Oscar Tabarez dan Kebiasaan Memanggil Pemain Tua ke Timnas

Cerita

by Hendi Abdurahman 28778

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Oscar Tabarez dan Kebiasaan Memanggil Pemain Tua ke Timnas

Tak banyak pelatih yang bisa bertahan selama bertahun-tahun menukangi sebuah tim nasional. Nama Oscar Tabarez, pelatih Timnas Uruguay, menjadi salah satu pengecualian. Menukangi La Celeste sejak 2006, pria yang kini berusia 73 tahun itu telah melewati tiga edisi Piala Dunia dan empat Copa America secara beruntun.

Asosiasi sepakbola Uruguay, AUF, terlanjur menaruh kepercayaan yang begitu besar kepada sosok kelahiran Montevideo ini. Jika berbicara trofi, tidak banyak yang diberikan Tabarez kepada negaranya. Satu-satunya gelar prestisius yang dilayangkan Tabarez ke lemari koleksi Uruguay hanya trofi Copa America 2011.

Akan tetapi, lebih jauh dari itu, Tabarez memberikan hal lain yang bisa jadi jauh lebih bernilai dari sekadar gelar. Ia membimbing para pemainnya mengenai membenahi mental, cara bermain, daya juang, dan hal-hal di luar sepakbola, salah satunya tentang kesederhanaan.

Begitu pula tahun ini. Tak ada target khusus atau jaminan lolos ke Piala Dunia 2022 yang diusung Tabarez. Alih-alih memberikan kesempatan kepada para pemain muda, dalam skuad teranyar yang diumumkan, Tabarez justru memanggil pemain-pemain “tua” yang bahkan belum memiliki caps bersama Uruguay.

Sebut saja, misalnya, penjaga gawang asal klub Cerro Porteno (Paraguay), Rodrigo Munoz. Pemain kelahiran 1982 itu belum sekali pun berseragam biru langit. Tapi jika melihat performanya bersama klub, pemanggilan Tabarez cukup beralasan. Sepanjang tahun 2020 (hingga November), Munoz menjadi kiper andalan Cerro Porteno dengan 27 penampilan dan melakukan 12 kali nirbobol.

Selain itu, ada pula nama pemain Getafe, Damian Suarez, yang kini telah berusia 32 tahun. Sama halnya dengan Rodrigo Munoz, Damian Suarez merupakan pemain utama di klubnya. Musim ini, ia telah main dalam tujuh pertandingan La Liga alias hanya absen sekali dari delapan laga yang telah dijalani Getafe. Bahkan, Mathias Suarez, sang adik yang delapan tahun lebih muda, justru lebih baik dalam jumlah caps lantaran telah membela Uruguay sebanyak tiga kali.

Selain kedua nama di atas, dari daftar pemain yang dipanggil, terdapat beberapa nama yang berusia di atas 30 tahun dan belum memiliki caps, yakni kiper Yonatan Irrazabal (32 tahun) dan Alexis Rolin (31 tahun).

Link streaming pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022: Kolombia vs Uruguay

Jika dicermati, dengan prinsip yang diembannya, keputusan Tabarez memanggil nama-nama pemain ”tua” ke timnas Uruguay merupakan sesuatu yang wajar belaka, sama halnya ketika ia memberikan kepercayaan kepada pemain muda di skuad utama. Dalam sebuah wawancara dengan The Blizzard, Tabarez sempat melontarkan pernyataan bahwa ia lebih mengutamakan kolektivitas meski dalam skuadnya terdapat pemain yang lebih menonjol.

“Saya tidak melatih bintang, saya melatih manusia. Saya mengerti bahwa dari setiap penampilan dan atensi yang mereka [para pemain] dapatkan dari media di dunia itu berarti bahwa terdapat pemain yang cenderung diidolakan dan dilihat sebagai tumpuan idealisasi, tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa saya melatih manusia, dengan tugas serta kewajiban pada umumnya, dan bahwa sepakbola adalah permainan kolektif, bukan individu,” kata Tabarez.

“Jika saya ingin melihat bintang, saya akan menengadah ke langit. Anda ingin membuat tim yang solid, Anda harus memberikan rasa hormat yang sama terhadap pemain, terkenal maupun tidak. Untungnya, di Timnas Uruguay kami telah membuktikan bahwa hal itu mungkin untuk dilakukan,” lanjutnya.

“Segalanya kemudian menjadi lebih mudah bagi kami karena para pemain terkenal di sini mampu menunjukkan bahwa mereka mempunyai kepekaan kelompok yang dapat memberikan hal positif terhadap tim.”

Hadirnya pemain-pemain “tua” dalam skuad Uruguay jelang bersua Kolombia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Sabtu (14/11/2020) dini hari nanti, merupakan langkah dan keputusan Tabarez dalam hal konsistensi ucapan.

Benar bahwa mereka minim pengalaman di tim nasional, tapi dengan pertimbangan yang matang disertai perkembangan dan peran penting di klubnya masing-masing, apa yang dilakukan Tabarez bukan tak membedakan tua-muda, berpengalaman atau tidak, melainkan kebutuhan tim guna mencapai permainan yang diinginkan.

Apalagi, Uruguay membutuhkan hasil maksimal untuk terus memelihara peluang lolos ke Piala Dunia 2022 mendatang. Di tabel klasemen, Edinson Cavani dan kawan-kawan tertahan di peringkat enam dengan koleksi tiga poin dari dua pertandingan yang telah dijalani, terpaut tiga angka dari Brasil dan Argentina di posisi pertama dan kedua.

Di masa jeda internasional, Anda tidak akan kekurangan tontonan. Mola TV menayangkan pertandingan persahabatan, UEFA Nations League, dan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Kolombia vs Uruguay pada Sabtu (14/11) pukul 03:00 WIB dapat Anda saksikan dengan mengeklik tautan ini.

Komentar