Josh Sargent, Pemuda Amerika Andalan Werder Bremen

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Josh Sargent, Pemuda Amerika Andalan Werder Bremen

Josh Sargent adalah satu-satunya pemain asal Amerika Serikat yang tampil di Stadion Allianz Arena pada Spieltag 8 Bundesliga 2020/21. Ia tampil cukup meyakinkan ketika timnya, Werder Bremen, melawan raksasa Jerman, Bayern Muenchen, Sabtu (21/11/) lalu. Sargent menorehkan asis untuk gol Maximilian Eggestein dan menyudahi pertandingan dengan skor imbang 1-1.

Dalam laga itu, Sargent menjadi pemain dengan lari tercepat. Kecepatan puncaknya mencapai 31,85 km/jam. Ia juga melepaskan tiga tembakan, terbanyak di antara rekan satu timnya. Untuk ukuran pemain seusianya (20 tahun), usaha yang dilakukan Sargent sangat besar. Namun, pengalaman dan materi pemain lawan yang lebih baik menjadi pembeda. Sehingga Bremen, dan tentu Sargent, mesti puas meraup satu poin.

“Tidak pernah mudah bermain tandang, apalagi melawan Bayern. Saya pikir kami bahkan bisa menang dalam laga itu, tetapi saya kira kami bakal puas dengan satu poin,” kata Sargent usai pertandingan.

Tayangan ulang pertandingan Bundesliga: SV Werder Bremen vs VfB Stuttgart

Performanya memang belum mampu mengangkat Werder Bremen jika merujuk pada tabel klasemen. Sejauh ini, die Werderaner bercokol di peringkat 12. Tetapi, secara individual, penampilan Sargent memberikan harapan di masa depan. Sebagai pemain muda, kepercayaan dari pelatih merupakan salah satu faktor awal untuk terus berkembang. Dan sejauh ini, hal itu telah didapat Sargent.

Tak tanggung-tanggung, Florian Kohfeldt, pelatih Werder Bremen, berani memberikan satu tempat di lini serang meski penggawa senior seperti Niclas Fuellkrug dan Milot Rashica berada dalam kondisi baik.

“Saya tetap pada pernyataan yang saya buat sebelum musim ini dimulai. Saya belum pernah berpikir untuk memainkan sebelas pertama tanpa Josh Sargent sedetik pun,” ucap pelatih berusia 38 tahun tersebut.

“Dia tidak bisa diam, bahkan satu milimeter pun. Tidak menyenangkan bermain melawan kami, sulit untuk menemukan ruang. Itu banyak hubungannya dengan Josh [Sargent] selama beberapa minggu terakhir. Dia dalam kondisi sangat baik, dia bisa berlari selama 90 menit penuh,” tambahnya.

Apa yang diucapkan Kohfeldt tentang Sargent terkesan berlebihan. Namun, jika melihat permainannya di lapangan, pernyataan pelatih asal Jerman itu bukanlah basa-basi. Sargent tercatat melakukan 32 sprint per 90 menit. Selain itu, usaha yang ia tampilkan juga terlihat dari jumlah tembakan yang mencapai 16 kali dan setengahnya menemui sasaran.

Sementara dari aspek bertahan, ia juga memberikan kontribusi yang cukup oke untuk ukuran pemain depan. Dari data yang diambil dari FBref, Sargent telah melakukan enam tekel, 13 blok, dan sekali intersep. Ia tetap bisa diandalkan jika tim sedang fokus bertahan.

“Josh [Sargent] sangat penting bagi tim kami,” ucap mantan gelandang Bremen dan Timnas Jerman, Clemens Fritz. “Jumlah pekerjaan yang dia lakukan, stabilitas yang dia berikan kepada kami dalam hal pertahanan, saya sangat terkesan dengan cara dia melakukan semua itu. Kami membutuhkan intensitas itu,” paparnya.

Bergabung dengan Bremen II pada 2018 silam, Sargent langsung diambil Bremen senior pada tahun yang sama. Impresi awal ia tunjukkan dengan sangat apik. Dalam laga debut di Bundesliga melawan Fortuna Duesseldorf, ia langsung mencetak gol ketika dirinya baru menginjak rumput Weserstadion selama 86 detik. Pencapaian itu menjadikannya sebagai debutan Bremen yang mampu mencetak gol tercepat, mengalahkan Hugo Almeida yang mencetak gol dalam tiga menit awal partai debut pada 2006.

Selanjutnya, meski belum diberi kesempatan penuh selama 90 menit pertandingan, Kohfeldt pelan-pelan mulai memberikan menit bermain. Total pada musim pertamanya itu, ia main dalam 10 laga dengan jumlah menit bermain sebanyak 205.

Semusim berselang, Sargent pun tampil dalam 28 pertandingan dengan catatan empat gol dan empat asis. Musim ini, dari sembilan laga yang telah dijalani Bremen, Sargent telah tampil dalam delapan pertandingan. Pada laga terakhir melawan Wolfsburg pada Spieltag 9 alias pekan lalu, pemilik nomor punggung 19 itu absen karena mengalami cedera.

Kini, seiring kepulihannya, satu tempat diperkirakan bakal kembali diisi Sargent ketika Bremen bersua Stuttgart, Minggu (6/12) pukul 21.30 WIB. Dari sisi performa, Bremen dan Stuttgart memiliki kesamaan, yakni sama-sama menorehkan 11 poin hasil dari dua kali menang, lima kali seri, dan dua kali kalah.

Begitu pula dari catatan rekor head-to-head lima pertemuan terakhir. Baik Bremen maupun Stuttgart sama-sama mendulang dua kemenangan dan sekali seri. Dengan catatan tersebut, pertandingan bisa jadi berlangsung ketat. Sementara itu, meski diperkirakan bakal langsung diandalkan, butuh waktu untuk Sargent guna bisa mencetak gol keduanya di Bundesliga musim ini. Namun, setidaknya, perannya di dalam lapangan bisa membantu Bremen meraih hasil maksimal.

SV Werder Bremen akan bertanding melawan VfB Stuttgart pada Minggu (6/12) pukul 21:30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar