Sebastian Andersson, si Jago Duel Udara Bundesliga

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Sebastian Andersson, si Jago Duel Udara Bundesliga

FC Koeln kehilangan salah satu aset terbaiknya pada musim 2020/21. Top skor klub musim lalu, Jhon Cordoba, memilih hengkang ke Hertha Berlin dengan biaya transfer 15 juta euro. Tak butuh waktu lama, Sebastian Andersson, eks penggawa Union Berlin, direkrut FC Koeln untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.

The Billy Goats—julukan FC Koeln—mengambil keuntungan dari penjualan Jhon Cordoba. Pasalnya, Sebastian Andersson didapat hanya dengan mahar enam juta euro saja. Secara finansial, Markus Gisdol selaku manajer sekaligus pelatih membuat keuangan klub tetap sehat.

Pertimbangan FC Koeln mendatangkan Sebastian Andersson bukan semata-mata harganya yang terhitung murah. Performanya yang stabil kala memperkuat Union Berlin serta kelebihannya dalam duel udara jadi acuan.

Musim lalu, penyerang asal Swedia tersebut menorehkan 12 gol dalam 33 pertandingan di Bundesliga 1. Jumlah gol yang sama juga dibukukan pemain kelahiran 15 Juli 1991 itu kala masih memperkuat Union Berlin dan Kaiserslautern di Bundesliga 2.

Link streaming FC Koeln vs Eintracht Frankfurt

“Sebastian [Andersson] adalah pemain yang kuat secara fisik, yang kuat di udara dan di darat—dia adalah pemain dengan mental fantastis. Dia telah membuat lebih dari 100 penampilan di level tertinggi dan terus membuktikan kemampuannya dalam mencetak gol,” tutur Direktur Olahraga FC Koeln, Horst Heldt.

Sementara itu, Andersson mengaku senang sejak kali pertama menginjakkan kaki di Kota Koeln. Kendati demikian, ia masih membutuhkan waktu untuk adaptasi. Lain itu, Andersson yakin jika pengalamannya berkiprah di Bundesliga 1 membuatnya bisa melalui proses adaptasi seiring berjalannya waktu.

Sundulan jadi Senjata Utama Sebastian Andersson

Bersama Union Berlin musim lalu, Sebastian Andersson menjadi pemain yang menakutkan ketika berada di kotak penalti lawan. Dari 12 gol yang dicetaknya kala itu, tujuh di antaranya dilakukan lewat sundulan. Kemampuannya dalam duel udara juga menjadi salah satu yang terbaik di 1. Bundesliga. Menurut statistk FBref, musim lalu, Andersson memenangi 229 dari total 444 duel udara. Persentase kemenangan duel udaranya mencapai 51,6 persen.

Kemampuan itu tak hilang meski ia pindah klub. Dalam laga debut bersama FC Koeln kala bersua Hoffenheim, Andersson mencetak satu gol lewat sundulan memanfaatkan umpan Jan Thielmann. Sementara itu, dikutip laman Bundesliga, dalam tiga laga awal musim ini, Sebastian Andersson menjadi pemain ketiga terbanyak yang memenangkan duel udara (18 kali), di bawah Fabian Klos (23 kali) dan Bas Dost (21 kali).

Dengan atribut yang dimilikinya, bukan tidak mungkin capaian golnya yang melebihi 10 angka musim lalu bisa disamai, atau bahkan terlewati. Apalagi, formasi 4-2-3-1 ala Markus Gisdol menempatkan satu striker di lini depan, memungkinkan para pemain sayap untuk memberikan crossing sebanyak mungkin ke kotak penalti. Untuk diketahui, bersama Union Berlin saat dilatih Urs Fischer, Andersson juga dipasang sendirian di lini depan.

Meski begitu, Andersson tak ingin muluk-muluk dan menargetkan jumlah golnya musim ini bersama FC Koeln. Menurutnya, banyak faktor yang bisa memengaruhi performanya sepanjang musim, termasuk cedera, hal yang dihindari para pemain.

“Sulit untuk menyatakan secara spesifik jumlah gol yang ingin dicapai,” ucap Andersson dikutip laman resmi klub. “Anda selalu ingin mencetak lebih banyak gol dari musim sebelumnya. Itu membutuhkan kerja keras dan apa pun bisa terjadi dalam sepakbola.”

Jelang Spieltag 4 melawan Eintracht Frankfurt di Stadion RheinEnergie, Markus Gisdol diperkirakan bakal memberikan satu tempat di lini depan untuknya. Meski sempat mengalami cedera, kondisi Andersson berangsur membaik. Tak hanya itu, beberapa penggawa lain yang sempat diragukan tampil seperti Marius Wolf, Ismail Jakobs, dan Jorge Mere juga telah membaik.

Sejauh ini, FC Koeln selalu kalah dalam tiga laga yang dijalani. Namun, berkaca pada musim lalu, performa mereka mulai membaik ketika memasuki pertengahan kompetisi. Kehadiran Sebastian Andersson di lini depan diharapkan jadi salah satu kunci yang bisa diandalkan.

Tayangan langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar