. Jumlah tembakannya masih merupakan angka kedua terbaik di antara bek lain di liga (6 kali dalam empat pertandingan terakhir) dan memiliki peluang untuk meneruskan catatannya saat melawan Swansea di Stamford Bridge. Swansea baru sekali meraih clean sheet dalam lima pertandingan terakhir, sejak dilatih oleh Paul Clement. Swansea memang cukup rajin mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir (8 gol, jumlah ketiga terbaik), namun jumlah peluang yang dibuat mereka hanya mencapai 32 kali, terendah ketiga di liga.

Ketimbang Seamus Coleman, pekan ini kami justru condong pada Leighton Baines (Everton, 5.7). Selain karena statusnya sebagai penendang penalti, Baines memiliki keahlian pada umpan silangnya yang akurat. Hal tersebut bercocokan dengan statistik Sunderland yang telah menerima 72 umpan silang dari sisi kanan mereka dalam empat pertandingan terakhir, atau berarti 18 kali per pertandingan (angka terbanyak di liga). Baines juga berpeluang mendapat clean sheet pada pertandingan ini, karena bermain di kandang sendiri dan Sunderland menjadi kesebelasan dengan jumlah tembakan terendah dalam empat pertandingan terakhir: 28 kali.

GW25 jelas menjadi momen yang cukup mengecewakan bagi manajer yang memiliki Chris Brunt (West Brom, 5.1). Brunt terpaksa harus kehilangan asis dari tendangan sudut di menit akhir, karena tayangan ulang dalam gerak lambat berhasil membuktikan bahwa sundulan Jonny Evans mengenai kepala Gareth McAuley secara tipis. Tapi, hal itu juga menjadi bukti potensi Brunt dalam meraup poin dari bola mati belum habis, yang bisa dilakukannya kembali pekan ini. Lalu, kalau dilihat lebih detil, semua poin besar Brunt diraih di kandang sendiri (enam pertandingan kandang terakhir: 9, 13, 8, 0, 10, dan 14), dan lawan yang akan mereka hadapi di kandang pada pekan ini adalah Bournemouth. Dalam empat pertandingan terakhir, Bournemouth mencatat banyak eror (4) dan menerima 12 peluang berbahaya (terbanyak di liga), dan kebobolan dari 8 di antaranya.

Gelandang

Dua gol yang dibuat Sadio Mane (Liverpool, 9.3) saat menghadapi Tottenham di GW25 kembali menarik perhatian para manajer FPL. Seperti yang sudah dibahas pada poin Mignolet, Leicester kini sedang dalam performa terburuk, sementara Liverpool kembali percaya diri setelah memenangkan pertandingan papan atas – juga lebih fit setelah libur panjang. DIlihat dari statistik pemain Liverpool dalam dua pertandingan terakhir (sejak Mane kembali bermain dari menit pertama), Philippe Coutinho membuat 8 tembakan dan Mane berada di peringkat kedua dengan 6 tembakan. Namun, tembakan tepat yang dibuat Mane menjadi angka tertinggi, yaitu 5 kali. Kini, Liverpool sudah kembali dengan lini serang terbaiknya dan Mane bisa kembali melanjutkan tugasnya sebagai salah satu pendulang gol utama Liverpool.

Dengan skema 4-2-3-1 yang kembali diterapkan Mauricio Pochettino, kami menilai potensi Dele Alli tidak sebaik saat Tottenham memakai tiga bek, sehingga pilihan gelandang Tottenham kami jatuhkan pada Christian Eriksen (Tottenham, 8.7) untuk pekan ini. Eriksen berhasil membuktikan kualitasnya kembali dengan memberikan dua asis pada pertandingan Piala FA melawan Fulham pada akhir pekan lalu. Eriksen, dengan perannya sebagai penendang bola mati, memang masih memuncaki tabel penciptaan peluang oleh pemain Tottenham dalam empat pertandingan terakhir (8 kali). Juga, Eriksen memimpin jumlah tembakan tepat (9), menghasilkan jumlah tembakan tepat terbanyak (4 kali). Bermain di kandang sendiri, Eriksen bisa mengeksploitasi lini pertahanan Stoke yang sudah menerima 62 peluang (terbanyak keenam di liga) dan tercatat menerima 20 peluang dari bola mati (tertinggi ketiga) dalam empat pertandingan terakhir.

Posisi gelandang berikutnya diisi oleh Ross Barkley (Everton, 7.1) yang membuat 1 gol dan 1 asis pada pertandingan kandang terakhirnya. Barkley bisa mengulangi torehan yang sama saat menghadapi Sunderland yang telah menerima 41 peluang di kotak penalti dan menerima 10 peluang berbahaya dalam empat pertandingan terakhir. Barkley, selain mengambil bola mati Everton, juga termasuk pilihan yang paling aman di antara pemain Everton lain, ketimbang Kevin Mirallas yang belakangan ini harus merelakan posisinya diambil Ademola Lookman, atau Tom Davies di gelandang tengah karena Idrissa Gueye sudah kembali.

Sempat terlupakan karena kalah terang oleh Matt Phillips, Nacer Chadli (West Brom, 6.0) mulai membuktikan diri sebagai aset FPL yang dapat dipertimbangkan kembali. Sudah 1 gol dan 2 asis dibuatnya dalam empat pertandingan terakhir. Dalam empat pertandingan tersebut, Chadli mencatat 7 tembakan (ketiga terbanyak) dengan 4 di antaranya tepat sasaran (terbanyak), juga menjadi pemain dengan jumlah 16 sentuhan di kotak penalti (kedua terbanyak), dan 6 penciptaan peluang (terbanyak). Satu-satunya hal yang perlu diwaspadai adalah menit bermainnya yang kurang dari 65 menit dalam tiga pertandingan terakhir, bahkan dua di antaranya di bawah 60 menit – hanya menjadi 1 poin.

Komentar