Aspire Academy, Tujuan Favorit Kesebelasan Eropa Saat Winter Break

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Aspire Academy, Tujuan Favorit Kesebelasan Eropa Saat Winter Break

Memasuki akhir tahun hingga pertengahan Januari, cuaca ekstrem musim dingin biasanya melanda sebagian besar wilayah Eropa. Badai salju membuat suhu mengalami penurunan cukup ekstrem. Kondisi tersebut amat tak menguntungkan bagi kesebelasan-kesebelasan Eropa dalam mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua musim.

Ini yang membuat banyak kesebelasan berinisiatif menerbangkan seluruh pemainnya ke Timur Tengah untuk menjalani pemusatan latihan. Dengan kondisi yang lebih hangat, cara ini sudah cukup mainstream dilakukan.

Di bulan Januari, suhu di Timur Tengah terbilang bersahabat. Di Qatar misalnya, sebagai destinasi terkenal bagi pesepakbola, suhu maksimal rata-rata bisa mencapai 27 derajat Celsius (tidak seperti di musim panas yang bisa mencapai 48 derajat Celsius).

Kondisi tersebut dianggap mumpuni bagi banyak kesebelasan Eropa menggelar pemusatan latihan musim dingin mereka, apalagi bagi mereka yang menjalani winter break. Itu juga yang menjadi pertimbangan bagi FIFA untuk melaksanakan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar pada musim dingin.

Selain suhu yang jauh lebih bersahabat, Qatar juga memiliki kompleks olahraga terbesar di dunia, Aspire Academy. Banyak kesebelasan Eropa rutin berlatih di Aspire Academy.

***

Pada pertengahan Januari 2013, sebagian besar kesebelasan Inggris mendapati kondisi ini. Badai salju menyerang beberapa wilayah di Inggris. Dampak cuaca ekstrem musim dingin kala itu membuat para pemain “tersiksa”, seperti yang Daily Mail sebutkan.

Dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris musim 2012/13 antara Tottenham Hotspur melawan Manchester United misalnya. Pemain dari kedua kesebelasan dalam pertandingan yang berlangsung di White Hart Lane, Minggu (20/1/2013) itu berjuang mengatasi badai salju yang menerjang sepanjang pertandingan. Selain kesulitan mengontrol permainan karena permukaan lapangan tertimbun salju, para pemain pun berjuang melawan dingin yang menusuk.

Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Inggris membuat Sir Alex Ferguson mengambil keputusan menerbangkan semua anak asuhnya ke Qatar – menjalani pemusatan latihan di Aspire Academy. Maklum, seusai pertandingan melawan Tottenham, Man United dituntutut mengembalikan fokus menghadapi Fulham di putaran empat Piala FA.

Baca juga: Sepakbola Butuh Break, Tapi Bukan Winter Break

Fergie, menganggap bahwa melakukan persiapan pertandingan melawan Fulham di Inggris bukanlah ide yang tepat. Qatar, dengan komplek olahraga Aspire Academy pun dipilih Fergie, karena cuaca di sana cenderung bersahabat. Selain itu, Aspire Academy memiliki fasilitas olahraga yang lengkap.

Fergie tak perlu berpikir dua kali untuk memberangkatkan anak asuhnya ke Aspire Academy di Qatar. Pada 2010 lalu, Man United di bawah arahan Fergie juga pernah menjalani pemusatan latihan di sana

Delapan jam setelah pertandingan menghadapi Tottenham, skuat Man United terbang ke Qatar. Di sana, Robin Van Persie dan kawan-kawan melakukan pemusatan latihan selama empat hari (21 hingga 24 Januari 2013).

"Aspire memiliki fasilitas olahraga yang fantastis. Selain itu, kondisi cuaca di sini juga sangat bagus. Keramahtamahan manajemen Aspire adalah kombinasi sempurna dari tempat ini. Saya rasa, Aspire merupakan tempat yang ideal bagi kami untuk berlatih,” Kata Fergie, dilansir dari situs resmi Aspire Academy.

Tak hanya Fergie, Carlo Ancelotti pun terpukau dengan lengkapnya fasilitas olahraga di Aspire Academy. Ancelotti pun cukup sering menggunakan Aspire Academy sebagai tempat pemusatan latihan musim dingin tim yang ia latih. Kali terakhir ia mengunjungi Aspire adalah Januari 2017, bersama Bayern Muenchen, tim yang dilatihnya kala itu.

