Titik Terang Investasi 52 Juta Paun Manchester United

Cerita

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Titik Terang Investasi 52 Juta Paun Manchester United

Frederico Rodrigues de Paula Santos alias Fred mungkin bukan nama yang digemari oleh pendukung Manchester United. Didatangkan dari kesebelasan Ukraina, Shakhtar Donetsk, pada musim panas 2018 dengan dana 52 juta paun, Fred merupakan bentuk dari kegagalan bisnis Setan Merah. Bahkan kepada Athletic, Jose Mourinho mengaku bahwa keputusannya memboyong Fred adalah sebuah perjudian.

“Saya harus mendaratkan Fred ke Old Trafford. Jika tidak, mustahil bagi saya mendapatkan gelandang baru pada bursa transfer tersebut,” aku Mourinho.

Status Fred yang sekadar pelengkap di ruang ganti pun terlihat dari statistik gelandang asal Brasil tersebut. Bersama Mourinho, Fred hanya tampil 12 kali untuk Manchester United. Hanya tiga dari 12 kesempatan tersebut dirinya mendapatkan waktu 90 menit penuh dari The Special One.

Melihat perannya selama diasuh Mourinho, banyak yang menyebut Fred sebagai pembelian gagal. Apalagi dengan dana 52 juta Paun yang tergolong mahal. Dengan dana yang lebih murah, Mourinho berhasil mendatangkan Nemanja Matic dari Chelsea setahun sebelumnya. Akan tetapi, setelah The Special One ditendang dari Old Trafford, Fred mulai mendapat kepercayaan dari Ole Gunnar Solskjaer.

Menurut Transfermarkt, hingga 9 Desember 2019, Fred sudah tampil sebanyak 30 kali di bawah asuhan Solskjaer. Mayoritas dari penampilan tersebut juga sebagai pemain utama dan bermain 90 menit penuh. Hanya 10 kali Solskjaer menggunakan Fred sebagai pemain pengganti atau menariknya di tengah laga.

Fred kemudian membayar kepercayaan itu. Pertandingan Derbi Manchester (8/12) menjadi panggung terbaru gelandang Brasil tersebut. Dirinya bertindak selaku motor serangan Manchester United saat bertemu rival sekota. Fred menyentuh bola sebanyak 48 kali dan melepas dua operan kunci sepanjang laga. Hanya Victor Lindelof yang menyentuh bola lebih sering dibanding Fred (50). Sementara soal operan kunci, hanya Daniel James yang lebih banyak menciptakan peluang (4).

Berperan sebagai pivot bersama Scott McTominay, Fred lebih digunakan untuk menjadi penghubung antara lini belakang dan depan. Ia diberi keleluasaan untuk bergerak dan membantu serangan ketika dibutuhkan. Mungkin bisa dibilang seperti Ander Herrera sebelum gelandang asal Spanyol itu pindah ke Paris Saint-Germain (PSG).

Meskipun Fred tidak berkontribusi dalam gol Manchester United pada pertandingan tersebut, performa jebolan Akademi Internacional itu tetap menarik perhatian Solskjaer. The Baby face Assassin bahkan telah memuji Fred sejak Manchester United mengalahkan Tottenham Hostpur arahan Mourinho beberapa hari sebelum Derbi Manchester.

“Fred tampil sempurna malam ini. Dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Scott [McTominay] membuat semuanya jadi lebih mudah,” puji Solskjaer.

“Saya tahu melebihi orang lain rasanya bermain di satu pertandingan kemudian tidak terlibat selama tiga pekan. Selalu seperti itu bagi dirinya. Tapi sekarang ia mulai konsisten di lini tengah kami. Hal yang sama juga bisa diucapkan untuk Scott,” lanjut pria kebangsaan Norwegia tersebut.

Dengan penampilan yang konsisten, wajar apabila Fred kemudian menjadi sosok permanen di lini tengah Manchester United. “Saat pertama datang, saya memang kesulitan. Liga Primer Ukraina tak seperti di Inggris. Liga Primer Inggris jauh lebih cepat dan keras. Namun saya sudah mulai terbiasa,” ungkap Fred.

Menulis untuk PaddyPower, Graham Ruthven pun mulai melihat Fred sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias unsung hero bagi Manchester United. Label tersebut sebelumnya dimiliki oleh Park Ji-Sung di era Sir Alex Ferguson. Bedanya, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Park merupakan pembelian gagal. Sedangkan Fred memiliki cap tersebut yang harus ia lawan di atas lapangan.

Berkat kepercayaan yang diberikan Solskjaer, Fred pun percaya bahwa dirinya bisa berperan lebih besar lagi untuk Manchester United. “Kepercayaan seorang manajer sangatlah penting bagi saya. Saya hanya ingin terus tampil positif untuk kesebelasan ini dan sejak pindah ke Inggris, tujuannya selalu berperan sebagai bagian dari tim utama. Mendapatkan jam terbang secara regular jelas membantu rasa percaya diri saya,” aku Fred.

Gelandang asal Brasil itu mungkin datang dengan harga mahal. Performa yang ia perlihatkan di musim pertamanya bersama Manchester United membuat 52 juta Paun terlihat sia-sia. Akan tetapi ketika itu dirinya hanyalah pelengkap di tim asuhan Mourinho. Bersama Solskjaer dirinya diberi peran lebih besar dan hasilnya, investasi 52 juta paun yang dikeluarkan saat musim panas 2018 mulai terbayar.

Komentar