"Akses di sana terbilang mudah. Jarak hotel dengan pemusatan latihan sangat dekat, kami hanya tinggal berjalan kaki saja. Semua ini membuat Aspire menjadi tempat terbaik untuk mengadakan sebuah kamp latihan," terang Ancelotti, yang pernah membawa AC Milan, Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) menjalani pemusatan latihan musim dingin di sana.

Sejak dibuka pada 2004 lalu, pamor Aspire Academy sebagai pusat olahraga terbesar dan terlengkap di dunia telah tersebar luas. Di sana terdapat gelanggang olahraga tertutup yang bisa menggelar 13 cabang olahraga secara bersamaan. Khusus fasilitas sepakbola, kompleks olahraga Aspire Academy menyediakan tujuh lapangan outdoor dan ratusan area pelatihan individu.

Lengkapnya fasilitas olahraga di Aspire Academy membuat banyak kesebelasan Eropa ketagihan berlatih di sana. Bayern tercatat sebagai salah satu kesebelasan yang rutin menjalani pemusatan latihan di Aspire Academy. Dalam 10 tahun terakhir, sudah delapan kali Die Roten melakukan pemusatan latihan di sana.

Kali terakhir Muenchen mengunjungi Aspire adalah Januari 2018. Jupp Heynckes, Manajer Muenchen, memboyong semua pemainnya untuk melakukan pemusatan latihan di Aspire. Kebetulan, pada saat itu kompetisi domestik Jerman tengah libur panjang lantaran winter break. Memaksimalkan waktu libur, selama enam hari (6 sampai 12 Januari) para pemain Bayern menjalani pemusatan latihan musim dingin di Aspire. Tak hanya itu, mereka juga menggelar uji tanding melawan tim Qatar Stars League – Al-Ahli SC.

Selain Bayern, PSG juga sering menjalani pemusatan latihan di Aspire. Sejak kepemilikan tim berjuluk Les Parisiens itu diambil alih Qatar Sports Investments pada 2011 lalu, PSG sudah lima kali menggelar pemusatan latihan di sana. Kali terakhir PSG menjalani pemusatan latihan di Aspire adalah 23 Desember 2017.

Tak kelengkapan sarana dan prasarana penunjang latihan, Aspire Academy pun dilengkapi fasilitas kesehatan olahraga terbaik di dunia. Di salah satu sudut kompleks olahraga Aspire Academy, berdiri sebuah rumah sakit spesialis ortopedi, laboratorium peningkatan latihan, dan laboratorium bio mekanika. Bahkan, Aspire Academy pun memiliki pelatihan tes mental dan ruang psikologi olahraga.

Lengkapnya sarana kesehatan olahraga di Aspire Academy membuat banyak kesebelasan tak ragu mengirim pemainnya yang cedera melakukan pemulihan di sana. Liverpool salah satunya. Pada Oktober 2017 lalu, The Reds mengirim Adam Lallana dan Jonathon Flanagan ke Aspire Academy selama masa pemulihan cedera yang dialami keduanya.

"Saya sadar akan fasilitas dan ahli kesehatan kelas dunia yang ada di sini. Sebelum saya dan Jonathon Flanagan dirawat di Aspire, saya banyak mendengar tentang tempat ini. Setelah berada di sini, saya melihat mengapa tempat ini sangat dihormati dan dibicarakan dengan baik di seluruh dunia, " kata Lallana.

***

Qatar bukanlah satu-satu pusat olahraga di Timur Tengah yang kerap dikunjungi kesebelasan Eropa. Ada beberapa negara tujuan lagi, tapi yang terpopuler kedua adalah Uni Emirat Arab, terutama Dubai.

Pada 18 Januari 2018; Liverpool, Man United, dan Celtic terbang ke Dubai untuk menjalani pemusatan latihan musim dingin. Namun, tak ada kompleks olahraga tertentu di UEA yang menjadi destinasi ikonik dan mainstream seperti Aspire Academy di Qatar. Sampai saat ini, Aspire Academy masih menjadi tujuan favorit bagi kesebelasan Eropa untuk melalui winter break.

Mungkin ini semua ada hubungannya dengan penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022.

Komentar